SKRIPSI AGAMA ISLAM (Pengembangan Emotional Quotient/ EQ Siswa Kelas V Untuk Mendukung Proses Pembelajaran Aqidah Akhlak)


PENGEMBANGAN EMOTIONAL QUOTIENT/ EQ SISWA KELAS V DI MI BABADAN KECAMATAN KARANGDOWO UNTUK MENDUKUNG PROSES PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK

ABSTRAK

____________. Pengembangan Emotional Quotient (EQ) Siswa Kelas V MI Babadan Kecamatan Karangdowo Kabupaten Klaten Untuk Mendukung Proses Pembelajaran Aqidah Akhlak. Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri. Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2011.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui: (1) Langkah-Langkah pelaksanaan pengembangan kecerdasan emosional/ EQ yang paling sesuai dengan kondisi siswa kelas V MI Babadan Kecamatan Karangdowo Kabupaten Klaten dalam rangka mendukung proses pembelajaran aqidah akhlak, (2) Bentuk-bentuk kendala yang dilakukan dalam melaksanakan pengembangan kecerdasan emosional/ EQ pada siswa kelas V MI Babadan Kecamatan Karangdowo Kabupaten Klaten.

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK), sedangkan waktu penelitian ini dilaksanakan pada semester gasal tahun 2010/2011. Prosedur penelitian dilakukan dengan dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II, dengan setiap siklus melibatkan aktivitas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran dalam siklus I, pelaksanaan pengembangan EQ telah memberikan kemampuan yang baik pada siswa terkait dengan aktivitas mengenal emosi diri dengan mencatat dan memahami bagaimana perasaan, kehendak atau kemamuan siswa dengan membuat daftar emosi  sebelum, ketika, dan sesudah melakukan perlombaan di kelas. Pelatihan mengelola emosi dalamsiklus I diarahkan untuk mengendalikan diri dari emosi berlebihan baik positif maupun negative. Kemampuan siswa dalam siklus I ini belum baik. Pelaksanaan pembelajaran mengenal emosi orang lain pada siklus I berjalan dengan baik, akan tetapi hasilnya masih dalam taraf sedang. Pembelajaran membina hubungan dalam siklus I berlangsung dengan baik, dimana siswa melaksanakan aktivitas-aktivitas seperti yang diharapkan, akan tetapi hasilnyapun masih dalam taraf sedang. Dalam siklus II, dilakukan pembenahan-pembenahan, dimana pembelajaran mengelola emosi ditingkatkan dengan pelatihan lain yaitu dengan kegiatan saling mengingatkan antar teman, agar hal ini menjadi kebiasaan yang rutin dilaksanakan. Pelaksanaan kegiatan mengenal emosi juga dikembangkan, yaitu dengan pelatihan klasidikasi emosi menjadi emosi positif dan negative secara sederhana. Pelaksanaan pembelajaran mengenal emosi ditingkatkan dengan pertanyaan “Andai kamu jadi saya bagaimana?”. Pelatihan membina hubungan dalam siklus II ditingkatkan dalam aspek intensitas interkasi, yaitu  dengan pelatihan mengomentari secara positif secara berkeliling, dimana teman satu secara bergiliran mengomentari respon temannya terhadap hal-hal yang direkayasa oleh guru, termasuk kegiatan debat pendapat. Meningkatnya kecerdasan emosional siswa ini diikuti dengan peningkatan kualitas akidah akhlak siswa pada siklus II.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad, Mudzakir. (1997). Psikologi Pendidikan. Bandung : Pustaka Setia.

Goleman, Daniel. (2000). Emitional Intelligence (terjemahan Bimo Hananto). Jakata : PT Gramedia Pustaka Utama.

Goleman, Daniel. (2000). Working With Emotional Intelligence (terjemahan Sandy Maarif). Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Gottman, John. (2001). Kiat-kiat Membesarkan Anak yang Memiliki KecerdasanEmosional (terjemahan Sandy Maarif). Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.

Irwanto. (1997). Psikologi Umum. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.

Makmun, H.A. Samsudin. (2007). Psikologi Kependidikan. Bandung: Remaja Rosdakarua

Mila Ratnawati. (1996). Hubungan antara Persepsi Anak terhadap Suasana Keluarga,Citra Diri, dan Motif Berprestasi dengan Prestasi Belajar pada Siswa Kelas VSD Ta’Miriyah Surabaya. Jurnal Anima Vol XI No. 42.

Moch, Nazir. (1988). Metodologi Penelitian.Cetakan 3. Jakarta :Ghalia Indonesia.

Morgan, Clifford T, King, R.A Weizz, JR, Schopler. J, 1986. Introduction ofPsychology, (7th ed), Singapore : Mc Graw Hil Book Company

Muhibbin, Syah. (2000). Psikologi Pendidikan dengan Suatu Pendekatan baru. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.

Saphiro, Lawrence E. (1998). Mengajarkan Emotional Intelligence Pada Anak. Jakarta : Gramedia.

Sarlito Wirawan. (1997). Psikologi Remaja. Jakarta : PT. RajaGrafindo Persada.

Sia, Tjundjing. (2001). Hubungan Antara IQ, EQ, dan QA dengan Prestasi Studi PadaSiswa SMU. Jurnal Anima Vol.17 no.1

Sri, Lanawati. (1999). Hubungan Antara Emotional Intelligence dan Intelektual

Quetion dengan Prestasi Belajar Siswa SMU.Tesis Master : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

Sumadi, Suryabrata. (1998). Psikologi Pendidikan. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada .

Untuk memesan/mendapatkan file lengkap silahkan konfirmasi via telpon/sms ke No. HP. 085 641 016 472

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s