TESIS MAGISTER PENDIDIKAN (Pengaruh Model Pembelajaran Quantum Learning Dan Problem Based Learning Terhadap Prestasi Belajar Fisika)


PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING DAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP PRESTASI BELAJAR FISIKA TINGKAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI KECAMATAN PURWANTORO KABUPATEN WONOGIRI DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SISWA

BAB  I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang Masalah

Sumber daya manusia dapat dikembangkan melalui pendidikan,  karena pada kenyataannya kompetensi yang melekat pada diri seseorang yang berupa kecerdasan, ketrampilan, sikap dan watak serta pola tingkah laku manusia sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan yang diperolehnya, sehingga penyelenggara pendidikan, utamanya pendidikan formal sekolah memiliki tanggung jawab yang besar dalam mengembangkan kualitas sumber daya manusia.

Tugas berat bangsa Indonesia adalah  menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas cerdas, unggul, dan berdaya saing. Sebab hanya dengan sumber daya manusia yang berkualitas bangsa kita mampu bangun dari keterpurukan mengentaskan multi krisis serta sanggup untuk bersaing pada tataran global. Kualitas manusia Indonesia tersebut dihasilkan melalui penyelenggaraan pendidikan yang bermutu, sebagaimana termaktup dalam Undang-Undang Guru dan Dosen (2006: 2), yang menjelaskan bahwa  pendidikan harus mampu membekali peserta didik dengan kecakapan hidup (life skill/ life Competency) yang sesuai dengan lingkungan kehidupan dan kebutuhan peserta didik. Pendidikan harus diarahkan pada usaha sadar untuk menumbuhkembangkan potensi sumber daya manusia melalui kegiatan pembelajaran.

Kualitas pendidikan dipengaruhi oleh berbagai faktor, yang salah satu nya adalah komponen pendidik.  Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Soetjipto dan Raflis, (1994: 2003) bahwa guru sebagai pendidik atau pengajar merupakan faktor penentu kesuksesan setiap usaha pendidikan. Guru senantiasa dituntut pertanggungjawabannya atas kualitas anak didiknya,  sehingga guru harus mampu mengembangkan kompetensi dan potensi dirinya, yang salah satunya adalah meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilaksanakannya di kelas.

DePorter dan Hernacky (2007: 113) menjelaskan bahwa terdapat tiga hal penting yang perlu diperhatikan dalam proses pembelajaran, yaitu modalitas. Dijelaskan bahwa terdapat tiga modalitas dalam diri manusia yaitu modalitas visual (citra grafis maupun warna), auditorial (suara), dan kinestika (gerak) guna mendukung tercapainya proses pembelajaran yang optimal. Siswa yang memiliki modalitas visual tinggi akan lebih berhasil jika proses pembelajarannya banyak dilakukan dengan gambar-gambar, grafik, diagram, memaksimalkan pewarnaan, dan lainnya yang berhubungan dengan citra grafis, sedangkan siswa yang memiliki kemampuan auditorial yang tinggi akan lebih cepat menerima pengetahuan yang memanfaatkan pesan-pesan suara. Demidian juga dengan siswa yang memiliki modalitas kinestika yang tinggi, maka proses belajarnya akan lebih berhasil apabila melibatkan berbagai proses gerakan dalam penyajian materi. Dengan demikian, modalitas ini merupakan hal yang bisa disebut dengan gaya belajar, dan gaya belajar diyakini berkontribusi terhadap keberhasilan proses pembelajaran. Gaya belajar merupakan kombinasi dari bagaimana seseorang menyerap, dan kemudian mengatur serta mengolah informasi (DePorter dan Hernacky, 2007: 112).

Salah satu bidang studi yang dirasa cukup penting untuk diperhatikan terkait dengan pengembangan model pembelajaran yang dilaksanakan pendidik adalah bidang studi Fisika. Materi Fisika tidak hanya terkait dengan konsep-konsep semata, akan tetapi juga membutuhkan logika-logika empiris matematis. Materi Fisika merupakan materi yang berkaitan dengan gejala alam yang diukur dengan pendekatan-pendekatan matematis, sehingga memadukan dua aspek sekaligus yaitu aspek kognitif dan logika. Oleh karena itu, berdasarkan jejak pendapat yang dilakukan terhadap 50 siswa SMP di Kecamatan Purwantoro Kabupaten Wonogiri yang dilakukan secara random pada sekolah yang masih menggunakan pendekatan ekspository, 38 siswa (76% siswa) menganggap bahwa materi Fisika merupakan materi yang cukup sulit dan kurang diminati. Kurang diminatinya materi ini dimungkinkan karena model pembelajaran yang kurang tepat, dimana 30 siswa menyatakan sepakat apabila materi pembelajaran disajikan dengan berbagai percobaan dan siswa diberi kesempatan secara bertahap untuk menjelajahi alasan dan bagimana munculnya suatu konsep serta penyajian dilakukan secara menyenangkan atau meriah, maka hal ini akan menjadi lebih menarik.  Kondisi ini ternyata berdampak pada kurang baiknya prestasi belajar yang dicapai siswa di beberapa SMP di kabupaten Wonogiri berdasarkan ketuntasan minimal belajar yang diperoleh pada sekolah-sekolah yang masih mempertahankan pendekatan pembelajaran yang lama, yaitu ekspositori. Berdasarkan survay lapangan yang telah dilakukan di SMP 1 Slogohimo yang masih menggunakan pendekatan konvensional, hanya terdapat 41% siswa yang tuntas belajar. Dengan demikian, maka diyakini bahwa perlu adanya penelitian yang berkaitan dengan model pembelajaran guna meningkatkan prestasi belajar siswa dalam materi Fisika. Mayoritas SMP  di Sub Rayon 05 kecamatan Purwantoro Kabupaten Wonogiri ini masih menggunakan pendekatan ekspositori.

Berdasarkan atas uraian tersebut, maka diyakini perlu adanya penelitian yang berjudul “Pengaruh Model pembelajaran Quantum Leraning dan Problem Based Learning terhadap Prestasi Belajar Fisika Tingkat Sekolah Menengah Pertama di Kecamatan Purwantoro Kabupaten Wonogiri Ditinjau dari Gaya Belajar Siswa”.

B.  Rumusan Masalah

Berdasarkan atas latarbelakang dan identifikasi masalah yang telah diuraikan, dibuat rumusan masalah penelitian sebagai berikut:

  1. Apakah pembelajaran Quantum Learning (QL), dan Problem Based Learning (PBL) memberikan prestasi yang secara signifikan lebih baik  daripada model pembelajaran Ekspositori dalam bidang studi Fisika?
  2. Apakah siswa yang memiliki kesesuaian gaya belajar tinggi dalam proses pembelajaran memiliki prestasi belajar Fisika yang secara signifikan lebih baik dibandingkan dengan siswa yang memiliki kesesuaian gaya belajar rendah?
  3. Apakah prestasi belajar Fisika siswa yang dilakukan dengan model pembelajaran Quantum Learning dan Problem Based Learning secara signifikan lebih baik daripada prestasi belajar peserta didik yang diberikan pembelajaran dengan pendekatan Ekspositori  jika  ditinjau gaya belajar siswa?

DAFTAR PUSTAKA

Abin Syamsudin Makmun . 2004 . Psokologi Kependidikan . Bandung : PT Remaja Rosdakarya

Adi W. Gunawan . 2003 . Genius Learning Strategy . Jakarta : Gramedia Pustaka Utama

Anonim . 2005 . Ilmu Pengetahuan Alam Materi pelatihan Terintegrasi . Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jendral Pendidikan Dasar Dan Menengah Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama

________. 2005 . Ilmu Pengetahuan Alam-Biologi Materi pelatihan Terintegrasi . Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jendral Pendidikan Dasar Dan Menengah Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama

________. 2005 . Ilmu Pengetahuan Alam-Fisika Materi pelatihan Terintegrasi . Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jendral Pendidikan Dasar Dan Menengah Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama

Arikunto, Suharsimi . 1998 . Manajemen penelitian . Jakarta : Rineka Cipta

Arikunto, Suharsimi . 2008 . Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan . Jakarta : Bumi Aksara

Atwi Suparman, M. . 2001 . Desain Instruksional . Jakarta : Proyek Pengembangan Universitas Terbuka Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi

Bchman, Edmund . 2005 . Metode Belajar Berpikir Kritis dan Inovatif (Edisi terjemahan oleh Bahrul Ulum) . Jakarta : PT Prestasi Pustakaraya

Budiyono . 2004 . Statistika untuk Penelitian . Surakarta : Sebelas Maret University Press

DePorter, Bobbi dan Mike Hernacki . 2007 . Quantum Learning (Edisi terjemahan oleh Alwiyah Abdurrahman) . Bandung : Kaifa PT Mizan Pustaka

DePorter, Bobbi, Mark Reardon dan Sarah Singer-Nourie . 2005 . Quantum Teaching (Edisi terjemahan oleh Ary Nilandari) . Bandung : Kaifa PT Mizan Pustaka

Dick, Walter, Lou Carey dan James O. Carey . 2001 .  The Systematic Design of Instruction . New York : Addison-Wesley Educational Publisher, Inc

Dryden, Gordon dan Jeannette Vos . 2000 . Revolusi Cara Belajar Keajaiban Pikiran (Edisi terjemahan oleh Penerbit Kaifa) . Bandung : Kaifa PT Mizan Pustaka

English, Eveliyn Williams . 2005 . Mengajar dengan Empati (Edisi terjemahan oleh Fuad Ferdinan) . Bandung : Nuansa

Haris Mujiman . 2008 . Belajar Mandiri . Surakarta : Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) UNS dan UPT Penerbitan dan Percetakan UNS (UNS Press)

Hernowo . 2007 . Menjadi Guru yang Mau dan Mampu Mengajar Secara Menyenangkan . Bandung : Mizan Learning Center

Ibrahim Bafadal . 2006 . Peningkatan Profesionalisme Guru Sekolah Dasar dalam Kerangka Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah . Jakarta : PT Bumi  Aksara

Jasmine, Julia . 2007 . Mengajar Berbasis Multiple Intelligences (Edisi terjemahan oleh Purwanto) . Bandung : Nuansa

Joko Subagyo, P. . 1999 . Metode Penelitian dalam Teori dan Praktek . Jakarta : Rineka Cipta

Langer, Ellen J. . 2008 . Mindful Learning (Edisi terjemahan oleh Wosnu T. Hanggoro) . Jakarta : Erlangga

Meier, Dave . 2005 . The Accelerated Learning Handbook (Edisi terjemahan oleh Rahmani Astuti) . Bandung : Kaifa PT Mizan Pustaka

Morrison, Gary R., Steven M. Ross, dan Jerrold E. Kemp . 2001 . Designing Effective Instruction . New York : John Willey & Sons, Inc

Muhibbin Syah . 2006 . Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru . Bandung : PT Remaja Rosdakarya

Muijs, daniel dan David Reynolds . 2008 . Effective Teaching Teori dan Aplikasi (Edisi terjemahan oleh Helly Prajitno Soetjipto dan Sri Mulyantini Soetjipto) . Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Nana Syaodih Sukmadinata . 2007 . Metode Penelirian Pendidikan . Bandung : PT Remaja Rosdakarya

Pupuh Fathurrohman dan M. Sobry Sutikno . 2007 . Strategi Belajar Mengajar . Bandung : PT Refika Aditama

Putra, Yovan P. . 2008 . Memori dan pembelajaran Efektif . Bandung : CV Yrama Widya

Rose, Colin dan Malcom J. Nicholl . Accelerated Learning for the 21st Century (Edisi terjemahan oleh Dedy Ahimsa) . Bandung : Nuansa

Saifuddin Azwar . 2007 . Tes prestasi Fungsi dan Pengembangan Pengukuran Prestasi Belajar . Yogyakarta : Pustaka Pelajar

________. 2008 . Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya . Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Saldino, Sharo E., James D. Russel, Robert Heinich dan Michael Molenda . 2005 . Instructional Technology and Media for Learning . New Jersey : Pearson Education, Inc

Slameto . 2003 . Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya . Jakarta : Rineka Cipta

Suhaenah Suparno, A. . 2000 . Membangun Kompetensi Belajar . Jakarta : Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional

Syaiful Bahri Djamarah . 2005 . Guru dan Anak Didik dalam Ineraksi Edukatif Suatu Pendekatan Teoretis Psikologis . Jakarta : Rineka Cipta

Teguh Sugiyarto dan Eny Ismawati. 2008 . Ilmu pengetahuan Alam untuk SMP/MTs Kelas VII . Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional

Tengku Ramly, Amir . 2006 . Menjadi Guru Bintang Mengajar dengan Cahaya Hati . bekasi : Pustaka Inti

Wenger, Win . 2003 . Beyond teaching & Learning (Edisi terjemahan oleh Ria Sirait dan Purwanto) . Bandung : Nuansa

Wina Sanjaya . 2008 . Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan . Jakarta : Kencana Prenada Media Grup

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan konfirmasi via telpon/sms ke No. HP. 085 641 016 472

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s