PTK SMP PKN (MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR MAPEL PKn MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PAIKEM)


MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR MAPEL PKn MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PAIKEM GUNA KETERCAPAIAN KETUNTASAN KELAS VII D SMP N I KARANGDADAP SEMESTER GENAP TAHUN 2010/2011

BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang Masalah

Sebagaimana lazimnya semua mata pelajaran, mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan memiliki visi, misi, tujuan dan ruang lingkup isi. Visi mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan adalah terwujudnya suatu mata pelajaran yang berfungsi sebagai sarana pembinaan watak bangsa ( national character building ) dan pemberdayaan warga Negara. Adapun misi mata pelajaran ini adalah membentuk warga Negara yang baik, yakni warga Negara yang sanggup melaksanakan hak dan kewajibannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sesuai dengan UUD 1945.

Adapun tujuan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan adalah mengembangkan kompetensi sebagai berikut :

  1. Berpikir secara kritis, rasional dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan.
  2. Berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab dan bertindak secara cerdas dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta anti korupsi.
  3. Berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan karakter-karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsa-bangsa lainnya.
  4. Berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain dalam persatuan dunia secara langsung atau tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.

Rumusan tujuan tersebut sejalan dengan aspek-aspek kompetensi yang hendak dikembangkan dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Aspek-aspek kompetensi mencakup pengetahuan-pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge),keterampilan kewarganegaraan ( civic skills ), dan watak atau karakter kewarganegaraan (civic dispositions).

Ketidak adanya ketertarikan, kegairahan ataupun minat terhadap pelajaran berakibat pada rendahnya penguasaan materi, hal ini dapat dilihat dari :

  1. Dalam pelaksanaan pelajaran guru bertanya tentang materi yang sudah disampaikan hanya beberapa siswa yang dapat menjawab ( 15 dari 35 siswa atau 42,86% ).
  2. Dalam ulangan harian yang mendapatkan nilai baik diatas KKM hanya 14 siswa atau 40%.

Kondisi awal mutu pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan siswa kelas VIID SMP Negeri 1 Karangdadap masih rendah, hal itu ditujukan dengan kurang adanya minat mempelajari PKn dan hasil ulangan yang rendah. Sebagai gambaran dan rincian berhubungan dengan KKM dan KTSP dari 35 siswa yang mendapatkan nilai mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) hanya 14 siswa (40%), batas ketuntasan untuk mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang ditetapkan dalm kurikulum sekolah (KTSP) %, dalam hal ini masih terdapat kesenjangan 45%, sedangkan presentase siswa yang berminat terhadap mata pelajaran PKn hanya 38,46% dari jumlah siswa (35). Pembelajaran yang selama ini dilakukan adalah proses pembelajaran yang berlangsung satu arah, yaitu guru cenderung aktif dari awal sampai akhir pelajaran. Di kelas lebih dari 50% siswa hanya mendengarkan penjelasan guru, akibatnya siswa merasa jenuh dan bosan. Keadaan seperti inilah yang membuat siswa beranggapan bahwa pelajaran pendidikan kewarganegaraan sebagai pelajaran hafalan yang membosankan akibatnya siswa tidak termotivasi, tidak ada minat untuk mempelajari pendidikan kewarganegaraan dengan baik, sehingga hasil yang didapat rendah.

Kondisi semacam ini ternyata diamati juga oleh teman sejawat yaitu guru mapel IPS Terpadu dan guru bahasa jawa, kemudian kami diskusi. Berdasarkan temuan dan fakta di kelas semester dan tahun yang sama kami menyimpulkan : rendahnya nilai yang di capai dalam ulangan harian karena kurangnya minat untuk mempelajari mata pelajaran, kurangnya minat akibat dari pembelajaran yang monoton/searah yaitu ceramah. Dari hasil diskusi pula kami memandang sangat perlu mencari solusi untuk memecahkan masalah, dengan merumuskan : menumbuhkan minat siswa terhadap mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan (untuk PKn) guru mencapai KKM melalui PAIKEM

Mengapa penulis mengambil cara mencapai KKM dengan menumbuhkan minat siswa melalui metode diskusi. Kata minat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, minat diartikan sebagai “kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu”. Dalam bahasa yang lebih simpel, minat kadang dipadamkan juga dengan “gairah” atau “keinginan yang menggebu-gebu” jadi apabila kegembiraan dikaitkan dengan siswa menjadi gembira lantaran di dalam dirinya memang ada keinginan mempelajari suatu materi pelajaran.

Tentang minat Dave meier dalam buku The Acceleroled Learning Handbook yang di tulis dan di terjemahkan oleh Hernowo dalam buku menjadi guru yang mau dan mampu mengajar searah menyenangkan dirumuskan menyenangkan atau membuat suasana belajar dalam keadaan gembira bukan berarti menciptakan suasana ribut dan  hura-hura. Ini tidak ada hubungannya dengan kesenangan yang sembrono dan kemeriahan yang dangkal “kegembiraan” disini berarti bangkitnya minat, adanya keterlibatan penuh, serta terciptanya  makna, pemahaman ( penguasaan atas materi yang dipelajari ) dan nilai yang membahagiakan pada diri siswa.

Dalam Buku Pendekatan Ketrampilan Proses Bagaimana Mengaktifkan Siswa dalam Belajar, oleh Conny Semiawan cs, penerbit PT. Gramedia Widia Sarana Indonesia, menjelaskan metode diskusi ialah suatu cara menyampaikan pelajaran melalui sarana pertukaran pikiran untuk memecahkan persoalan yang di hadapi. Metode diskusi memiliki keuntungan antara lain :

  1. Mempertinggi peran serta secara perorangan.
  2. Mempertinggi peran serta kelas secara keseluruhan.
  3. Memupuk sikap saling menghargai pendapat orang lain.
  4. Persoalan yang pas di diskusikan hendaknya memiliki syarat-syarat :
  5. Menarik perhatian siswa
  6. Sesuai dengan tingkat perkembangan siswa
  7. Memiliki lebih dari satu kemungkinan pemecahan atau jawaban
  8. Umumnya tidak mencari mana jawaban yang benar, melainkan mengutamakan pertimbangan dan perbandingan

Dengan alasan dan penjelasan tentang minat dan PAIKEM tadi penulis mau mencoba mengentaskan masalah yang ada di kelas VIID SMP N 1 Karangdadap Kabupaten Pekalongan.

B.   Identifikasi Masalah

Kondisi awal mutu pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan siswa kelas VII D SMP N I Karangdadap semester genap Th.Pelajaran 2010/2011 masih rendah. Motifasi belajar siswa kurang. Dari kondisi awal tersebut muncul pertanyaan :

Mengapa proses pembelajaran di kelas VII D SMP N I Karangdadap siswa-siswinya kurang berminat.

Mengapa hasil pembelajaran di kelas VII D SMP N I Karangdadap masih rendah?

Mengapa hasil pembelajaran PKn kelas VII D semester genap Th 2010/2011 SMP N I Karangdadap masih rendah?. Berdasarkan hasil kenyataan tersebut, maka perlu adanya usaha untuk meningkatkan hasil belajar guna ketercapaian ketuntasan.

Berdasarkan pengamatan  hasil belajar rendah karena siswa kurang minat dalam mempelajari mapel PKn. Siswa kurang minat dalam mempelajari mapel PKn karena penyajian mapel PKn masih konvensonal yaitu didominasi metode ceramah.

Untuk dapat meningkatkan hasil belajar maka perlu adanya upaya mengatasi persoalan diatas yaitu meningkatkan minat dengan cara menggunakan metode yang dapat menarik perhatian siswa/minat siswa dengan pendekatan model pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran yang mengaktifkan siswa, siswa mencari dan menemukan, siswa berkreatif selama pelajaran, proses pembelajaran betul-betul efektif dan suasana yang menyenangkan) Dengan pendekatan model pembelajaran  PAIKEM siswa tertarik  terhadap mapel PKn dan hasil dapat meningkat.

C. PEMBATASAN MASALAH.

 Dalam penelitian ini obyek penelitian adalah siswa kelas VII D SMP N I Karangdadap  semester genap tahun pelajaran 2010/2011 dengan materi Mendeskripsikan makna proklamasi kemerdekaan dan konstitusi yang pertama, dengan alat peraga Teks Proklamasi dan UUD 1945 melalui tayangan slide show. Siswa menyimak dan mencari dalam buku BSE maupun LKS dan melihat    tayangan  untuk menemukan tujuan pembelajaran, guru menyampaikan Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator dan juga Tujuan Pembelajaran. Penelitian dilaksanakan pada bulan September – Nopember 2010.

D. RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan hasil evaluasi dan pengamatan peneliti dan teman sejawat terungkap bahwa terdapat banyak siswa kelas VIID kurang berminat untuk mempelajari mapel PKn dan nilai ulangan harian tidak mencapai KKM. Guru sebagai tenaga profesional harus dapat membangkitkan minat siswa dan menerapkan metode PAIKEM yang tepat untuk menyampaikan materi pelajaran. Berangkat dari Realita dan harapan diatas, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut :

  1. Apakah dengan menumbuhkan minat dapat meningkatkan hasil belajar?
  2. Apakah melalui model pembelajaran PAIKEM dapat meningkatkan hasil belajar?

DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi Abu 1985. Tehnik Belajar yang tepat. Jakarta : Mutiara Permata Widya

Dirjen Dikdasmen 1996, Buku Panduan Pemasyarakatan Buku dan Minat Baca

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan 1997, Laporan lokakarya pengembangan minat dan kegemaran membaca

Hernowo 2005,           Menjadi guru yang mau dan mampu mengajar secara menyenangkan.    Bandung : PT. Mizan Media Utama.

Ikhrom 2010, Traner Nasional Actif Learning ASMIDO Jawa Tengah.

SemiawanConnyCs,1992. Pendekatan Ketrampilan Proses. Jakarta : PT. Gramedia Widia sarana Indonesia.

Soegondo P. 1982.  Strategi Belajar MengajarJakarta : Rineko Cipta

Supriyono Agus 2009, Cooperative Learning,Teori dan Aplikasi PAIKEM, Surabaya; Pustaka Pelajar

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan konfirmasi via telpon/sms ke No. HP. 085 641 016 472

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s