PTK SMA SEJARAH (MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SEJARAH MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL STAD PADA SISWA KELAS X – 7)


MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SEJARAH MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL STAD PADA SISWA KELAS X – 7

ABSTRAK

Tahun Pelajaran 2006/2007. Meningkatkan Prestasi Belajar Sejarah Melalui Pembelajaran Kooperatif Model STAD Pada Siswa Kelas X-7 .”.Tahun Pelajaran 2006 / 2007.

Kata Kunci: pembelajaran sejarah, kooperatif model stad

Berbagai dampak negatif dalam menggunakan metode kerja kelompok tersebut seharusnya bisa dihindari “jika saja guru mau meluangkan lebih banyak waktu dan perhatian dalam mempersiapkan dan menyusun metode kerja kelompok. Yang diperkanalkan dalam metode pembelajaran cooperative learning bukan sekedar kerja kelompok, melainkan pada penstrukturannya. Jadi, sistem pengajaran cooperative learning bisa didefinisikan sebagai kerja/belajar kelompok yang terstruktur. Yang termasuk di dalam struktur ini adalah lima unsur pokok (Johnson & Johnson, 1993), yaitu saling ketergantungan positif, tanggung jawab individual, interaksi personal, keahlian bekerja sama, dan proses kelompok.

Penelitian inu berdasarkan permasalahan: (a) Apakah pembelajaran kooperatif model STAD berpengaruh terhadap hasil belajar sejarah? (b) Seberapa tinggi tingkat penguasaan materi pelajaran sejarah dengan diterapkannya metode pembelajaran kooperatif model STAD?

Tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Untuk mengungkap pengaruh pembelajaran kooperatif model STAD terhadap basil belajar sejarah. (b) Ingin mengetahui seberapa jauh pemahaman dan penguasaan mata pelajaran Sejarah setelah diterapkannya pembelajaran kooperatif model STAD.

Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas ………………………………. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar.

Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dan siklus 1 sampai siklus III yaitu, siklus 1 (60,71%), siklus TT (75,000/o), siklus III (89,29%).

Simpulan dari penelitian mi adalah metode kooperatif model STAD dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa. …………………………., serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternative sejarah.

DAFTAR  PUSTAKA

AH, Muhammad. 1996. Gum  Dalam  Proses  Belajar Mengajar.   Bandung: Sinar  Baru Algesindon.

Arikunto, Suharsimi. 1989. Penilaian Program Pendidikan. Proyek Pengembangan LPTK Depdikbud. Dirjen Dikti.

Arikunto, Suharsimi. 1993. Manajemen Mengajar Secara Manusiawi. Jakarta: Rineksa Cipta.

Arikunto, Suharsimi. 1999. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineksa Cipta.

Arikunto, Suharsimi. 2001. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Arikunto, Suharsimi. 1999. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineksa Cipta.

Combs. Arthur. W. 1984. The Profesional Education of Teachers. Allin and Bacon, Inc. Boston.

Dayan, Ante. 1972. Pengantar Metode Statistik Deskriptif. Lembaga Penelitian Pendidikan dan Penerangan Kkonomi.

Djamarah, Syaiful Bahri. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineksa Cipta.

Djamarah. Syaiful Bahri. 2002. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineksa Cipta. Foster, Bob. 1999. Seribii Pena SLTP Kelas /.Jakarta: Erlangga.

Hadi, Sutrisno. 1981. Metodologi Research. Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada. Yogyakarta.

Hamalik, Oemar. 1992. Psikologi Belajar dan Mengajar. Bandung: Sinar Baru.

Hamalik, Oemar. 1999. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Hasibuan. J.J. dan Moerdjiono. 1998. Proses   Belajar  Mengajar.   Bandung: Remaja Rosdakarya

Margono. 1997. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta. Rineka Cipta

Mukhlis, Abdul. (Ed). 2000. Penelitian Tindakan Kelas. Makalah Panitian Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah untuk Guru-guru se-Kabupaten Tuban.

Mursell, James (-). Succesftdl Teaching (terjemahan). Bandung: Jemmars.

Ngalim, Purwanto M. 1990. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Nur, Moh. 2001. Pemotivasian Siswa untuk Belajar. Surabaya. University Press. Universitas Negeri Surabaya.

Poerwodarminto. 1991. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Bina Ilmu. Rustiyah, N.KL. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Bina Aksara.

Sardiman, A.M. 1996. interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Bina Aksara.

Slameto, 1988. Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bina Aksara.

Soekamto, Toeti. 1997. Teori Belajar dan Model Pembelajaran. Jakart  PAU-PPA1, Universitas Terbuka.

Suryabrata, Sumadi. 1990. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: Andi Offset.

Suryosubroto, b. 1997. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: PT. Rineksa Cipta.

Syah, Muhibbin. 1995. Psikologi Pendidikan, Snafu Pendekatan Bam. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Usman, Moh. Uzer. 2001. Menjadi Gum Professional. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Wetherington. H.C. and W.II. Walt. Burton. 1986. Teknik-teknik Belajar dan Mengajar: (terjemahan) Bandung: Jemmars.

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan memesannya via telpon/sms ke No. HP. 085 641 016 472

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s