PTK SMA BIMBINGAN KONSELING (MENINGKATKAN KONSEP DIRI YANG POSITIF MELALUI KONSELING PEER GROUP)

MENINGKATKAN KONSEP DIRI YANG POSITIF MELALUI KONSELING PEER GROUP PADA SISWA KELAS X.5 DI SMA NEGERI 56 JAKARTA

ABSTRAK

MENINGKATKAN KONSEP DIRI YANG POSITIF MELALUI KONSELING PEER GROUP PADA SISWA KELAS X.5 DI SMA NEGERI 56 JAKARTA

Penelitian ini berangkat dari fenomena yang terjadi di lapangan yaitu di SMA Negeri 56 Jakarta bahwa banyak siswa menunjukkan perilaku seperti: sangat peka terhadap kritik, hiperkritis terhadap orang lain, responsif berlebihan terhadap pujian, kurang mampu mengendalikan emosi, kurang yakin akan kemampuan diri sendiri dan pesimis terhadap kompetisi. Gejala-gejala tersebut mengidentifkasikan bahwa siswa kurang memiliki konsep diri yang positif.

Fenomena di atas mendorong peneliti untuk mengkaji efektifitas konseling peer group dalam meningkatkan konsep diri yang positif pada siswa.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah suatu kajian reflektif yang dilakukan konselor dalam meningkatkan kemampuannya berfikir secara rasional dan bertindak untuk memperbaiki kualitas bimbingan terhadap siswa sehingga diperoleh kesimpulan: 1) konseling peer group dalam layanan pribadi sosial dapat meningkatkan konsep diri yang positif pada siswa sebesar 8,66% pada siklus I dan meningkat lagi sebesar 11,46% pada siklus II; 2) melalui konseling peer group, siswa terlatih dan terampil dalam meningkatkan konsep dirinya yang positif.

Penelitian ini menghasilkan rekomendasi yang ditujukan pada peneliti selanjutnya untuk mengkaji efektifitas konseling peer group dengan meneliti variabel yang sama dengan jumlah sampel yang relatif lebih besar sehingga hasil penelitian lebih representatif.

Kata Kunci : Konsep diri yang positif, konseling peer group

DAFTAR PUSTAKA

Http://digilib.unnes.ac.id/gsdl/cgi-bin/librari 2009, Efektivitas Kegiatan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Peer Group untuk meningkatkan konsep diri yangpositif.

Muslihuddin, 2009., Kiat Sukses Melakukan Penelitian Tindakan Kelas, Bandung, CV. Lotus Mandiri.

Suherman Uman, 2007, Materi Layanan Informasi dalam Bimbingan dan Konseling, Bekasi, Madani Production.

Rusmana Nandang, 2008, Pelatihan Teknik-Teknik Bimbingan Kelompok Menggunakan Latihan Kelompok, UPI Bandung.

Tim Bimbingan dan Konseling, 2008, Materi dan Metodologi Pembelajaran Bimbingan dan Konseling, UPI Bandung, tidak diterbitkan.

Undang – Undang Sistim Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003, Jakarta.

WinkelW.S, 1991, Bimbingan dan  Konseling di Institusi Pendidikan, Jakarta, PT Gramedia Widiasarana Indonesia.

Yusuf Syamsu, 2002, Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja, Bandung, PT Remaja Rosda Karya

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan konfirmasi via telpon/sms ke No. HP. 085 641 016 472  / PIN : 2771D5FB

PTK SMA BIMBINGAN KONSELING (UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA MELALUI PENGGUNAAN KONSELING TRAIT AND FACTOR BAGI SISWA DENGAN PRESTASI 10 RENDAH)

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA MELALUI PENGGUNAAN KONSELING TRAIT AND FACTOR BAGI SISWA DENGAN PRESTASI 10 RENDAH YANG ADA DI KELAS XI-S1 SMA NEGERI 6 SURAKARTA PADA TAHUN PELAJARAN 2009/2010

ABSTRAK

Permasalahan seputar prestasi belajar siswa yang ada di dalam setiap kelas pada dasarnya merupakan permasalahan yang harus ditangani bersama. Rendahnya prestasi belajar siswa merupakan salah permasalahan yang mendasar dalam setiap kelas. Di kelas XI-S1 SMA Negeri 6 Surakarta terdapat kecenderungan yang tetap pada siswa yang mempunyai prestasi belajar yang rendah. Sehingga tidak heran apabila kelompok 10 rendah kelas selalu diduduki oleh beberapa siswa tertentu saja. Hal ini menimbulkan kesenjangan dalam kelas apabila dibiarkan secara berlarut-larut. Bimbingan konseling juga bertanggung jawab terhadap kondisi ini. Untuk itu guru bimbingan konseling mencoba menerapkan model bimbingan konseling dengan trial and factor dalam rangka mengatasi permasalahan ini.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan konseling trail and factor dalam meningkatkan prestasi belajar siswa dengan prestasi 10 rendah yang ada di Kelas XI-S1 SMA Negeri 6 Surakarta pada tahun pelajaran 2009/2010.

Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Data yang diperoleh dalam penelitian ini meliputi: data dokumentasi dari arsip prstasi belajar siswa, dan hasil observasi langsung pada siswa yang menjadi klien dalam bimbingan konseling ini. Focus penelitian in adalah 10 siswa yang mempunyai prestasi 10 rendah kelas. Dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif interaktif menurut teori HB. Sutopo.

Hasil penelitian ini adalah 1) Pelaksanaan proses bimbingan konseling yang dilakukan dengan model trial and factor yang ada pada siswa dengan prestasi 10 rendah yang ada di kelas XI-S1 SMA Negeri 6 Surakarta pada tahun pelajaran 2009/2010 ini mampu memberikan perubahan prestasi belajar beberapa siswanya.  Hal ini ditunjukan dengan adanya peningkatan rata-rata nilai dalam ujian yang ada pada semester I tahun pelajaran 2009/2010 baik ujian mid semester maupun ujian akhir semester. Selain itu juga terdapat peningkatan peringkat kelas dari beberapa siswa setelah dilakukan proses bimbingan konseling dengan menerapkan model trial and factor. 2) Proses bimbingan konseling yang dilakukan dengan model trial and factor yang diterapkan dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa dengan prestasi 10 rendah yang ada di kelas XI-S1 SMA Negeri 6 Surakarta tahun pelajaran 2009/2010 belum dapat dilaksanakan secara sempurna. Hal ini dikarenakan dari hasil pelaksanaan proses bimbingan konseling ini belum menunjukkan perubahan yang cukup berarti dari sebagian besar siswa yang diberikan konseling.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsini. 2006. Prosedur Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta.

Aunurrahman. 1998. Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar. Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

Dimyati Mahmud. 2000. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: Fakultas Ilmu Pendidikan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Edi Legowo.2003. Analisis Pengubahan Tingkah Laku. Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret

Elizabeth Hurlock. 1999. Perkembangan Anak. Jakarta: Erlangga

Hamalik Oemar. 2004. Prses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.

Iqbal Hasan. 2002. Pokok-Pokok Materi metodologi Penelitian dan Aplikasinya. Jakarta: Ghalia Indonesia

____________.2002. Pokok-Pokok Materi Statistik 2. Jakarta: Bumi Aksara

Margaret Bell. 2001. Belajar dan Membelajarkan. Jakarta: Rajawali Pers

Marzuki. 2002. Metodologi Riset. Yogyakarta: Bagian Penerbitan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia

Muhibbin Syah. 2005. Psikologi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya

Nana Syaodih. 2003. Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya

Sardiman. 2002. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada

Singgih Gunarso.2002. Konseling dan Psikoterapi. Jakarta: Gunung Mulia

Slameto. 2005. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta

Soedomo Hadi. 2005. Pengelolaan Kelas. Surakarta: Lembaga Pengembangan Pendidikan UNS dan UPT Penerbitan Percetakan UNS

Soetrisno Hadi. 2001. Metode Research. Yogyakarta: Andi Offset.

Soli&Thayeb. 2002. Teknik dan Laboratorium Konseling. Jakarta: departeman Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Proyek Pendidikan Tenaga Akademik

Sugiyono, 2005, Metode Penelitian, Bandung : Alfa Beta.

Suharsimi Arikunto. 2002. Produr Penelitian suatu Pendidikan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta

Trisno Martono. 2005. Strategi Belajar-Mengajar. Surakarta: departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Universitas Sebelas Maret

Thulus Hidayat dkk, 2001. Psikologi Pendidikan. Surakarta: FKIP Universitas Sebelas Maret

Yamin, Martini, 2006, Sertifikasi Profesi Keguruan di Indonesia, Jakarta : Putra Grafika.

Winkel WS, 2001. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Jakarta: Grasindo

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan konfirmasi via telpon/sms ke No. HP. 085 641 016 472

PTK SMA BIMBINGAN KONSELING (UPAYA MENGOPTIMALKAN BIMBINGAN KONSELING UNTUK MENGATASI PERILAKU MENYIMPANG )

UPAYA MENGOPTIMALKAN BIMBINGAN KONSELING UNTUK MENGATASI PERILAKU MENYIMPANG SISWA KELAS X 1 SMA NEGERI 1 NGUTER SUKOHARJO

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah

Pada zaman modern seperti sekarang ini bertemulah banyak kebudayaan sebagai hasil dari makin akrabnya komunikasi daerah, nasional dan internasional. Percampuran bermacam-macam budaya itu dapat berlangsung lancar dan lembut, akan tetapi tidak jarang berproses melalui konflik personal dan sosial yang hebat. Banyak pribadi yang mengalami gangguan jiwa dan muncul konflik budaya yang ditandai dengan keresahan sosial serta ketidakrukunan kelompok-kolompok sosial. Sebagai akibat lanjut timbul ketidaksinambungan, disharmoni, ketegangan, kecemasan, ketakutan, kerusuhan sosial dan perilaku yang melanggar norma-norma hukum formal. Situasi sosial yang demikian ini mengkonsionir timbulnya banyak perilaku paotogis sosial atau sosiopatik yang menyimpang dari pola-pola umum, sebab masing-masing orang hanya menaati norma dan peraturan yang dibuat sendiri.

 Sebagian besar dari mereka bertingkah laku seenak sendiri tanpa mengindahkan kepentingan orang lain, bahkan suka merampas hak-hak orang lain. Akibatnya muncullah banyak masalah sosial yang disebut dengan tingkah laku sosiopatik, deviasi sosial, disorganisasi sosial, disintegrasi sosial dan diferensiasi sosial.

Perilaku menyimpan seperti kenakalan merupakan bagian dari masalah sosial yang seringkali muncul di berbagai daerah. Perkembangan remaja yang saat ini terjadi sangat relevan dengan perilaku yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku, sehingga seringkali pergaulan ini menyebabkan masalah sosial apabila tidak ada pengawasan yang ketat dari berbagai pihak yang terkait seperti keluarga, lingkungan, pemerintah maupun sekolah.

Sebagai dampak dari kondisi yang semacam ini banyak orang lalu mengembangkan pola tingkah laku menyimpang dari norma-norma hukum, dengan jalan berbuat semaunya sendiri demi keuntungan sendiri dan kepentingan pribadi, kemudian mengganggu dan merugikan pihak lain.

Tingkah laku menyimpang menurut Supartinah Sadli yang dikutip oleh Sofyan S. Willis adalah “Tingkah laku yang melanggar atau bertentangan atau menyimpang dari aturan-aturan normatif.” Dari definisi ini jelaslah bahwa asumsi  terhadap tingkah laku yang menyimpang ditentukan oleh norma-norma yang dianut oleh anak. Masyarakat adalah komunitas terakhir yang menentukan apakah anak melakukan perilaku menyimpang.

Pendidikan merupakan kunci dalam membentuk kehidupan manusia ke arah peradabannya, menjadi sesuatu yang sangat strategis dalam mencapai tujuan. Sekolah dan lembaga sejenis dapat dipandang sebagai komunitas masyarakat yang memerlukan pembinaan secara optimal. Unsur-unsur yang ada di dalamnya adalah calon manusia yang mempunyai potensi untuk melanjutkan kehidupan bangsa ini. Bila mereka mendapatkan pendidikan nilai-nilai keagamaan yang tepat akan menjadi pondasi spiritual yang kuat bagi perkembangan pendidikan mereka selanjutnya.

Sebagai landasan yuridis menurut Undang-undang sistem pendidikan nasional nomor 20 tahun 2003 Bab II pasal 3, pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar enjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab. (Sisdiknas, 2003 : 6).

Pengembangan nilai-nilai di Taman Kanak-kanak berkaitan erat dengan pembentukan perilaku manusia, sikap, dan keyakinan. Oleh karena itu, diperlukan berbagai inovasi pengembangan yang komprehensif sesuai dengan perkembangan dan kemampuan anak didik. Untuk melaksanakan program pembelajaran nilai-nilai agama Islam, guru harus mempelajari berbagai pendekatan yang sesuai dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan anak didik, menyiapkan kurikulum, dan adanya kesinambungan antar satu program pengembangan dengan program lainnya.

Metode dan pendekatan berfungsi sebagai nilai untuk mencapai tujuan yaitu pembentukan perilaku anak yang positif. Dalam pendekatan ini, guru perlu mempertimbangkan berbagai hal seperti tujuan yang hendak dicapai, karakteristik anak, jenis kegiatan, nilai/kemampuan yang hendak dikembangkan, pola kegiatan, fasilitas/media, situasi dan tema/sub tema yang dipilih dalam setiap pembelajaran yang akan diberikan guru.

Dalam pola pelaksanaan pendidikan tidak terlepas peran keluarga, sekolah maupun masyarakat, bahkan dari kenyataan bahwa pendidikan keluarga merupakan lembaga pendidikan yang pertama yang kehidupan anak-anak maupun menerapkan sebagai makhluk sosial, disamping itu keluarga sangat berperan dalam pembentukan watak, tingkah laku, moral dan pendidikan kepada anak. Disamping itu keluarga juga sebagai tempat untuk belajar memahami dirinya tempat belajar tentang norma yang ada itu.

Dari uraian diatas dapat dijadikan alasan bahwa pendidikan merupakan selah satu institusi yang penting sebagai pembentuk perilaku anak untuk mengembangkan perilaku anak kearah yang lebih baik. Untuk memberikan kemudahan dalam memahami uraian diatas maka tugas akhir ini di berikan judul : Upaya Mengoptimalkan Bimbingan Konseling Untuk Mengatasi Perilaku Menyimpang Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Nguter .

B.     Pembahasan Masalah

Untuk memberikan kemudahan dalam memahami persoalan maka diberikan pembatasan persoalan yaitu :

  1. Pelaksanaan bimbingan konseling kepada siswa
  2. Metode dan cara melakukan bimbingan konseling.
  3. Siswa sebagai obyek yang berperilaku menyimpang.

C.    Perumusan Masalah

Dari latar belakang dan pembatasan masalah yang telah dipaparkan diatas dapat diambil rumusan permasalahan yaitu : Apakah dengan menggunakan layanan bimbingan konseling dapat mengatasi perilaku menyimpang siswa di kelas X1 SMA Negeri 1 Nguter Sukoharjo ?

DAFTAR PUSTAKA

Agus Sulistyo dan Adi Mulyono. 2004. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Surakarta : Penerbit Ita.

Bambang Sujiono. 2005. Mencerdaskan Perilaku Anak Usia Dini. Jakarta: Penerbit PT. Elex Media Komputindo.

Bambang Sujiono. 2005. Mencerdaskan Perilaku Anak Usia Dini. Jakarta: Penerbit PT. Elex Media Komputindo.

Basuki Wibawa. 2003. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Depdiknas, Dirjen PDM Direktorat Tenaga Kependidikan.

Edi Purwanta. 2005. Modifikasi Perilaku. Jakarta : Departemen Pendidikan tinggi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Direktorat Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan dan Ketenagaan Perguruan Tinggi.

Elizabeth B. Hurlock. 1990. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Penerbit Gelora Aksara Pratama.

Harris Clemes dan Reynold Bean. 2001. Mengajarkan Disiplin Kepada Anak. Jakarta : Mitra Utama.

Suryadi. 2006.  Kiat Jitu dalam Mendidik Anak. Jakarta : Penerbit Mahkota.

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan konfirmasi via telpon/sms ke No. HP. 085 641 016 472