SKRIPSI PENDIDIKAN (TINJAUAN PSIKOLOGIS TOKOH UTAMA DALAM NOVEL “KARENA ANAK KANDUNG” KARYA MUHAMAD ENRI)


TINJAUAN PSIKOLOGIS TOKOH UTAMA DALAM NOVEL “KARENA ANAK KANDUNG” KARYA MUHAMAD ENRI

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Keterkaitan unsur-unsur intrinsik yang membentuk novel “Karena Anak Kandung” karya M. Enri, (2) Faktor psikologis tokoh utama dalam novel  Karena Anak Kandung” karya M. Enri.

Penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif dengan prosedur pembacaan heuristik dan hermeneutik. tinjauan psikologis tokoh utama dalam novel “Karena Anak Kandung” karay M. Enri. Data dalam penelitian ini adalah data yang berwujud kata, frase, ungkapan, dan kalimat yang terdapat dalam novel.

Hasil penelitian adalah: 1) Unsur intrinsik dalam novel meliputi: (a)  Tema cerita adalah pengorbanan yang sangat besar dari seorang ayah  yang telah bercerai dari istrinya untuk tetap mengasuh dan memperjuangkan nasib anak kandungnya (Noviar) meskipun dengan perjuangan yang berat. (b) Tokoh  uatama adalah Khairil, dengan tokoh bawahan adalah Rukhayah, Rohana, St Makalewi, Jamali, Noviar, Dt Nakodoh, A. Palindih, dan Asni. Sedangkan sebagai tokoh tambahan adalah Sabarudin, tetangga Rukhayah, Halimah, Engku Azwar, Mak Ebot, dan Zahara. (c) Penokohan: (1) Khairil: cakap, rajin, sabar, tawakal, yakin dengan pertolongan Tuhan, berbudi luhur, pandai, berkemauan keras, jujur, sopan santun, mengutamakan kepentingan keluarga, pantang menyerah, realistis, berani mengambil keputusan dengan tegas, berperasaan halus, mengutamakan kepentingan anak, (2) Rukhayah: tidak tahan cobaan dan mudah tergoda dengan uang, sombong dan angkuh (setelah kaya), logis dan masih memiliki naluri keibuan, (3) St. Malakewi: sombong, pendendam, angkuh, dan dengki, (4)  Rohana: yang lembut, baik, tapi tak berdaya, (5) Dt. Nakodoh: kaut dalam memegang tradisi adat dan kurang logis, akan tetapi tidak memiliki perilaku yang buruk, (6) Noviar: tidak digambarkan secara jelas dan kurang terlihat dalam drama yang disajikan, (7) Jamali: egois, (8) Ibu Tukhayah: tidak jujur, dan juga silau harta, (9) A. Palindih: sedikit materialis, dan kurang terbuka terhadap nilai kebenaran, (10) Azwar: cukup baik, netral, (11)  Halimah: cukup baik, netral, (12) Asni: baik, teguh pendirian, dan kuat dalam memegang perasaan, (13) Mak Ebot: mampu menghargai kebaikan majikannya, dan memiliki perhatian yang kuat terhadap keluarganya. (d) Setting waktu: Tokoh utama  bersama istrinya diberhentikan dari pekerjaannya, tokoh utama tinggal bersama keluarga Rukhayah, perceraian Khairil dengan Rukhayah, tokoh utama berjuang memperebutkan anak, Khairil kehilangan hak untuk bertemu dengan anak, Rukhayah pindah ke Medan dan terjadi konflik dengan suami barunya,  Rukhayah Insaf dan niat rujuknya ditolak khairil, pertemuan Khairil  dengan Asni, Khairil memutuskan untuk tidak menikah lagi dengan Asni. (e) Setting tempat: Kota Padang, Bukit Tinggi, rumah Rukahyah, rumah orang tua Khairil, Kampung Mata Air, rumah A. Palindih, Medan, rumah baru Rukhayah dan Jamali, rumah Azwar dan Halimah, Kebun Sirih (Rumah Kahiril yang baru), Kebun Raya Bogor, (f) Alur ceritera: Khairil mengalami PHK dari perusahaannya; Khairil dan keluarganya yaitu Rukhayah dan Noviar pulang kampung dan tinggal di rumah Rukhayah; Rukhayah dan keluarganya terhasut oleh St. Malakewi; Khairil belajar bahasa Inggris dan tata buku hingga menhabiskan uang simpanan untuk anaknya, Noviar; Khairil dan Rukhayah bercerai; Rukhayah menikah dengan Jamali, Rukhayah melarang Khairil bertemu dengan anak kandungnya sendiri, Noviar; Khairil gigih memperjuangkan haknya untuk bertemu dan mengasuh anak kandungnya; Rukhayah mengalami konflik membawa perceraian dengan jamali; Rukhayah insyaf dan hendak meminta kembali pada Khairil, akan tetapi ditolak; Khairil berhasil meniti karir dan menjadi orang kaya, serta mengasuh anaknya sendiri, noviar; Khairil bertemu dengan Asni, dan pada alhirnya menolak menikahi Asni demi kepentingan Noviar, (g) Sudut pandang pengarang: pengarang orang ketiga. 2) Kondisi Psikologis tokoh utama berdasarkan konsep Schutz adalah memiliki sisi kejiwaan yang sosial (social behaviour), memiliki sisi kontrol sikap yang demokrat, memiliki sisi afeksi yang personal (personal behaviour).

DAFTAR PUSTAKA

Ali, Lukman. 1967. Bahasa dan Kesusastraan Indonesia Sebagai Cermin Manusia Indonesia Baru. Jakarta: Gunung Agung

Aminudin. 2001. Pengembangan Penelitian Kualitatif dalam Bidang Bahasa dan Sastra. Malang: Hiski Komisariat Malang

Anggraeny, Lisa  dan  Seriyawati. 2007. Menyemai Cinta di Negeri Sakura. Sukoharjo: Samudera.

Arifatun, Nisa. 2009.   Kandungan Nilai Pendidikan Dalam Novel Menyemai Cinta Di Negeri Sakura.

Arifin, Syamsir. 1991. Kamus Sastra Indonesia. Padang: Angkasa Raya.

Atmazaki. 1990. Ilmu Sastra: Teori dan Sastra. Padang: Angkasa Raya.

Diana Ayu Kartika.  2008.  Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Nayla Karya Djenar Maesa Ayu:Tinjauan Psikologi Sastra. Skripsi, Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta

Henry Guntur Tarigan. 1993. Prinsip-Prinsip Dasar Sastra. Jakarta: Angkasa.

Ida Rahmawati. 2008. Analisis Skripsi yang berjudul Tinjauan Psikologis Perwatakan Para Tokoh Utama Dalam Novel Kinanti Karya Margareth Widhy Pratiwi, Semi, M. Atar. 1988. Anatomi Sastra. Padang: Angkasa Raya

Rauftracal. 2009. Novel Populer dan Novel Serius. www.rauftracal.blogspot.com

Mutiaesfand. 2008. Konstruksi Karya Sastra Indonesia. www.penulislepas.com

M. Enri. 2004. Karena Anak Kandung. Novel. Jakarta: Balai Pustaka

Walgito, Bimo. 1997. Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta : Andi Offset

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan memesannya via telpon/sms ke No. HP. 085 641 016 472

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s