PTK PLB (Penggunaan Modifikasi Permainan Dakon Untuk Meningkatkan Kecepatan Menghitung Dalam Operasi Penjumlahan Bilangan Bulat Pada Anak Tunanetra)

PENGGUNAAN MODIFIKASI PERMAINAN DAKON UNTUK MENINGKATKAN KECEPATAN MENGHITUNG DALAM OPERASI PENJUMLAHAN BILANGAN BULAT PADA ANAK TUNANETRA KELAS IV DI SLBN GEDANGAN SIDOARJO

ABSTRAK

___________ : Penggunaan modifikasi permainan dakon untuk meningkatkan kecepatan menghitung dalam operasi penjumlahan bilangan bulat pada anak Tunanetra kelas IV di SLBN Gedangan Sidoarjo

Kata Kunci : Modifikasi permainan dakon, penjumlahan bilangan bulat, anak tunanetra

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang kecepatan menghitung serta meningkatkan hasil pembelajaran matematika tentang penjumlahan bilangan bulat pada anak tunanetra kelas IV di SLB Negeri Gedangan Sidoarjo. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Penelitian ini bersifat kolaborasi. Jumlah siswa yang dijadikan subyek penelitian 4 siswa tunanetra.

Tulisan ini bertolak dari instropeksi yang penulis lakukan setelah pembelajaran siswa pada materi tentang bilangan bulat dengan indikator melakukan operasi hitung penjumlahan bilangan bulat dengan menggunakan garis bilangan. Setelah para siswa belajar sesuai dengan alokasi waktu yang ada, ternyata hasil penilaiannya kurang memuaskan. Hal ini penulis ketahui setelah mengadakan analisis hasil ulangan. Penulis menduga bahwa penggunaan garis bilangan pada operasi penjumlahan bilangan bulat membuat siswa jenuh dan pembelajaran kurang menarik. Dari intropeksi diatas, maka penulis menciptakan alat  atau media yang diharapkan membuat siswa lebih mudah memahami materi, aktif, kreatif, afektif dan menyenangkan yaitu modifikasi permainan dakon dan cara penggunaannya untuk meningkatkan kecepatan menghitung dalam operasi penjumlahan bilangan bulat pada anak tunanetra kelas IV.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penelitian tindakan kelas dan modifikasi permainan dakon dapat meningkatkan kecepatan menghitung dalam operasi penjumlahan bilangan bulat, serta dapat meningkatkan hasil pembelajaran (Mencapai hasil belajar tuntas).

DAFTAR RUJUKAN

Achmad DS. 1996. Pengelolaan Kegiatan Belajar Mengajar Sekolah Dasar. Jakarta : Depdikbud.

Amin Suyitno. 2001. Dasar-Dasar Pembelajaran Matematika. Semarang : FMIPA IKIP.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1994. Petunjuk Pelaksanaan Penilaian di Sekolah Dasar. Jakarta : Depdikbud.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1996. Pedoman Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar di SD. Jakarta : Depdikbud.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan 1996. Petunjuk Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar Kelas IV Sekolah Dasar. Jakarta : Depdikbud.

Departemen Pendidikan Nasional. 2003. Kurikulum 2004 Kerangka Dasar. Jakarta : Depdiknas.

Depdikbud, 1994, Petunjuk Praktis Pelaksanaan Pendidikan Luar Biasa, Jakarta; Depdiknas.

Depdiknas, 2001. Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi, Surabaya, Depdiknas Jatim.

Depdiknas, 2002. Pelayanan Pendidikan AnakBerkebutuhan Khusus, Jakarta; Direktur Jendral Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus.

Depdiknas, 2004. Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta, Depdiknas.

Sukayati. 2003. Media Pembelajaran Matematika SD (Materi Pelatihan Instruktur Matematika SD). PPPG Matematika.

Purwadarminto. Wgs. 1995. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta. Balai Pustaka.

H.T. Sutjihati Sumantri. 1996. Psikologi Pendidikan Luar Biasa. Jakarta : Depdiknas Dirjen Dikti PATG.

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan konfirmasi via telpon/sms ke No. HP. 085 641 016 472 / PIN : 2771D5FB

PTK PLB (Peningkatan Kemampuan Menulis Argumentasi Melalui Kliping Media Masa)

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS ARGUMENTASI SISWA KELAS VI SEKOLAH DASAR LUAR BIASA NEGERI SAMBIROTO KECAMATAN PADAS KABUPATEN NGAWI MELALUI KLIPING MEDIA MASA TAHUN PELAJARAN 2008/2009

ABSTRAKS

__________, 2009. Peningkatan Keterampilan Menulis Argumentasi Kelas VI Sekolah Dasar Luar Biasa Negeri Sambiroto, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi melalui Kliping Media Masa Tahun Pelajaran 2008/2009. Skripsi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP PGRI Madiun. Pembimbing: (I) Drs. V. Teguh Suharto, M.Pd., (II) Elen Inderasari, S.Pd., M.Pd.

Kata Kunci: Kemampuan Menulis Argumentasi , Kliping Media Masa.

Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan menulis argumentasi siswa kelas VI Sekolah Dasar Luar Biasa Negeri Sambiroto, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi melalui Kliping media masa Tahun Pelajaran 2008/2009.

Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VI Sekolah Dasar Luar Biasa Negeri Sambiroto,Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi tahun pelajaran 2008/2009 berjumlah 6 anak, terdiri dari 1 laki-laki dan 5 perempuan.Dalam menganalisis data digunakan metode deskripsi kualitatif yaitu suatu metode penelitian yang bersifat menggambarkan kenyataan atau fakta sesuai data yang diperoleh dengan tujuan mengetahui pandangan atau sikap peserta didik terhadap pembelajaran dan aktifitas peserta didik selama proses pembelajaran.

Hasil penelitian menunjukkan, bahwa aktivitas dan minat belajar menulis argumentasi siswa tunarungu kelas VI Sekolah Dasar Luar Biasa Negeri Sambiroto, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2008/2009 dengan menggunakan kliping media masaa mengalami peningkatan 20% pada pertemuan siklus 1 nilai rata-rata 67,5 (50%) yaitu siswa belum dapat memiliki kemampuan menulis argumentasi dengan baik. pada pertemuan siklus 2 nilai rata­rata 77,5 (70%) yaitu siswa sudah dapat memiliki kemampuan menulis argumentasi dengan baik.

Secara umum dapat disimpulkan bahwa keterampilan menulis argumentasi siswa tunarungu kelas VI Sekolah Dasar Luar Biasa Negeri Sambiroto, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2008/2009 dapat ditingkatkan dengan melalui kliping media masa.

DAFTAR PUSTAKA

Anjelo, D. 2000. Procces and Thought in Composition. Massachu Setts : Winthrop Publishers, Inc.

Aryatmo Cokro Negoro. 2008 Menulis Argumentasi. Jakarta : Gramedia.

Carolina. 2006 Anak Luar Biasa Tuna Rungu. (www.gemari.or.id/file/68forum44­46.PDF.)

Dasna, I Wayan. 2007. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Universitas Terbuka.

Depdiknas RL 2006. Pelajaran Bahasa Indonesia di Kelas VI Sekolah Dasar Luar Biasa bagian B. Jakarta : Depdiknas Pres.

Doni Syofyan. 2009. Pelajaran Menulis untuk Siswa Sekolah Dasar Luar Biasa. Jakarta : Bina Aksara.

Geral Murnane. 2008. Teknik Menulis Argumentasi. Jakarta : Gramedia.

Gorys Keraf. 1994. Komposisi. Jakarta : Nusa Indah.

___________ . 1996. Argumentasi dan Narasi. Jakarta : Gramedia

Henry Guntur Tarigan. 1995. Menulis Sebagai Suatu Ketrampilan. Bandung : Angkasa.

 _________ . 2005. Linguistik Konstruktif. Bandung : Angkasa.

Lamuddin Finosa. 2001. Komposisi Bahasa Indonesia. Jakarta : Insan Mulia.

Lasa HS. 2008. Kliping. Penyusunan dan Pemberdayaannya. (http:// lib . ugm. ac. id/ data/ pubdata/pustalijlis.pdj)

Morsey. 2006. Imporfing english Intruction. Cicago : Ren Me Nally College Publishing Company.

Nita Widiati. 2009. Kliping Media Masa. Jakarta : Gramedia.

Ngalim Purwanto. 1997. Metodologi Pengajaran Bahasa di Sekolah Dasar. Jakarta : PT. Rosda Jaya Putra.

Pakde Sofa 2008. Karakteristik Peserta didik terhadap Penyelenggaraan Pendidikan. (http://massofa.Wodrpress.com/2008/04/10.implimentasi-karakteristik-peserta-didik-terhadap-penyelenggaraan-pendidikan.).

Primanto Nugroho.2006. Kegunaan Kliping Media Masa. Jakarta : Bina Aksara.

Suyanto. 2007. Bahasa dan Sastra Indonesia. Surabaya : Bina Ilmu.

 __________ . 2009. Ketrampilan Menulis. (http://id.wikipedia.Org/wiki/menulis.).

Tim Perpustakaan, Depdiknas RI. 2008. Perpustakaan Sekolah. Jakarta : Depdiknas Press.

Wardani, I. G. A. K, dkk. 2008. Penelitian Tindakan Kelas Sekolah Dasar Luar Biasa bagian B. Jakarta : Universitas Terbuka.

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan konfirmasi via telpon/sms ke No. HP. 085 641 016 472

PTK PLB (Peningkatan Kemampuan Berbicara Melalui Penggunaan Diskusi Kelompok)

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBICARA SISWA SDLB-C SLB-C YPPLB NGAWI TAHUN PELAJARAN 2008/2009 MELALUI PENGGUNAAN DISKUSI KELOMPOK

ABSTRAK

___________. 2009. Peningkatan Kemampuan Berbicara Siswa SDLB-C SLB-C YPPLB Ngawi Tahun Pelajaran 2008/2009 Melalui Penggunaan Diskusi Kelompok. Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. FPBS, IKIP PGRI Madiun. Pcmbimbing (1) Drs. Agus Budi Santoso, M.Pd., (II) Elen Inderasari, S.Pd., M.Pd.

Kata Kunci : kemampuan berbicara, diskusi kelompok

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berbicara siswa SDLB-C SLB-C YPPLB Ngawi Tahun Pelajaran 2008/2009 melalui penggunaan diskusi kelompok.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari tiga siklus. Pada masing-masing siklus dilakukan tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas adalah suatu penelitian mengenai pembelajaran reflektif yang dilaksanakan secara siklus oleh guru di dalam kelas dalam rangka memecahkan masalah, sampai masalah itu dipecahkan. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu teknik analisis kritis. Teknik analisis kritis mencakup kegiatan untuk mengungkap kelemahan dan kelebihan kinerja siswa dan guru dalam proses belajar mengajar.

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa dengan menggunakan diskusi kelompok dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa kelas III tunagrahita SDLB-C YPPLB Ngawi, tahun pelajaran 2008/2009. Hasil simpulan adalah sebagai berikut: (1) Aktivitas belajar berbicara siswa kelas III tunagrahita SDLB-C YPPLB Ngawi, tahun pelajaran 2008/2009 dalam mengikuti pembelajaran dengan menggunakan diskusi kelompok mengalami peningkatan sebesar 13,16 pada pertemuan I siklus 1, 11,66 pada pertemuan 2 siklus 1, 16,33 pada pertemuan I siklus II, 18,33 pada pertemuan 2siklus II. Dari data tersebut menunjukkan bahwa siswa lebih aktif dalam pembelajaran berbicara dengan menggunakan diskusi kelompok; dan (2)Hasil belajar berbicara siswa kelas III tunagrahita SDLB-C YPPLB Ngawi, tahun pelajaran 2008/2009 dalam mengikuti pembelajaran dengan menggunakan diskusi kelompok mengalami peningkatan 22 pada pertemuan I siklus I, 25,83 pada pertemuan 2 siklus 1, 16,33 pada pertemuan 1 siklus II, dan 18,33 pada pertemuan 2 siklus II. Dari data tersebut, 82,5 siswa membaca benar dalam pembelajaran berbicara dengan menggunakan diskusi kelompok.

DAFTAR PUSTAKA

AzharArsyad. 2005. Media Pembelajaran. Jakarta: Balai Pustaka

Budi    Susetyo. 2008.     Tunarungu dan Permasalahannya (online), (http://massofa.wordpress.com, diakses 25 Maret 2009)

Burhan Nurgiyantoro. 2001. Penilaian dalam pelajaran Bahasa dan Sastra Yogyakarta : B PF E.

Elizabeth B. Hurlock. Perkembangan Anak. Terjemahan oleh dr. Med. Meitasari Tjandras. 1988. Jakarta : Erlangga.

Furqanul Azies dan A. Chaedar Alwasilah. Pengajaran bahasa Komunikatif.  Bandung : Remaja Rosda Karya

Henry Guntur Tarigan. 1992. Berbicara sebagai Strata Kelerampilan Berbahasa.Bandung: Angkasa.

Kisyani Laksono. 1994. Teori Berbicara. University Pers IKIP Surabaya.

Muklisin Ahmadi . 1990. Strategi Belajar Mengajar Keterampilan berbahasa dan Apresiasi Sastra. Malang: YA3.

Ngalim Purwanto dan Jeniah Alim. 1997. Metodlogi Pengajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar. Jakarta: PT. Rosda Jayaputra.

Permanarian Somad Dan Hernawati. 1996. Ortopedagogik Anak Tunarungu. Bandung: Proyek Pendidikan Tenaga Guru

SLB Perwari Kuningan. 2009. Pengertian Anak Tunarungu (online), (http//slbb perwari kng. Sch.id, diakses 20 Maret 2009)

Sabarti Akhadiah, Maidar G. Arsjad, dan Sakura H. Ridwan. 1996. Pembinaan Kemampuan Berhicara Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga.

Sri Nuryati. 2007. Pembelajuran Berbicara Iielalui Permainan Bahasa di Kelas Atinal SD (online), (http:/iw%vtii.google.com, diakses 20 Maret 2009)

Suharsimi Arikunto. 2006. Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta: Bumi Aksara

Sunarto dan  B. Agung Hartanto. 1995. Perkembangan Peserta didik. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan konfirmasi via telpon/sms ke No. HP. 085 641 016 472

PTK PLB (Peningkatan Ketrampilan Berbicara Dengan Penggunaan Media Buku Cerita Bergambar Siswa Tuna Rungu)

PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA DENGAN PENGGUNAAN MEDIA BUKU CERITA BERGAMBAR KELAS VII SISWA TUNA RUNGU DI SLB-B YPPLB NGAWI TAHUN PELAJARAN 2008/2009

ABSTRAK

__________. 2009. Peningkatan Keterampilan Berbicara dengan Penggunaan Buku cerita Bergambar Kelas VII Siswa di SLB-B YPPLB Ngawi Tahun Pelajaran 2008/2009. Skripsi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP PGRI Madiun. Pembimbing: (I) Drs.V.Teguh Suharto, M.Pd., (11) Elen Inderasari, S.Pd, M.Pd.

Kata Kunci: Kemampuan Berbicara , Media Buku Cerita Bergambar.

Ada berbagai masalah yang menyebabkan kemampuan berbicara dalam pembelajaran bahasa Indonesia siswa tuna rungu rendah, salah satunya adalah daya berpikir abstrak yang sangat rendah. Media visual yang berupa gambar dan tulisan pada buku cerita bergambar merupakan media yang digunakan pembelajaran bahasa Indonesia khususnya keterampilan berbicara. Media buku cerita bergambar selain menarik perhatian juga dapat mempermudah penjelasan materi.

Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran secara objektifi tentang kemampuan siswa tuna rungu kelas VII SLB-B YPPLB Ngawi tahun pelajaran 2008/2009 dalam berbicara. Secara khusus untuk mengetahui adanya peningkalan kemampuan berbicara dengan menggunakan media buku cerita bergambar.

Desaian penelitian menggunakan desaian Spiral penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Penelitian tindakan kelas dilaksanakan 2 siklus, I siklus terdiri dari dari 2 pertemuan, 1 kali pertemuan waktunya 2 x 40 menit.

Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII SLB-B YPPLB Ngawi tahun pelajaran 2008/2009 berjumlah 5 anak, terdiri dari 2 laki-laki dan 3 perempuan. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan tes. Dalam menganalisis data digunakan metode deskripsi.

Hasil penelitian menunjukkan, bahwa aktivitas dan minat belajar berbicara siswa tunarungu kelas VII SLB-B YPPLB Ngawi tahun pelajaran 2008/2009 dengan menggunakan media buku cerita bergambar mengalami peningkatan 16.8% pada pertemuan 1 siklus I, 18,2% pada pertemuan 2 siklus 1. 20% pada pertemuan I siklus II, 24% pada pertemuan 2 siklus II. Selama dilaksanakan tindakan. Sedangkan hasii belajar siswa mengalami peningkatan 14% pada Qertemuan I sikaus 1, 20% pada pertemuan 2 siklus 1, 25% pada pertemuan 1 siklus II, 25% pada pertemuan 2 siklus II.

Secara umum dapat disimpulkan bahwa keterampilan berbicara siswa tuna rungu kelas VII SLB-B YPPLB Ngawi tahun pelajaran 2008/2009 dapat ditingkatkan dengan menggunakan media buku cerita bergambar.

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Hadis., 2006. Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus-Autistik. Bandung: Alfiabeta..

Azhar Aisyad, 1997. Media Pembelajaran. Devisi Buku Perguruan tinggi. Jakarta: PT Raya Grafindo Persada.

Bud! Susetyo, 2008. Tuna rungu dan Permasafahir;mya (on line), (http;//massofa. wordprcss.corn., diakses 20 Maret 2009)

Caray Label, 2008. Pengertian Berbicara (on line), (httpl/makalah. dan skripsi. blokspot.com, diakses 13 Maret 2009).

Direktorat PLB, 2009. Informasi Pendidikan Anak Tuna Rungu (on line), (htt,p://w.w.w. Ditplb.or.id/propile, diakses 25 Maret 2009).

Endang Purbaningrum, 2001. Modul Bina Persepsi Bunyi dan Bina Bicara. Surabaya: UNESA.

Gogle, 2008. Membaca Tabel dan Graft (On line), (http:/./btkp.iciogja./netl pembelajaran/2008, diakses 24 aret 2009)

Kartika Laeia, 2008. Media Peinbelajaran, (on line), (www.copyright. 2008 inforskrip:>i.com., diakses 25 Maret 2009.

Karwono, 2008. Penelitian Tindakan Kelas (On line), (http://Karwono.Worpress. Com.,diakses 31 Maret 2009.

Mohammad Efendi, 2008. Pengembangan Model Pembelajaran Bahasa Anak Tuna Rungu (on line), (http.//journal.um.ac.idlindey.ohp/ilmu pendidik­an/article/yiewl822, diakses 20 maret 2009).

Oemar Hamalik, 1990. Media Pendidikan. Bandung: Alumni.

Stekpi, 2007. Ilamu Pendidikan (on line), (http:www.stekpi.ac.id., diakses 15 Maret 20f)9).

Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar SMPLB-B, 2006. Depdiknas Dirjen Mandikdasmen.

Suharsimi Arikunto, 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.

Supriyadi, 1996. Materi Pokok Pendidikan Bahasa Indonesia 2. Jakarta: Dikpendiknas.

Uswatun Kasanah, 2008.Peningkatan Kemampuan membaca Permulaan Siswa Tuna Rungu Kelas 1 Melalui Media Permainan Kartu Bergambar di SDLB Negeri Sumberejo Kandat. Skripsi tidak diterbitkan. Surabaya: Program Sarjana UNESA Surabaya.

Vero Sudiati, A. Widyamartaya, 2004. Terampil Meringkas. Penerbit Kanisius.

W.J.S. Poewadarminta. 1992. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: PN Balai Pustaka.

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan konfirmasi via telpon/sms ke No. HP. 085 641 016 472

PTK PLB (Peningkatan Kemampuan Mengenal Lambang Bilangan Melalui Permainan Kartu Bilangan Pada Anak Tunagrahita)

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL LAMBANG BILANGAN MELALUI PERMAINAN KARTU BILANGAN PADA ANAK TUNAGRAHITA KELAS D I  DI SDLBN SAMBIROTO, PADAS, NGAWI

ABSTRAK

Pelajaran Matematika sangat penting bagi anak tunagrahita meskipun terbatas pada bilangan tertetnu. Dalam mengikuti proses pembelajaran khususnya mata pelajaran matematika diperlukan pelayanan khusus sesuai dengan kondisi anak tunagrahita. Oleh karena itu untuk membantu kelancaran belajar matematika sangat diperlukan penunjang media atau alat bantu untuk memberikan pengalaman yang berarti dan membentuk pemahaman anak. Berdasarkan hasil observasi di SDLBN Sambiroto untuk materi pokok mengenal lambang bilangan 1 sampai 20 hasil belajar untuk kelas DI/C kurang memuaskan termasuk siswa tunagrahita yaitu rata-rata kurang dari 6.Mencermati hasil observasi di lapangan dan teori meia pembelajaran khususnya mengenal lambang bilangan maka dilakukan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan perolehan belajar siswa.

Penelitian ini bertujuan  :

  1. Untuk mendeskripsikan tingkat hasil perolehan belajar tentang pengenalan lambang bilangan melalui permainan kartu bilangan pada siswa tunagrahita.
  2. Untuk mendeskripsikan tingkat kemampuan mengenal lambang bilangan melalui permainan kartu bilangan pada siswa tunagrahita.

Subyek penelitian ini adalah siswa DI/C SDLBN Sambiroto, Padas, Ngawi. Rancangan penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam tiga kali pertemuan untuk siklus 1, 1 kali pertemuan untuk siklus 2, dengan waktu 70menit setiap kali pertemaun. Metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan tes. Perangkat pembelajaran terdiri dari rencana persiapan pembelajaran dan LKS berorientasi permainan kartu bilangan. Sedangkan instrumen penelitiannya adalah lembar observasi pengenalan lambang bilangan dan soal tes data yang diperoleh dianalisis secara diskriptif kualitatif dan diskriptif kuantitatif.

Hasil penelitian menunjukkan baha hasil belajar siswa mengalami peningkatan 50% pada siklus 1  pertemuan 1, 605 pada siklus 1pertemuan 2, 70% pada siklus 1 pertemaun3, dan 80% pada siklus 2.

Kata kunci    :  Mengenal Lambang Bilangan, Permainan Kartu Bilangan Anak  Tunagrahita.

DAFTAR PUSTAKA

Amin, M. 1995. Orped Tunagrahita. Jakarta : Depdikbud

Soemantri, S. 1996. Psikologi Belajar Anak Luar Biasa. Jakarta : Depdikbud

Sukayati, 2004. Media Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar. Yogyakarta : PPPG Matematika

Sutejo. 2003. Kamus Bahasa Indonesia. Surabaya: Karya Utama

Tarjono, 2003. Pengenalam dam Pemahaman Terhadap Bilangan. Jakart : IMB

Wojowasito, 1999.Kamus Bahasa Indonesia. Malang : CV Pengarang.

Zahroh, Siti Fatimah. 2001. Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Melalui Media Pembelajaran Kartu Remi Untuk Anak Tunagrahita. Surabaya : Universitas Negeri Surabaya.

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan konfirmasi via telpon/sms ke No. HP. 085 641 016 472

PTK PLB (PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS DESKRIPSI DENGAN STRATEGI PEMETAAN PANCA INDERA BAGI SISWA TUNARUNGU KELAS D III SD LBN)

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS DESKRIPSI DENGAN STRATEGI PEMETAAN PANCA INDERA BAGI SISWA TUNARUNGU KELAS D III SD LBN SAMBIROTO, PADAS, NGAWI

ABSTRAK

Menulis sangat penting bagi anak tunarungu, karena merupakan prasarat bagi upaya belajar berbagai mata pelajaran lainnya. Siswa tunarungu kelas III B SDLBN Sambiroto Kecamatan Padas dalam pembelajaran menulis diharapkan dapat menulis karangan dengan topik yang sederhana dengan ejaan siswa yang merniliki kosakata terbatas.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peningkatan Keterampilan Menulis Deskripsi Dengan Strategi Pernetaan Panca.lndera Bagi Siswa Tunarungu Kelas D III SDLBN Sambiroto, Padas, Ngawi.

Desain penelitian menggunakan “Penelitian Tindakan Kelas” dan yang menjadi subyek atau populasi penelitian adalah siswa tunarungu kelas III B di SDLBN Sambiroto, Padas, Ngawi yang berjurnlah 5 anak.

Metode penelitian ini menggunakan Pendekatan Penelitian Tindakan kelas dengan jenis deskriptif kualitatif. Dengan tenik pengumpulan data observasi, dokumentasi dan catatan di lapangan.

Teknik analisa data adalah reduksi data penyajian data dan penyimpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan strategi pemetaan panca indera dapat meningkatkan keterampilan menulis deskripsi siswa tunarungu.

Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pernetaan panca indera merupakan salah satu strategi pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan menulis deskripsi siswa tunarungu D III SDLBN Sambiroto, Padas, Ngawi, dengan pemetaan panca indera siswa dapat memanfaatkan indera visual dan indera lainnya untuk mengungkapkan ide dan gagasannya.

Kata Kunci : Manulis Deskripsi, Pernetaan Panca Indera.

DAFTAR PUSTAKA

Abdurrahman, Mulyono. 2003. Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta Rineka cipta.

Anggoro, Toha. 2007. Metode Penelitian. Jakarta : Universitas Terbuka.

Aqib, Zainal. 2006. Penelitian Tindakan Kelas untuk Guru. Bandung : Irarna Widya.

Arikunto, Suharsimi. 2003. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara.

Bunawan, Lani dan Cecilia Sy. 2000. Penguasaan Bahasa Anak 2′unarungu. Jakarta: Yayasan Santi Rarna.

De Porter, Bobbi dan Miki Hernareki. 2002. Quantum Learning : Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. Terjemahan oleh alwiyah Abdurrahman. Bandung : Kaifa.

Depdiknas. 2006. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Jakarta : BNSP.

Depdiknas. 2006. Keterampilan Kompensatoris Bagi Anak Dengan Gangguan Penglihatan (Tunanetra) danF Gangguan Pendengaran (Tunarungu). Jakarta Direktor Pernbinaan Sekolah Luar Biasa.

Moleong. 2005. Metodologi Penelitian Kualitatif Bandung : Remaja Rosdakarya.

Nurhayati. 1992. Pengantar Orthopaedagogh, SGPLB. Surabaya.

Purbaningrum, Endang dan Yuliati. 2006. Pengaruh Pembelajaran Menulis Proses Terhadap Perfomansi Menulis Siswa Tunarungu. Surabaya.

Purwanto Ngalim. 2008. Psikologi Pendidikan. Bandung : Rosda Karya. Salim Mufti. 1984. OrtopedagogikAnak Tunarungu. Jakarta : Depdikbud.

Slameto, 2003. Belajar dan Faktor- Faktor yang mempengaruhi. Jakarta: Rineka Cipta

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan konfirmasi via telpon/sms ke No. HP. 085 641 016 472