PTK SD IPA (UPAYA MENINGKATKAN HASIL PEMBELAJARAN SISWA MELALUI PENERAPAN METODE INQUIRI DALAM KELOMPOK PADA MATA PELAJARAN IPAMATERI KEDUDUKAN MATAHARI KELAS II)

UPAYA MENINGKATKAN HASIL PEMBELAJARAN SISWA MELALUI PENERAPAN METODE INQUIRI DALAM KELOMPOK PADA MATA PELAJARAN IPAMATERI KEDUDUKAN MATAHARI KELAS II SD NEGERI II JATISRONO SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2011/2012

ABSTRAK

_________. Upaya Meningkatkan Hasil Pembelajaran Siswa Melalui Penerapan Metode Inquiri Dalam Kelompok pada Mata Pelajaran IPAMateri Kedudukan Matahari Kelas II SD Negeri II Jatisrono Semester II Tahun Pelajaran 2011/2012.

Tujuan dari pelaksanaan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) Proses pelaksanaan pembelajaran inquiry dalam kelompok untuk pembelajaran IPA materi “Kedudukan Matahari” pada siswa kelas II  semester 2 tahun pelajaran 2011/2012 di SD Negeri II Jatisrono; 2) Besarnya peningkatan prestasi yang dicapai siswa kelas II SD Negeri II Jatisrono semester 2 dalam pembelajaran IPA materi “Kedudukan Matahari” setelah dikembangkan proses pembelajaran inquiry dalam kelompok tahun pelajaran 2011/2012.

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan untuk mendapatkan tindakan terbaik dan paling sesuai dengan kondisi siswa dan guru dalam proses pembelajaran sehingga mampu meningkatkan prestasi belajar IPA siswa kelas II, khususnya untuk materi “Kedudukan Matahari”. Metode penelitian adalah metode kualitatif.

Berdasarkan atas hasil penelitian, dibuat kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut: 1) Pelaksanaan pembelajaran IPA dengan model pembelajaran inquiry dalam kelompok secara baik dapat dilaksanakan dengan langkah: (a) Tahap pembukaan melalui motivasi dan apersepsi yang serius dengan menjelaskan secara detil manfaat-manfaat yang diperoleh siswa setelah mempelajari materi serta melakukan pengukuran atas kemampuan awal siswa, sehingga motivasi, minat belajar, dan keingintahuan siswa dapat dibagun dari awal; (b) Tahap inti pelaksanaan dengan pembelajaran secara berkelompok diawali dengan guru memberikan pengantar tentang gejala riil yang dialami siswa dalam kehidupan sehari-hari yang terkait dengan konsep, tanya jawab untuk mengantarkan siswa bersentuhan dengan konsep dengan penuh rasa ingin tahu, kegiatan perumusan masalah oleh siswa dibantu dengan guru, membuat pertanyaan-pertanyaan umpan tertulis yang juga menjadi pertanyaan pada diskusi untuk mengarahkan siswa memahami konsep secara inti bertahap, guru memberikan panduan berdikusi dan motivasi berdiskusi, siswa mengali data baik dengan literature maupun eskperimen, guru menyimpulkan hasil kerja siswa dengan menuliskan di papan tulis dan membacakannya berulang-ulang, guru memberi kesempatan siswa menanyakan kesulitannya, guru berkeliling memerikan dan memberi saran atas kinerja dan hasil kerja siswa, guru memeriksa hasil kerja siswa dalam jawaban siswa dan meluruskan konsep, siswa memperdalam konsep dengan ekspresi gambar sederhana, diakhiri dengan guru memeriksa hasil kerja siswa dan meluruskan konsep; 2) Tahap penutupan dilakukan dengan pembuatan kesimpulan global oleh siswa dan guru atas hasil belajar yang dilakukan, serta pelaksanaan test; 3) Pelaksanaan model pembelajaran inquiry dalam kelompok terbukti mampu meningkatkan prestasi belajar siswa, baik dilihat berdasarkan nilai rata-rata kelas siswa mapun ketuntasan belajar siswa.

DAFTAR PUSTAKA

Umedi, 1999. Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah, Jakarta: Direktorat Pendidikan Menengah Umum, Depdikbud

Made Pidarta, 1983. Management Pendidikan di Indonesia, Jakarta: Bina Aksara,

_______, 2004. Dasar-Dasar Perencanaan Pendidikan terbitan UNESCO, Jakarta: Logos

Nurochim. Peningkatan Mutu Sekolah. online. http://nurochim.multiply.com/journal/ item/1

Hanusek, Eric. 1981. Why Quality Metter in Education. New York: Harvard University

Isjoni. 2009. Cooperative Learning. Bandung : Alfabeta

Carin and Sund, 1980. Teaching Science Through. Discovery. Fourth Edition. Charles Merry. Publishing Co. Ohio. Coburn

Surachman, 1992. Pengajaran Inquiry. Jakarta: Rineka Cipta

Efraim, Turban. (1995). Decision support systems and expert system (4th ed.). Prentice-Hall International, Inc.

Ahmad Ochan, 2010. Pelaksanaan Pembelajaran yang Menyenangkan. Jakarta: Rineka Cipta

Wina Senjaya. 2008. Pembelajaran Berorientasi Standar Proses. Jakarta: Kencana Prenada Media Group

Soedanyo, 1990. Pembelajaran Inquiry.  Bandung: Rosda Karya

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan konfirmasi via telpon/sms ke No. HP. 085 641 016 472

Iklan

PTK SD IPA (PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MATERI ENERGI DAN PERUBAHANNYA PADA SISWA KELAS V SD NEGERI PANDEYAN I MELALUI PENERAPAN METODE PROBLEM SOLVING)

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MATERI ENERGI DAN PERUBAHANNYA PADA SISWA KELAS V SD NEGERI PANDEYAN I MELALUI PENERAPAN METODE PROBLEM SOLVING

ABSTRAK

______________. Peningkatan Hasil Belajar IPA Materi Energi Dan Perubahannya Pada Siswa Kelas V SD Negeri Pandeyan I Melalui Penerapan Metode Problem Solving.

Guru memiliki peranan yang penting dalam mensukseskan proses pembelajaran di kelas. Guru memiliki peranan penting dalam mengembangkan cara-cara pembelajaran atau metode pembelajaran yang mampu menciptakan kebermaknaan dalam belajar, efisiensi, dan keefektifan dan proses pembelajaran. Kondisi pelaksanaan proses pembelajaran IPA pada siswa kelas V SD Negeri I Pandeyan selama ini masih belum baik, dilihat dari indikator-indikator berikut: (1) Hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPA masih rendah; (2) Minat belajar siswa dalam mata pelajaran IPA masih rendah; (3) Pembelajaran IPA masih didominasi dengan metode ceramah yang tidak melibatkan siswa dalam aktivitas pelatihan menyelesaikan masalah secara aktif, dan siswa tidak banyak terlibat berfikir dalam proses pembelajaran.

Tujuan dari dilaksanakannya penelitian ini adalah: (1) Untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri Pandeyan I pada bidang studi  IPA; (2) Untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas V SD Negeri Pandeyan I pada bidang studi IPA.

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, dimana tindakan pembelajaran dengan problem solving diberikan untuk memperbaiki proses pembelajaran yang selama ini dilaksanakan guru. Metode penelitian adalah metode kualilatif, dengan lokasi penelitian di SD Negeri I Pandeyan.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: (1) Upaya untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa SDN Pandeyan I dapat ditempuh menggunakan metode problem solving dengan memadukan metode ceramah dan tanya jawab; (2) Terjadi perbaikan proses pembelajaran yang dikembangkan dengan problem solving, yang dilihat dari indikator aktifnya siswa terlibat dalam proses berfikir dan memecahkan masalah saat pelaksanaan proses pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

Depdiknas, (2002), Pengembangan Sistem Pendidikan Tenaga Kependidikan Abad Ke-21 (SPGTK-21). Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta

Djoyonegoro, Wardiman, (1994), Peranan guru Dalam Pembangunan Pendidikan Nasional Untuk Meningkatkan Kualitas Sumberdaya Manusia.  Pengarahan disampaikan pada Kongres PGRI XVII, 4 Juli 1994, Jakarta

Hamalik, Oemar, (1991), Pendidikan Guru Konsep dan Strategi, Bandung: Mandar Maju

Makmun, Abin Syamsuddin, (1996), Pengembangan Profesi dan Kinerja Tenaga Kependidikan, PPS IKIP Bandung

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional, 2008. Panduan Pendidikan Profesi Guru Prajabatan. Jakarta: Dirjen Dikti

Degeng, I. N. (1989). Ilmu Pengajaran; Taksonomi Variabel. Jakarta: Depdikbud Ditjen Dikti.

Nana Sudjana. 2005. Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum. Bandung : Publikasi.

Fathurrahman, Pupuh. Sutikno, M. Sobry. 2009. Strategi Belajar Mengajar Melalui Penanaman Konsep Umum & Islami. Bandung: PT Refika Aditama.

Purwanto, Ngalim. 2009. Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Untuk pemesanan file lengkap silahkan konfirmasi via No. HP. 085 641 016 472 / PIN : 2771D5FB

PTK SD IPA (UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPA ( KONSEP PESAWAT SEDERHANA ) DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL PADA SISWA KELAS V)

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPA ( KONSEP PESAWAT SEDERHANA ) DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL PADA SISWA KELAS V SDN 01 WIDODAREN TAHUN PELAJARAN 2009 / 2010.

ABSTRAK

__________________, UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPA (KONSEP PESAWAT SEDERHANA) DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL PADA SISWA KELAS V SDN 01 WIDODAREN TAHUN PELAJARAN 2009/2010. Laporan Penelitian Tindakan Kelas, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juni 2010.

Tujuan penelitian ini adalah untuk : (1) Mengetahui cara menerapkan pembelajaran IPA di kelas 5 sekolah dasar melalui model pembelajaran kontekstual. (2) Mengkaji kendala yang dihadapi guru dalam menerapkan pembelajaran IPA melalui model pembelajaran kontekstual. (3) Mencari solusi yang tepat untuk mengatasi kendala yang dihadapi guru dalam menerapkan pembelajaran IPA melalui model pembelajaran kontekstual. (4) Mengetahui bahwa dalam pembelajaran IPA melalui model pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas 5 SD. Variabel yang menjadi sasaran pembelajaran dalam penelitian tindakan kelas ini adalah model pembelajaran kontekstual dan prestasi belajar IPA kelas 5 SD Negeri 01 Widodaren. Bentuk penelitian ini adalah tindakan kelas dengan model siklus. Tiap siklus terdiri dari empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Sebagai populasi adalah siswa kelas 5 SD Negeri 01 Widodaren yang berjumlah 26 siswa. Teknik pengumpulan data variable peningkatan prestasi belajar IPA melalui model pembelajaran kontekstual adalah observasi, pencatatan arsip dan dokumen, tes dan perekaman. Teknik melalui data yang digunakan adalah model analisis interaktif.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tindakan kelas pada siklus I menunjukkan adanya peningkatan dibanding sebelum tindakan. Sebelum tindakan siswa yang memperoleh nilai di atas 62 adalah 5 siswa atau 19 % dengan rata-rata 56,81 Tetapi pada siklus I siswa yang mendapat nilai di atas 62 adalah 8 siswa atau 69 % dengan rata-rata 65,21. Sedangkan pada siklus II siswa yang mendapat nilai di atas 62 /tuntas sudah mencapai 22 siswa atau 85% dengan ratarata 70,21. Dengan demikian dapat diajukan suatu rekomendasi bahwa pembelajaran IPA melalui model pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan prestasi belajar pada siswa kelas 5 SD Negeri 01 Widodaren Unit Pengelola Pendidikan Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang tahun 2009/2010.

DAFTAR PUSTAKA

Baharuddin, Esa Nur Wahyuni. 2008. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jogjakarta : Ar-Ruzz.Media Group.

Bank, James A. 1985.Teaching Strategy for the Social Studies. New York, Longman

Hamalik Oemar. 2002. Pendidikan Guru Berdasar Pendekatan Kontekstual. Jakarta: Bumi Aksara

Heri Sulistyanto dan Edi Wibowo.2008. Ilmu Pengetahuan Alam untuk SD dan MI Kelas VI. Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas.

Mark K. Smith, dkk. 2009. Teori Pembelajaran dan Pengajaran. Yogyakarta: Mirza Media Pustaka

M.Saekhan Muchith.2008. Pembelajaran Kontekstual.Semarang: Rasail Media Group

Nana Djumhana dan Muslim. 2007.Pendidikan IPA. Jakarta: Dirjen Dikti Depdiknas.

Ngalim Purrwanto, 1990. Psikologi Pendidikan . Jakarta : Remaja Rosda Karya

Nurhadi. 2002. Contextual Teaching and Learning. Bandung: Kaifa.

Nyi Mas Aisyah 2008. Pengembangan Pembelajaran di SD. Solo : UNS Pres.

Rohana Kusumawati, 2006. IPA Saling temas SD Kelas V. Klaten: Intan Pariwara

Syaful Bahri Djanara, 1991, Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru, Surabaya : Usaha Nasional

Yudhi Munadi. 2008. Media Pembelajaran. Jakarta: Gaung Persada Press.

Winkel .1996. Psikologi Pengajaran (Revisi) . Jakarta: Grasindo

W.J.S. Poerwadarminto, 2002. Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan konfirmasi via telpon/sms ke No. HP. 085 641 016 472 / PIN : 2771D5FB

PTK SD IPA (MENINGKATKAN MUTU DAN MOTIVASI BELAJAR IPA DENGAN MENERAPKAN PENGAJARAN BERBASIS INKUIRI)

MENINGKATKAN MUTU DAN MOTIVASI BELAJAR IPA DENGAN MENERAPKAN PENGAJARAN BERBASIS INKUIRI PADA SISWA KELAS ……………………… ……………………………………………… TAHUN ….

ABSTRAK

Kata Kunci: pembelajaran ipa, pengajaran berbasis inkuiri

Untuk bisa mempelajari sesuatu dengan baik, kita perlu mendengar, melihat, mengajukan pertanyaan tentangnya, dan membahasnya dengan orang lain. Bukan Cuma itu, siswa perlu “mengerjakannya”, yakni menggambarkan sesuatu dengan cara mereka sendiri, menunjukkan contohnya, mencoba mempraktekkan keterampilan dan mengerjakan tugas yang menuntut pengetahuan yang telah mereka dapatkan.

Permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian ini adalah: (a) Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar siswa dengan diterapkannya pengajaran berbasis inkuiri? (b) Bagaimanakah pengaruh model pengajaran berbasis inkuiri terhadap motivasi belajar siswa?

Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Ingin mengetahui seberapa jauh pemahaman dan penguasaan mata pelajaran IPA setelah diterapkannya pengajaran berbasis inkuiri. (b) Ingin mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah diterapkan pengajaran berbasis inkuiri.

Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas ……………………. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar.

Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (62,50%), siklus II (75,00%), siklus III (87,50%).

Simpulan dari penelitian ini adalah metode pengajaran berbasis inkuiri dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa ………………………………, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternative pembelajaran IPA.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineksa Cipta.

Ali, Muhammad. 1996. Guru Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindon.

Daroeso, Bambang. 1989. Dasar dan Konsep Pendidikan Moral Pancasila. Semarang: Aneka Ilmu.

Hadi, Sutrisno. 1982. Metodologi Research, Jilid 1. Yogyakarta: YP. Fak. Psikologi UGM.

Melvin, L. Siberman. 2004. Active Learning, 101 Cara Belajar Siswa Aktif. Bandung: Nusamedia dan Nuansa.

Ngalim, Purwanto M. 1990. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Nurhadi, dkk. Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL) dan Penerapannya Dalam KBK. Malang: Universitas Negeri Malang (UM Press).

Riduwan. 2004. Belajar Mudah Penelitian untuk Guru-Karyawan dan Peneliti Pemula. Bandung: Alfabeta.

Sukmadinata, Nana Syaodih. 2004. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Surakhmad, Winarno. 1990. Metode Pengajaran Nasional. Bandung: Jemmars.

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan memesannya via telpon/sms ke  No. HP. 085 641 016 472

PTK SD IPA (MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPA DENGAN METODE PEMBELAJARAN PENEMUAN)

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPA DENGAN METODE PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY) PADA SISWA KELAS VI SDN ABC JAKARTA PUSAT TAHUN PELAJARAN 2008/2009

ABSTRAK

_____________ .Upaya Meningkatkan Prestasi Dan Kualitas Belajar IPA Dengan Metode Pembelajaran Penemuan (discovery) Pada Siswa Kelas VI SDN ABC Jakarta Pusat Tahun Pelajaran 2008/2009

Kata Kunci: pembelajaran ipa, metode penemuan (discovery)

Berhasilnya tujuan pembelajaran ditentukan oleh banyak faktor diantaranya adalah faktor guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar, karena guru secara langsung dapat mempengaruhi, membina dan meningkatkan kecerdasan serta keterampilan siswa. Untuk mengatasi permasalahan di atas dan guna mencapai tujuan pendidikan secara maksimal, peran guru sangat penting dan diharapkan guru memiliki cara/model mengajar yang baik dan mampu memilih model pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan konsep-konsep mata pelajaran yang akan disampaikan.

Permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian ini adalah: (a) Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar siswa dengan diterapkannya pembelajaran penemuan (discovery)? (b) Bagaimanakah pengaruh metode pembelajaran penemuan (discovery) terhadap motivasi belajar siswa?

Tujuan dari penelitian tindakan ini adalah: (a) Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkannya pembelajaran penemuan (discovery). (b) Ingin mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah diterapkannya metode pembelajaran penemuan (discovery).

Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas VI SDN ABC Jakarta Pusat. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar.

Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (67,57%), siklus II (78,38%), siklus III (89,19%).

Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode penemuan (discovery) dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa SDN ABC Jakarta Pusat, serta metode pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran IPA.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2001. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta:Rineksa Cipta.

Combs. Arthur. W. 1984. The Profesional Education of Teachers. Allin and Bacon, Inc. Boston.

Dahar, R.W. 1989. Teori-teori Belajar. Jakarta: Erlangga.

Departemen Pendidiakan dan Kebudayaan, 1994. Petunjuk Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar. Jakarta. Balai Pustaka.

Djamarah, Syaiful Bahri. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineksa Cipta.

Djamarah. Syaiful Bahri. 2002. Psikologi Belajar. Jakarta:Rineksa Cipta.

Erriniati, 1997. Penerapan Strategi Motivasi Belajar Siswa dalam Proses Belajar Menajar Fisika Pokok Bahasan Listrik Statis Kelas VII B Cawu III Tahun Pelajaran 1996/1997 di SLTPN 23 Surabaya. Skripsi yang tidak dipublikasikan. Universitas Negeri Surabaya.

Hamalik, Oemar. 1994. Metode Pendidikan. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Hamalik,Oemar. 2000. Psikologi Belajar dan Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindo.

Hariono, Eko. 2001. Peningkatan Kualitas Pembelajaran Fisika SLTP Berdasarkan Model Penemuan Terbimbing (Guided Discovery). Makalah dijaukan sebagai salah satu syarat mengikuti ujian komprehensif. Program Pascasarjana Uneversitas Negeri Surabaya.

Hasibuan. J.J. dan Moerdjiono. 1998. Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

KBBI. 1996. Edisi Kedua. Jakarta: Balai Pustaka.

Kemmis, S. dan Mc. Taggart, R. 1988. The Action Research Planner. Victoria Dearcin University Press.

Kurniawan, Arif. 2003. Peningkatan Kualitas Pembelajaran IPA Sekolah Dasar dengan Menggunakan Metode PenemuanTerbimbing pada Pokok Bahasan Gaya di SDN III Kediri. Skripsi yang tidak dipublikasikan. Universitas Negeri Surabaya.

Lestari, Eko Puji. 2002. Pengaruh Strategi Pembelajaran Penemuan Terbimbing melalui Diskusi terhapad Peningkatan Pola Berpikir Kritis dan Kreatif Siswa untuk Pokok Bahasan Dinamika Gerak Lurus. Skripsi yang tidak dipublikasikan. Universitas Negeri Surabaya.

Margono. 1997. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineksa Cipta.

Ngalim, Purwanto M. 1990. Psikologi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nur, Moh. 2001. Pemotivasian Siswa untuk Belajar. Surabaya. University Press. Universitas Negeri Surabaya.

Poerwodarminto. 1991. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta:Bina Ilmu.

Purwaningsari. 2002. Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing melalui Model Eksperimen terhadap Prestasi belajar Fisika pada Siswa SMU Muhammadiyah I Nganjuk. Skripsi yang tidak dipublikasikan. Universitas Negeri Surabaya.

Purwanto, N. 1988. Prinsip-prinsip dan Teknis Evaluasi Pengajaran. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Rustiyah, N.K. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Bina Aksara.

Sardiman, A.M. 1996. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Bina Aksara.

Soetomo. 1993. Dasar-dasar Interaksi Belajar Mengajar. Surabaya Usaha Nasional.

Sukidin, dkk. 2002. Manajemen Penelitian Tindakan Kelas. Surabaya: Insan Cendekia.

Suryosubroto. 1997. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta:PT. Rineksa Cipta.

Syafi’udin. 2002. Penerapan Pendekatan Konstruktivis dengan menggunakan Metode Penemuan untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas I MTsN Denanyar. Skripsi yang tidak dipublikasikan Universitas Negeri Surabaya.

Syah, Muhibbin. 1995. Psikologi Pendidikan, Suatu Pendekatan Baru. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Usman, Uzer. 2000. Menjadi Guru Profesional. Bandung:PT. Remaja Rosdakarya.

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan konfirmasi via telpon/sms ke No. HP. 085 641 016 472

PTK SD IPA (MENINGKATKAN MOTIVASI SISWA MENGERJAKAN PEKERJAAN RUMAH (PR) DENGAN METODE PEMBERIAN TUGAS MATA PELAJARAN IPA MATERI MENGIDENTIFIKASI FUNGSI PERNAFASAN HEWAN)

UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI SISWA MENGERJAKAN PEKERJAAN RUMAH (PR) DENGAN METODE PEMBERIAN TUGAS MATA PELAJARAN IPA MATERI MENGIDENTIFIKASI FUNGSI PERNAFASAN HEWAN PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 01 NGLEBAK KECAMATAN TAWANGMANGU KABUPATEN KARANGANYAR SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN 2009/2010

ABSTRAK

Dra. Tri Sulistiyani:       Upaya Meningkatkan Motivasi Siswa Mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR) dengan Metode Pemberian Tugas Mata Pelajaran IPA  Materi Mengidentifikasi   Fungsi   Pernafasan   Hewan  pada  Siswa Kelas V SD Negeri 01 Nglebak Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar Semester 1 Tahun Pelajaran 2009/2010

Kata kunci : Petode penugasan, Motivasi Mengerjakan PR

Tujuan Penelitian ini adalah: “Untuk meningkatkan motivasi mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR) melalui metode pemberian Tugas secara tepat pada siswa Kelas V SD Negeri 01 Nglebak Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar Semester 1 Tahun Pelajaran 2009/2010”

Penelitian ini mengambil lokasi di SD Negeri 01 Nglebak Tawangmangu. Penelitian ini dilakukan dari tanggal 1 Agustus 2009 s. d. tanggal 6 September 2009. Subyek dalam Penelitian Tindakan Kelas ini adalah siswa SD Negeri 01 Nglebak Tawangmangu kelas V Tahun Pelajaran 2009/2010. Teknik pengumpulan data dengan observasi, dokumentasi dan wawancara Analisis Data dengan menggunakan analisis diskripsi kualitatif. Prosedur penelitian dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) terdiri tiga siklus yaitu siklus I, Siklus II, dan Siklus III.

Hasil penelitian: Siklus I siswa yang mengerjakan  PR lengkap sebanyak 5 siswa atau 23%, mengerjakan PR tidak lengkap 11 siswa atau 50% dan tidak mengerjakan PR sebesar 6 anak atau 27%. Pada siklus II siswa yang mengerjakan PR lengkap sebanyak 13 siswa atau 23%, mengerjakan PR tidak lengkap 6 siswa atau 27% dan tidak mengerjakan PR sebesar 3 anak atau 14%. Siklus III sebanyak 22 siswa atau 100% telah mengerjakan PR. Siklus I terdapat 17 siswa atau 77% tidak tuntas dan hanya 5 siswa atau 23% yang berhasil tuntas. Pada siklus II terdapat 5 siswa atau 23% tidak tuntas dan 17 siswa atau 77% tuntas.  Pada  siklus III siswa yang tuntas sebanyak 20 siswa atau 91% sedangkan 2 siswa atau 9% tidak tuntas. Berdasarkan hasil temuan tersebut maka hipotesis tindakan yang mengatakan: “Melalui metode pemberian tugas secara tepat dapat neningkatkan motivasi membuat PR mata pelajaran IPA materi Mengidentifikasi fungsi organ pernafasan hewan pada siswa Kelas V SD Negeri 01 Nglebak Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar Semester 1 Tahun Pelajaran 2009/2010”, terbukti kebenarannya.

Daftar Pustaka

Ali. Muhammad. 1987. Kegiatan Kependidikan Prosedur dan Strategi. Bandung : Angkasa Bandung.

Depdikbud.1999.Garis-garis Besar Program Pengajaran Yang Disempurnakan .Jakarta : Depdikbud.

Djamarah. Syaiful Bahri. Guru dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif.   Jakarta : Rineka Cipta.

Ghufron. M. Nur. 2005. Menumbuhkan Motivasi  Belajar Pada Anak. Artikel. Majalah Gerbang Edisi 11 tahun IV 2005.

Gie. Hu Liang. 1982. Cara Belajar Yang Efisien .Yogyakarta : Gajah Mada University Press.

Gulo, W. 2002, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta : Grasindo.

Hasibuan, JJ. 1998, Proses Belajar Mengajar, Bandung : Remadja Karya,

Kusmana F. E, 1985, Preses Belajar Mengajar : Azas Strategi Dan Metode, Bandung : FIPS IKIP Bandung

Rooijakkers. Ad. 1990. Cara Mengajar Sukses. Jakarta : Gramedia.

Sawunggaling. 1984. Cara belajar Siswa Aktif. Bandung : Sinar Baru.

Sri Utari Subyakto N. 1998. Metodologi Pengajaran Bahasa. Jakarta Depdikbud.

Sudjana. Nana. 1992. Penilaian Pembelajaran. Bandung : Tarsito.

Sugiyanto. 2006. Peranan Media Pembelajaran. Semarang : LPMP Jawa Tengah.

Suratman. Muhadi. 1998. Pengantar Pendekatan Pembelajaran. Bandung : Rosdakarya.

Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia. 1994. Pedoman Yang Disempurnakan. Jakarta : Balai Pustaka.

Trihartanto. Slamet. 2005. Pengembangan Media Pembelajaran. Semarang : LPMP Jawa Tengah.

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan konfirmasi via telpon/sms ke No. HP. 085 641 016 472

PTK SD IPA (UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR I P A MENGGUNAKAN METODE PERCOBAAN DAN PENGELOMPOKAN DISKUSI DENGAN STAD (Student Team Achievement Divicion) DI KELAS V)

UPAYA  PENINGKATAN  PRESTASI  BELAJAR   I P A   MENGGUNAKAN METODE PERCOBAAN DAN PENGELOMPOKAN DISKUSI DENGAN STAD (Student Team Achievement Divicion) DI KELAS V SD NEGERI 1 KALISORO KABUPATEN  KARANGANYAR

ABSTRAK

Proses Pembelajaran adalah kegiatan yang bernilai edukatif. Nilai edukatif tersebut mewarnai interaksi yang terjadi antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa, siswa dengan sumber belajar dalam mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan. Harapan yang ada pada setiap guru adalah bagaimana materi pelajaran yang disampaikan kepada anak didiknya dapat dipahami secara tuntas. Untuk memenuhi harapan tersebut bukanlah sesuatu yang mudah, karena kita sadar bahwa setiap siswa memiliki karakteristik yang berbeda baik dari segi minat, potensi, kecerdasan dan usaha siswa itu sendiri. Dari keberagaman pribadi yang dimiliki oleh siswa tersebut, kita sebagai guru hendaknya mampu memberikan pelayanan yang sama sehingga siswa yang menjadi tanggung jawab kita di kelas itu merasa mendapatkan perhatian yang sama. Untuk memberikan pelayanan yang sama tentunya kita perlu mencari solusi dan strategi yang tepat, sehingga harapan yang sudah dirumuskan dalam setiap Rencana Pembelajaran dapat tercapai.

Berdasarkan pengamatan atau observasi pendahuluan yang peneliti lakukan, ditemukan bahwa siswa Sekolah Dasar Negeri 1 Kalisoro dalam melaksanakan diskusi kelas jarang sekali mengemukakan pendapat, mengajukan pertanyaan, apalagi mengajukan saran. Karena aktivitas siswa yang rendah itu, hasil belajar yang diperoleh juga menjadi rendah. Hal ini dapat kita lihat dari nilai rata-rata hasil ujian semester ganjil kelas tahun pelajaran 2007/2008. Rendahnya hasil belajar siswa disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain rendahnya perhatian siswa dalam mengikuti pelajaran IPA. Guru sering memberikan pelajaran dalam bentuk ceramah dan tanya-jawab, sehingga siswa tidak terangsang untuk mengembangkan kemampuan berfikir kreatif.

Sumber data dikumpulkan dari siswa, guru dan dokumen yang terlibat dalam penelitian. Jenis data yang didapatkan adalah data kualitatif dan kuantitatif yang terdiri dari:, hasil observasi terhadap pelaksana proses pembelajaran, hasil wawancara dan hasil belajar. pada pra penelitian, siklus pertama, siklus kedua, dan siklus ketiga Analisis data dilakukan melalui teknik analisis deskriptif  kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode diskusi dengan percobaan menggunakan pembagian kelompok dengan STAD (Student Team Achievement Divicion)dapat meningkatkan Interaksi pembelajaran siswa dalam pembelajaran materi IPA hal ini dapat dilihat dari perstasi siswa baik secara pribadi maupun secara kelompok, dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa tingkat ketuntasan semakin meningkat diimbangi dengan meningkatnya rata-rata kelas.

Kata kunci : Proses belajar mengajar, tehnik pembelajaran, percobaan, STAD.

DAFTAR PUSTAKA

Arifin Zaena. (1990). Evaluasi Instruksional Prinsip Teknik Prosedur. Bandung : Remadja Karya

Choiriyah, Siti (2006). Acuan Pengayakan Ilmu Pengetahuan Alam . Solo : Sindhunata

Gredler, Margaret E. Ball, (1991). Belajar dan Membelajarkan, Jakarta : Rajawali

Supono, dkk (19760, Energi Gelombang Medan I. Jakarta : Balai Pustaka.

Suryadi, Didi. (1997). Alat Peraga dan Pengajaran Ilmu Pengetahuan Alam . Jakarta : Ditjen Dikdasmen D2 Karunika UT

Winkel. W.S (1987). Psikologi Pengajaran. Jakarta : Gramedia

Yohanes Surya (1997), Olympiade, Jakarta : Galaxy.

Daniel Muijs dan David Reynolds 2000. EffectiveTteaching Teori dan Aplikasi ( Edisi ke -2 ) Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Nana Sudjana. 1995. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.

Gagne, Robert M and Leslie J. Briggs, 1978. Principles of Instructional Design. 2nd Ed, New York : Holt Rinehart and Winstons.

Untuk pemesanan file lengkap silahkan konfirmasi via No. HP. 085 641 016 472 / PIN : 2771D5FB

PTK SD IPA (UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPA DENGAN MENGUNAKAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL (CONTEXTUAL TEACHING LEARNING) PADA POKOK BAHASAN PEREDARAN DARAH BAGI SISWA KELAS V)

UPAYA   MENINGKATKAN   PRESTASI   BELAJAR   IPA   DENGAN MENGUNAKAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL (CONTEXTUAL TEACHING LEARNING) PADA POKOK BAHASAN PEREDARAN DARAH BAGI SISWA KELAS V SEMESTER I IPA SEKOLAH DASAR NEGERI 1 KALISORO KABUPATEN      KARANGANYAR TAHUN PELAJARAN 2007/2008

ABSTRAK

Upaya untuk meningkatkan prestasi belajar IPA pada siswa dipengaruhi oleh banyak faktor yang saling berhubungan baik dari diri siswa atau dari luar siswa. Beberapa masalah yang berhubungan dengan upaya untuk meningkatkan pemahaman siswa pada materi IPA antara lain: siswa, guru, suasana kelas dan penerapan strategi pembelajaran. Selain itu masih banyak lagi masalah yang dapat dikemukakan dan yang herhubungan dengan upaya meningkatkan pemahaman siswa dalam mengikuti pelajaran IPA pada materi peredaran darah pada manusia..

Masalah utama dalam pembelajaran IPA ialah mencari metode atau model pembelajaran yang dapat menyampaikan materi pelajaran secara tepat, yang memenuhi muatan tatanan nilai, agar dapat diinternalisasikan pada diri siswa, sehingga siswa mampu mengimplementasikan hakekat nilai dalam kehidupan sehari-hari. Mata Pelajaran IPA tingkat Sekolah Dasar (SD) kelas V merupakan merupakan bagian dari Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), yaitu suatu Ilmu yang mempelajari gejala dan peristiwa atau fenomena alam serta berusaha untuk mengungkap segala rahasia dan hukum semesta.Objek IPA meliputi mempelajari karakter, gejala dan peristiwa yang terjadi atau terkandung dalam benda – benda mati atau benda yang tidak melakukan pengembangan diri.

Sumber data dikumpulkan dari siswa, guru dan dokumen yang terlibat dalam penelitian. Jenis data yang didapatkan adalah data kualitatif dan kuantitatif yang terdiri dari:, hasil observasi terhadap pelaksana proses pembelajaran, hasil wawancara dan hasil belajar. pada pra penelitian, siklus pertama, siklus kedua, dan siklus ketiga Analisis data dilakukan melalui teknik analisis deskriptif  kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode pembelajaran kontektual CTL (contextual teaching and learning) dengan metode percobaan dapat meningkatkan Interaksi pembelajaran siswa dalam pembelajaran materi IPA hal ini dapat dilihat dari prestasi siswa, dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa tingkat ketuntasan semakin meningkat diimbangi dengan meningkatnya rata-rata kelas.

Kata kunci : Proses belajar mengajar, metode pembelajaran, percobaan, kontektual, CTL (contextual teaching and learning).

DAFTAR PUSTAKA

Arifin, Zainal. 1998. Evaluasi Instruksional Prinsip dan Prosedur. Bandung : CV Karya

Arikunto, Suharsimi. 2000. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.

Arikunto, dkk. 2007. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.

Djamarah, Syaiful Bahri. 2000. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif Jakarta: Rineka Cipta.

Ibrahim, Muslimin. 2000. Pembelajaran Kooperatif. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya. University Press

Johnson, Elaine B. 2006. Contextual Teaching and Learning. Bandung : Mizan Learning Center (MLC)

Lie, Anita. 2008. Cooperatif Learning. Jakarta: Gramedia Widiasarana.

Martinis Yamin. 2006. Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi. Jakarta: Gaung Persada Press.

Melvin K. Silberman. 2004. Active Learning 101 Cara Belajar Siswa Aktiv. Bandung: Nusamedia

Moleong, Lexy J. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Nurhadi. 2000. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo

Sanjaya, Wina. 2005. Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta: Kencana.

Slavin, Robert. 1994. Cooperatif Learning. (Terjemahan Agus Susanto). Boston University

Sudjana, Nana. 1998. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru

Usman, Moh. Uzer dan Lilis Setiawati. 1993. Upaya Optimalisasi Kegiatan Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Umaedi. 2002. Pendekatan Kontekstual. Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama.

Untuk pemesanan file lengkap silahkan konfirmasi via No. HP. 085 641 016 472 / PIN : 2771D5FB