PTK SD BAHASA INDONESIA (PENINGKATAN KEMAMPUAN APRESIASI CERITA PENDEK SISWA KELAS V DENGAN MODEL TABA)


PENINGKATAN KEMAMPUAN APRESIASI CERITA PENDEK SISWA KELAS V SD NEGERI 01 JOSENAN KECAMATAN TAMAN KOTA MADIUN DENGAN MODEL TABA TAHUN PELAJARAN 2008/2009

ABSTRAK

____________. 2009. Peningkatan Kemampuan Apresiasi Cerita Pendek Siswa Kelas V SD Negeri 01 Josenan Kecamatan Tamara Kabupaten Madiun Tahun Pelajaran 2008/2009. Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FPBS, IKIP PGRI Madiun.

Kata Kunci : Peningkatan Kemampuan, Apresiasi Cerita, Cerita Pendek

Latar belakang penelitian ini diadakan adalah (1) selama ini interaksi belajar pada mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia cenderung konvesional, (2) interaksi belajar hanya sateu arah (guru dengan siswa) tanpa adanya umpan balik, (3) pengajaran masih berpusat pada guru, (4) Guru mendominasi kegiatan belajar mengajar, guru masih dianggap sebagai sumber ilmu atau sumber informasi yang dengan aktif, menjelaskan materi, sedang siswa pasif mendengarkan, mencatat, menerima materi tanpa aktif berpikir dan tanpa komentar atau mengemukakan pendapat, (5) Selama kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung guru jarang mengajak siswa untuk berdiskusi, baik secara individu maupun kelompok.

Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kemampuan mengapresiasikan cerita pendek siswa dalam kegiatan belajar mengajar dengan pada siswa kelas VI SD Negeri 01 Josenan, Kecamatan Taman, Kabupaten Madiun Tahun Pelajaran 2008/2009 melalui model taba.

Pengumpulan data mengunakan nilai rata-rata ulangan sebagai hasil belajar yang mengacu pada standat ketuntasan belajar minimal (SKBM) siswa pada setiap siklusnya dan nilai keaktifan siswa dalam bertanya atau berpendapat dengan mengomentari pendapat siswa lain dalam menjawab pertayaan di LKS atau buku penunjang lainnya.

Dengan penerapan model Taba aktivitas siswa dalam proses pembelajaran dapat dikatakan mengalami peningkatan, sehingga keadaan pembelajaran yang antusias dalam mengikuti pembelajaran yang semula 60 menjadi 66,67 %, keaktifan siswa dalam meranggapi pendapat dari teman yang semula 26,66 % menjadi 40 %, keaktifan siswa dalam bertanya yang semula 26,66 menjadi 33,33%, kemampuan siswa mengapresiasi cerita pendek mengalami perubahan yaitu 73,33% menjadi 80 %.

DAFTAR PUSTAKA

Aminudin. 1990. Pengembangan Penelitian Kualitatif Dalam Bidang Bahasa Dan Sastra:Malang: Hiski Komisariat Malang Dan TA3.

Arikunto Suharsimi. 1998. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek. Rineka Cipta Jakarta.

Bur Rahmanto Dan Harianto. 1997. Metode Pengajaran Sastra. Jakarta: Kanisius.

Hanry Guntur Tarigan. 1997. Prinsip-Prinsip Dasar Sastra. Bandung: Angkasa.

Http://One.lndoskripsi.Com/Content/Pembuktian-Hasil-Belajar-Siswa dalam Pengalaman-Pendekatan-Konstektul.-Pada-Sekolah-Laniutan.

Masnur Muslich.2007. KTSP Pembelajaran Berbasis Kompetensi Dan Kontekstual. Jakarta: Bumi Angkara.

Nurhadi. 2005. Kurikulum 2004. Jakarta: PT Grasindo

Panuti Sudj iman.1991. Memahami Cerita Rekaan. Jakarta: Pustaka Jaya.

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan konfirmasi via telpon/sms ke No. HP. 085 641 016 472

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s