SKRIPSI PENDIDIKAN (NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM NOVEL “MEKAR KARENA MEMAR” KARYA ALEX LUMBAN TOBING (ANALISIS SOSIOLOGI SASTRA))


NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM NOVEL “MEKAR KARENA MEMAR” KARYA ALEX LUMBAN TOBING (ANALISIS SOSIOLOGI SASTRA)

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Keterkaitan unsur-unsur intrinsik yang membentuk novel “Mekar Karena Memar” karya Alex Lumban Tobing, (2) Nilai-nilai pendidikan yang termuat dalam novel “Mekar Karena Memar” karya Alex Lumban Tobing.

Penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif dengan prosedur pembacaan heuristik dan hermeneutik. Objek penelitian ini adalah nilai-nilai pendidikan dalam novel Mekar Karena Memar karya Alex Lumban Tobingyang diterbitkan oleh Balai Pustaka edisi 2005. Data dalam penelitian ini adalah data yang berwujud kata, frase, ungkapan, dan kalimat yang terdapat dalam novel Mekar Karena Memar Karya Alex Lumban Tobing.

Hasil penelitian adalah: 1) Unsur unsur instrinsik dalam ceritera pertama yang berjudul “Perkenalan Dengan Harga Manusia” meliputi: (a) Tema ceritera adalah rendahnya harga jasad orang mati yang diperjual-belikan  (b) Tokoh utama adalah “Aku”, tokoh bawahan adalah Lita, dan sebagai tokoh tambahan adalah pengelola kamar rangka (tak disebut namanya), penjual rangka (tak disebut namanya), penjaga kamar mati. (c) Setting waktu: (1) Tokoh lulus tingkat satu fakultas kedokteran, (2) tokoh mulai berkenalan dengan pembantu dalam bangsal potong, (3) Tokoh berkenalan dan berhubungan dengan Lita, (4) Tokoh kehilangan Lita dan akhirnya menemukan cara untuk menghargai perkenalannya dengan  Lita sebagai manusia secara utuh dengan mengikuti jejaknya. (d) Setting tempat adalah bangsal potong, tempat perdagangan gelap organ tubuh mayat, jalan dari gereja menuju ruma Lita, jalan dari kampus ke rumah Lita, dan rumah sakit. (e) penokohan  digambarkan secara dramatik. Tokoh utama memiliki karakter humanis atau memiliki sisi kemanusiaan yang tinggi, lugu, dan kritis-logis. Tokoh Lita memiliki perwatakan tertarik pada hal-hal ilmiah dan belum tertarik pada hal-hal lain, (f) Alur utama adalah (1) Tokoh lulus tingakat 1, (2) Tokoh melakukan pencarian bahan praktikum dan berinteraksi dengan perdagangan organ tubuh orang mati, dan pada akhirnya tokoh merumuskan pandangannya tentang harga manusia yang telah mati, (3) Tokoh belajar di Bangsal potong, (4) Tokoh berkenalan dengan Lita dan terlibat hubungan lawan jenis dengan Lita, (5) Tokoh kehilangan orang yang menarik hatinya dan akhirnya merumuskan pandangan tentang harga perkenalan dengan manusia hidup (Lita), (6) Tokoh mengikuti jejak Lita menekuni Ilmu Urai sebagai bekal Ahli Bedah. Sebagai alur tambahan adalah: (1) Proses ujian yang dialami para mahasiswa kedokteran, termasuk Lita, (2) Tokoh mengejar Lita di Jalan dari kampus menuju rumah Lita, dan akhirnya Lita mengalami Kecelakaan, (3) Proses operasi Lita yang  akkhirnya meninggal. (g) Sudut pandang pengarang adalah pengarang sebagai tokoh utama “Aku”. Unsur-unsur intrinsik dalam ceritera ke dua adalah (a) Tema ceritera adalah sangat penting dan berharganya sebuah organ, dalam hal ini adalah mata sebagai panca indera, bagi manusia yang masih hidup, (b) Setting waktu ceritera adalah tokoh mengalami masa-masa manis dalam hubungan asmara lawan jenis, Herman dan Gloria mulai mengalami kemelut, yaitu dengan dipaparkannya kondisi Herman yang tak dapat melihat pada mata kanan, Gloria berhasil menemukan ahli yang sanggup melakukan pengobatan, dan akhirnya Herman dapat disembuhkan, (c) Setting tempat adalah Kolam renang, laboratorium (ruang praktikum), Telaga Warna, rumah Gloria, tempat dansa, rumah Herman, stasiun, HC Moffit Teaching Hospital, San francisco, (e) tokoh utama ceritera adalah Herman, dan tokoh bawahan adalah Gloria. Sementara itu, sebagai tokoh tambahan adalah ibu Gloria, sedang tokoh tambahan adalah Hamid, Trisno, dan Profesor Wilson, (f) Penokohan ceritera adalah tokoh Gloria digambarkan secara dramatis  dan secara langsung  oleh pengarang, yaitu memiliki karakter kuat pendirian, logis, ilmiah, dan romantis. Karakter Herman lebih digambarkan secara dramatis oleh pengarang, yaitu logis, ilmiah, dan romantis. Perbedaan keduanya adalah Gloria penuh semangat, sedang Herman tidak memiliki semangat sekuat Gloria, (g) Alur utama adalah (1) Masa indah Herman dan Gloria memupuk rasa cinta yang mendalam, (2) Herman menceriterakan kondisi kebutaannya, dan semakin seriusnya penyakit herman setelah beberapa waktu sehingga kedua matanya menjadi buta, (3) Konflik Gloria dengan orang tua Gloria yang menentang hubungan mereka dan konflik Gloria dengan Herman, (4) Herman tinggal di Amerika dan berpura-pura melakukan pengobatan (5) Gloria menemukan majalah tentang penyakit yang diderita Herman dan akhirnya mampu menumbuhkan kemauan Herman untuk sembuh, (6) Herman melakukan pengobatan di California dan akhirnya berhasil disembuhkan. Alur tambahan adalah: (1) Gloria dan Herman mendatangi undangan paman Gloria, (2) Herman mulai mengetahui semakin para penyakit yang dialaminya, Pertemuan Gloria dengan Profesor Wilson, (h) Sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang impersonal. 2) Unsur sosiologi sastra pendidikan ceritera pertama: Unsur kehidupan dunia kampus kedokteran yang ilmiah, unsur normatif sosial, unsur cara berfikir logis-sistematis yang kuat, unsur semangat hidup yang tinggi. Unsur sosiologi sastra pendidikan ceritera ke dua: Unsur membangun cara berfikir logis-sistematis, membangun prinsip berani mencoba (trial and error), ajakan bekerja keras untuk mencapai harapan, nilai religius yang memandang bahwa tindakan hubungan yang mengarah pada hubungan intim saat berpacaran merupakan bentuk penyimpangan dari kebenaran.

DAFTAR PUSTAKA

Ali Imron, Al-Ma’ruf. 2007. Nilai Pendidikan Multikultural dalam Novel Burung-Burung Rantau: Kajian Semiotik. Jakarta: Varia Pendidikan.

Arianto, Sam. 2008. Pemahaman Karya Sastra Novel. www.wordpress.com.

Bungin, Burhan. 2003. Ragam Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: Raja Graffindo

Kartika, Diana Ayu. 2008. Konflik Batin Tokoh Utama dalam Novel Nayla Karya Djenar Maesa Ayu:Tinjauan Psikologi Sastra. Skripsi S1. Surakarta: Universitas Muhammadiuah Surakarta.

Mulyasa, E. 2008. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bandung: Rosda

Setiawan, Bambang. 2007. Metode Penelitian Komunikasi. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Sofa, Mas. 2008. Metode Analisi Isi, Reliabilitas dan Validitas dalam Metode Penelitian Komunikasi. www.wordpress.com.

Sparkling, Chubby. 2008. Metode Analisis Isi. www.parklingchubby.blogspot.com

Sumedi, Pudjo AS dan Mustakim. 2007. Teori Nilai. www.wordpress.com

Tirtarahardja, Umar dan S.L. La Sulo. 2005. Pengantar Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta

Tobing, Alex L. 2005. Mekar Karena Memar. Novel. Jakarta: Balai Pustaka.

Wahyuni. Ari. 2008. Studi Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak Dalam Novel Langit-Langit Cinta Karya Najib Kailany. Skripsi S1. Yogyakarta: Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga

Bambang Kesowo. 2003. Undang-Undang  No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.  Jakarta: Sekretaris Negara RI

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan memesannya via telpon/sms ke No. HP. 085 641 016 472

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s