PTK SMP BIOLOGI (Motivasi Belajar Mandiri Melalui Model “Problem Based Learning”)


UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MANDIRI MELALUI MODEL “PROBLEM BASED LEARNING” PADA SISWA SMP TERBUKA JATIROTO KABUPATEN WONOGIRI

ABSTRAK

_________, UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MANDIRI MELALUI MODELPROBLEM BASED LEARNINGPADA SISWA SMP TERBUKA JATIROTO  KABUPATEN WONOGIRI. Penelitian Tindakan Kelas. Pasca Sarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Terobosan baru untuk menciptakan kegairahan belajar merupakan keniscayaan yang harus dilakukan guru. Pendekatan pembelajaran konvensional sudah semestinya dibongkar dan diperbaharui dengan pendekatan terbaru.  Problem Based Learning merupakan salah satu model pembelajaran yang mampu meningkatkan motivasi belajar mandiri yang sangat dibutuhkan bagi siswa SMP Terbuka.

Tujuan penenlitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi belajar sekaligus untuk mengetahui sejauhmana peningkatan motivasi belajar mandiri dengan model Problem Based Learning, yang pada gilirannya mampu meningkatkan prestasi belajar siswa. Problem Based Learning untuk meningkatkan kreativitas guru dalam merancang model pembelajaran sehingga akan memperkaya khasanah ide dan pengalaman dalam bidang pembelajaran.

Penelituian ini dilaksanakan di kelas TKB Boto SMP Terbuka Jatiroto, Kabupaten Wonogiri tahun pelajaran 2006/2007 dengan populasi 20 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, kuesioner dan dokumentaer

 Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa model Problem Based Learning menunjukkan hasil yang sangat signifikan. Motivasi belajar mandiri mengalami peningkatan. Hal ini berdasar hasil pengamatan menunjukkan peningkatan sebesar 35 % dan dari data quesionar peningkatan sampai 72.5 % sehingga rata-rata meningkat 53.75%  Daya serap atau ketuntasan belajar siswa juga mengalami peningkatan 45 % dan nilai rata-rata ulangan harian  meningkat 19.6.

Kata Kunci : Problem Based Learning, Motivasi Belajar Masndiri.

DAFTAR PUSTAKA

Anita Lie. 2002. Cooperative Learning.  Jakarta. Grassindo

Bobbi De Porter, Mark Reardon. 1999. Quantum Teaching. Boston. Allyn and Bacon

BSNP. 2006. Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakartta. Badan Standar Nasional Pendidikan.

Depdiknas. 2003. Contextual Teaching and Learning. Jakarta, Dirjen Dikdas Diretorat Pendidikan Lanjutan Pertama

Depdiknas. 2003. Kurikulum Berbasis Kompetensi., Jakarta,  Diklat Mata Pelajaran

Goetz J.P& Le Compte, M.D. 1984. Ethnografi and Kualitatif Desighn In Instructional Recearch, New york, N.Y Academic Press Inc

Hall GenneE. 1986. Competency Based Educations, New Jersey:  Englewood Cliffs, Inc.

Haris Mudjiman. 2007. Belajar Mandiri. Surakarta. Lembaga Pengembangan Pendidikan(LPP)  dan UNS Press.

Kaufman, Roger,A. 1992. Educational System Planning,  New Jersey, Englewood Cliffs

Miles. M.B & Huberman A.M. 1984. Qualitatif Data Analysis: a Sourcebook of New Methods, Beverly Hills , CA: Sage Publication

Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan

Sarwiji Suwandi, 2003. Pendekatan Contekstual teaching and Learning dalam mengimplementasikan KBK. Jakarta, Sinar grafika

Spardley, J.P 1980. Participant Observation, New York, N.Y, Holt, Rinehart, and Winston

Sutopo H.B. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif, Surakarta, Universitas Sebelas Maret Press.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sisrtem Pendidikan Nasional

……… 1995. Modul Orientasi Pengelola SMP Terbuka.  Jakarta. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan konfirmasi via telpon/sms ke No. HP. 085 641 016 472

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s