PTK SMA SEJARAH (PENERAPAN ENRICHMENT MODEL RENZULLI SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH )

PENERAPAN ENRICHMENT MODEL RENZULLI SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH (PENELITIAN TINDAKAN KELAS DI SMA NEGERI 3 BANDUNG)

ABSTRAK

Penelitian ini berjudul “Penerapan Enrichment Model Renzulli sebagai Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Sejarah (Penelitian Tindakan Kelas di SMA Negeri 3 Bandung) “. Latar belakang penelitian ini adalah berdasarkan pada observasi dalam pra penelitian di lapangan yang menunjukkan bahwa guru hanya menggunakan metode ceramah yang bersifat transfer of knowledges. Metode yang sedemikian rupa menyebabkan sebagian besar siswa tidak turut aktif dalam pembelajaran sejarah dan bahkan sebagian siswa melakukan berbagai kegiatan yang tidak berhubungan dengan pembelajaran sejarah. Adapun masalah yang lebih rinci adalah rendahnya keaktifan siswa pada saat pembelajaran sejarah sedangkan mereka sendiri termasuk anak unggulan jika kita membandingkan dengan siswa di sekolah lain yang terdapat di Bandung.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dan dalam penerapannya dilaksanakan dalam 3 siklus. Di mana tahapan yang dilaksanakan di lapangan adalah mulai dari perencanaan (plan), tindakan (act), observasi (observe) dan refleksi (reflect). Adapun yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 3 Bandung yang berjumlah 49 orang dengan 26 orang siswa perempuan dan 23 orang siswa laki-laki. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah catatan lapangan guru, wawancara dan angket serta format observasi yang digunakan kolaborator pada saat pelaksanaan pembelajaran di kelas.

Penerapan enrichment model Renzulli dalam penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Adapun model pembelajaran di kelas yang diutamakan adalah adanya penugasan siswa secara berkelompok untuk mengerjakan tugas di luar kelas. Penugasan ini merupakan perpaduan antara small group dan out of class assignment yang diterapkan untuk melaksanakan enrichment model Renzulli. Penugasan kelompok akan ditindaklanjuti dengan melihat sejauh mana siswa dan guru dapat memperdalam bahasan materi (secara vertikal)dan memperluas bahasan suatu materi (secara horizontal). Selain itu presentasi di depan kelas akan menunjukkan tanggung jawab siswa terhadap tugas yang diberikan. Aktif tidaknya setiap peserta didik akan memperlihatkan bahwa peserta didik tersebut turut ikut aktif dalam mengerjakan tugas kelompok disamping itu tugas kelompok dapat meningkatkan hubungan pertemanan di antara peserta didik. Adapun bentuk penugasan yang diberikan adalah dalam bentuk laporan dan sumber yang digunakan tidak terbatas pada buku teks.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan enrichment model Renzulli dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Prestasi belajar tersebut dapat dilihat dari kualitas produk yang dihasilkan oleh siswa. Selain itu terdapat peningkatan keaktifan siswa dalam setiap siklus, peningkatan keaktifan juga diikuti oleh peningkatan ranah berpikir siswa. Dari penelitian yang sudah dilaksanakan maka didapatkan suatu bukti yang mengindikasikan supaya pendidik sudah seharusnya memperbaiki metode pembelajaran yang biasa yaitu metode ceramah yang sifatnya masih tradisional.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi .(1998). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta : Rinneka Cipta

Ali, Muhammad.(1985). Peneliti Kependidikan. Prosedur don Strategic Bandung: Angkasa

Clark, Barbara. (1986). Growing Up Gifted: Developing The Potential Of Children at Home and at School, Columbus,OH : Meril.

Coleman, Laurance.J. (1985). Schooling The Gifted, USA : Addison-Wesley Publishing.

Drost, J.(2005).Z). Dari KBK Sampai MBS: Esai-Esai Pendidikan, Jakarta: Kompas

George,David.(1995). Gifted Education, Identification and Provision, London: David Fulton

Ivor,K.Davies.(1981). Instructional Technique, USA : McGraw-Hill,Inc

Ichrom,Sholeh.Y.A.(1988). Persepektif Pendidikan Anak Gifted. Sekolah Pengantar, Jakarta : DepDikBud

________________.(1996). Identifikasi dan Pendidikan  Dini Anak Berbakat,  Jakarta: DepDikBud

Margono.S.(2004). Metodologi Penelitian Pendidikan, Jakarta : Rinneka Cipta

McLeod, John dan Arthur Cropley. (1989). Fostering Academic Excellence, Oxford : Pergaman Press Plc

Maleong, Lexy,J.(2007). Metode Penelitian Kualitatif, Bandung: Remaja Rosdakarya

Mulyasa,E.(2005). Menjadi Guru Profesional Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan, Bandung : Remaja Rosdakarya Offset

___.(2006) Menjadi Guru Profesional Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan menyenangkan, Bandung : Remaja Rosdakarya

Munandar, Utami.(l999). Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat. Jakarta : Rinneka Cipta

Hasan, Hamid.(1996). Pendidikan limit Sosiall, Jakarta : DepDikBud

Robert, M.Gadne.at.al.(1992). Principlies of Instructional Design, USA: Harcourt Brace Jovanorich College Publisher

Semiawan, Conny.(1994). Persepekfif Pendidikan Anak Berbakat Jakarta: DepDikBud

Sudityo.(2002). Pergerakan Nasional Mencapai dan Mempertahankan Kemerdekaan, Jakarta : Asdimahastya

Sudjana.Nana dan Ibrahim.(2001). “Penelitian dan Penilaian Pendidikan, Bandung:Sinar Baru Algesindo

Sardiman,A.M.(2004). Interaksi dan Motivasi Mengajar Belajar, Bandung : Tarsito

Tim Pengembang MKDK.(2002). Kurikulum dan Pembelajaran, Bandung : Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan UPI

Tirtonegoro,Sutratinah.(200l). Anak Supernormal dan Program Pendidikanya, Jakarta : Bumi Aksara

Wiriaatmaja,Rochiati.(2005). Metode Penelifian Tindakan Kelas, Bandung : Remaja Rosdakarya.

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan memesannya via telpon/sms ke No. HP. 085 641 016 472

PTK SMA SEJARAH (PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN PROBLEM POSING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA BIDANG STUDI SEJARAH)

PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN “PROBLEM POSING” UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA BIDANG STUDI SEJARAH
(Penelitian Tindakan Kelas di SMA Negeri
101 Jakarta)

ABSTRAK

_________. Pembelajaran Dengan Pendekatan Problem Posing Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Bidang Studi Sejarah. Suatu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) di SMA Negeri 101 Jakarta. Jakarta : 2009.

Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh paparan tentang penggunaan problem posing dalam meningkatkan hasil belajar siswa ranah kognitif. Penelitian dilaksanakan pada semester 2 tahun pelajaran 2008/2009 dan dilaksanakan sebanyak 2 siklus, dari bulan Februari sampai dengan Maret 2009. Subjek penelitian adalah siswa kelas XII IPS SMA Negeri 101 Jakarta. Topik pembelajaran yang dipilih adalah pokok bahasa Perubahan Dunia Setelah Perang Dunia II. Pendekatan problem posing dilakukan dengan langkah-langkah pada setiap siklus : (1) membahas materi pelajaran, (2) membagi siswa kedalam kelompok, (3) melaksanakan kegiatan problem posing, (4) mengadakan remedial bagi siswa yang belum mencapai ketuntasan minimal yang ditetapkan, (5) membagikan angket berisi pengalaman belajar siswa dengan pendekatan problem posing.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan pendekatan problem posing dapat meningkatkan hasil belajar siswa terbukti dengan hasil nilai rata-rata ulangan harian setelah siklus I adalah 62,00 dengan ketuntasan klasikal 55% selanjutnya setelah pelaksanaan siklus II hasil rata-rata nilai ulangan harian menjadi 73,50 dengan ketuntasan klasikal 87,5%.

Hasil penelitian ini diharapkan berguna untuk meningkatkan kegiatan belajar mengajar di SMA Negeri 101 Jakarta, khususnya pembelajaran dengan pendekatan problem posing pada pelajaran Sejarah yang dapat meningkatkan hasil belajar Sejarah siswa umumnya.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi, 2002. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. ED. Rev. Jakarta : Bumi Aksara.

. 2002. Prosedur  Penelitian, Jakarta : Rineka Cipta

. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : PT. Bumi Aksara

Azwar, Saifuddin. 2002. Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta : Pustaka Pelajar

C. Hurlock, Elizabeth. Child Development Six Edition. Alih Bahasa. Dr. Med. Meitasari Tjandrasa. Perkembangan Anak. Jakarta : Erlangga

Djaali (et al). 2000. Pengukuran Dalam Bidang Pendidikan. Jakarta : PPs. Universitas Negeri Jakarta

Kerlinget, Fred N. 2003. Azas-azas Penelitian Behavioral, Yogyakarta : Gajah Mada University Press

Kurikulum SMA. 2004. Pedoman Khusus Pengembangan Silabus dan Penilaian. Jakarta : Dep. Dik. Nas.

Mathematics Research Teacher Handbook. Problem Posing. Diakses dari http://www2.edc.org/makingmath/handbook/teacher/Problemposing/problemposing.asp13/12/2006

Marhijanto, Bambang. 2003. Bakat dan Kemampuan, Surabaya : Putra Pelajar

Moleong, L. J. 1994. Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.

Munandar, S.C. Utami. 1999. Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak Sekolah. Jakarta : Gramedia Widiasarana Indonesia.

Muwarni, R. Santosa. 2003. Statistika Terapan. Jakarta : PPs UHAMKA

Nazir, Mohammad. 1999. Metode Penelitian. Jakarta : Ghalia Indonesia

Rasyad, Aminuddin. 2003. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : UHAMKA Press & Yayasan PEP-EX 8

Saad, Syofyan. 2003. Pedoman Penulisan Tesis PPs UHAMKA. Jakarta : PPs UHAMKA

Sangarimbun, Masri dan Effendi Sofian (ed) 1998. Metode Penelitian Survai. Jakarta : Pustaka LP3ES Indonesia

Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta : Rineka Cipta

Sudijono, Anas. 1998. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Raja Grafindo. Persada

Sudjana. 1996. Metode Statistika. Bandung : Tarsito

Sugiyono. 2001. Metode Penelitian Administrasi. Bandung : alfabeta

Sumadi, Suryabrata. 2002. Psikologi Pendidikan. Jakarta : Raja Grafindo Persada

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan memesannya via telpon/sms ke No. HP. 085 641 016 472

PTK SMA SEJARAH (MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SEJARAH MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL STAD PADA SISWA KELAS X – 7)

MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SEJARAH MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL STAD PADA SISWA KELAS X – 7

ABSTRAK

Tahun Pelajaran 2006/2007. Meningkatkan Prestasi Belajar Sejarah Melalui Pembelajaran Kooperatif Model STAD Pada Siswa Kelas X-7 .”.Tahun Pelajaran 2006 / 2007.

Kata Kunci: pembelajaran sejarah, kooperatif model stad

Berbagai dampak negatif dalam menggunakan metode kerja kelompok tersebut seharusnya bisa dihindari “jika saja guru mau meluangkan lebih banyak waktu dan perhatian dalam mempersiapkan dan menyusun metode kerja kelompok. Yang diperkanalkan dalam metode pembelajaran cooperative learning bukan sekedar kerja kelompok, melainkan pada penstrukturannya. Jadi, sistem pengajaran cooperative learning bisa didefinisikan sebagai kerja/belajar kelompok yang terstruktur. Yang termasuk di dalam struktur ini adalah lima unsur pokok (Johnson & Johnson, 1993), yaitu saling ketergantungan positif, tanggung jawab individual, interaksi personal, keahlian bekerja sama, dan proses kelompok.

Penelitian inu berdasarkan permasalahan: (a) Apakah pembelajaran kooperatif model STAD berpengaruh terhadap hasil belajar sejarah? (b) Seberapa tinggi tingkat penguasaan materi pelajaran sejarah dengan diterapkannya metode pembelajaran kooperatif model STAD?

Tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Untuk mengungkap pengaruh pembelajaran kooperatif model STAD terhadap basil belajar sejarah. (b) Ingin mengetahui seberapa jauh pemahaman dan penguasaan mata pelajaran Sejarah setelah diterapkannya pembelajaran kooperatif model STAD.

Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas ………………………………. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar.

Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dan siklus 1 sampai siklus III yaitu, siklus 1 (60,71%), siklus TT (75,000/o), siklus III (89,29%).

Simpulan dari penelitian mi adalah metode kooperatif model STAD dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa. …………………………., serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternative sejarah.

DAFTAR  PUSTAKA

AH, Muhammad. 1996. Gum  Dalam  Proses  Belajar Mengajar.   Bandung: Sinar  Baru Algesindon.

Arikunto, Suharsimi. 1989. Penilaian Program Pendidikan. Proyek Pengembangan LPTK Depdikbud. Dirjen Dikti.

Arikunto, Suharsimi. 1993. Manajemen Mengajar Secara Manusiawi. Jakarta: Rineksa Cipta.

Arikunto, Suharsimi. 1999. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineksa Cipta.

Arikunto, Suharsimi. 2001. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Arikunto, Suharsimi. 1999. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineksa Cipta.

Combs. Arthur. W. 1984. The Profesional Education of Teachers. Allin and Bacon, Inc. Boston.

Dayan, Ante. 1972. Pengantar Metode Statistik Deskriptif. Lembaga Penelitian Pendidikan dan Penerangan Kkonomi.

Djamarah, Syaiful Bahri. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineksa Cipta.

Djamarah. Syaiful Bahri. 2002. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineksa Cipta. Foster, Bob. 1999. Seribii Pena SLTP Kelas /.Jakarta: Erlangga.

Hadi, Sutrisno. 1981. Metodologi Research. Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada. Yogyakarta.

Hamalik, Oemar. 1992. Psikologi Belajar dan Mengajar. Bandung: Sinar Baru.

Hamalik, Oemar. 1999. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Hasibuan. J.J. dan Moerdjiono. 1998. Proses   Belajar  Mengajar.   Bandung: Remaja Rosdakarya

Margono. 1997. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta. Rineka Cipta

Mukhlis, Abdul. (Ed). 2000. Penelitian Tindakan Kelas. Makalah Panitian Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah untuk Guru-guru se-Kabupaten Tuban.

Mursell, James (-). Succesftdl Teaching (terjemahan). Bandung: Jemmars.

Ngalim, Purwanto M. 1990. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Nur, Moh. 2001. Pemotivasian Siswa untuk Belajar. Surabaya. University Press. Universitas Negeri Surabaya.

Poerwodarminto. 1991. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Bina Ilmu. Rustiyah, N.KL. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Bina Aksara.

Sardiman, A.M. 1996. interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Bina Aksara.

Slameto, 1988. Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bina Aksara.

Soekamto, Toeti. 1997. Teori Belajar dan Model Pembelajaran. Jakart  PAU-PPA1, Universitas Terbuka.

Suryabrata, Sumadi. 1990. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: Andi Offset.

Suryosubroto, b. 1997. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: PT. Rineksa Cipta.

Syah, Muhibbin. 1995. Psikologi Pendidikan, Snafu Pendekatan Bam. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Usman, Moh. Uzer. 2001. Menjadi Gum Professional. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Wetherington. H.C. and W.II. Walt. Burton. 1986. Teknik-teknik Belajar dan Mengajar: (terjemahan) Bandung: Jemmars.

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan memesannya via telpon/sms ke No. HP. 085 641 016 472

PTK SMP BIOLOGI (PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN BIOLOGI DI KELAS VII)

PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN BIOLOGI DI KELAS VII F SMPN 2 ARUT SELATAN

ABSTRAK

Pembelajaran pada awal semester genap tahun 2009/2010 di kelas VII F SMPN 2 Arut Selatan lebih banyak dilakukan di dalam kelas, kurang bervariasi, dan kurang memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. Materi pelajaran disampaikan secara teoritik dan tidak berhubungan dengan kehidupan nyata. Proses pembelajaran tersebut menimbulkan kecenderungan siswa bersikap pasif. Dinamika dan interaksi dalam kelas juga belum optimal. Akibatnya, penguasaan kompetensi masih rendah. Hal ini dapat dilihat pada hasil ulangan harian KD 6.1, ketuntasan klasikal hanya 68,57%.

 Oleh sebab itu perlu dilakukan Penelitian Tindakan Kelas sebagai upaya memperbaiki proses pembelajaran agar menjadi lebih berkualitas sehingga penguasaan kompetensi siswa meningkat.

Penelitian dilakukan dalam 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri atas tahapan: perencanaan, pelaksanaan, pengambilan data, dan refleksi. Observer mengambil data aktivitas siswa pada tiap siklus, sedangkan data hasil belajar diperoleh dari tes tertulis di akhir siklus.

Keaktifan siswa mengalami kenaikan yaitu pada siklus 1 prosentase siswa aktif sebesar 64,86% sedangkan siklus 2 sebesar 91,89%. Berdasarkan hasil refleksi diadakan perbaikan pada bentuk kegiatan dan sumber belajar. Hasil belajar juga mengalami kenaikan pada ketuntasan klasikal dan rata nilai. Siklus 1 ketuntasan belajar sebesar 70,27% dengan rata-rata nilai 69,73. Siklus 2 ketuntasan belajar 91,89% dengan rata-rata nilai 88,92.

Berdasarkan hasil tersebut, kualitas pembelajaran biologi di kelas VII-F SMPN 2 Arut Selatan mengalami peningkatan setelah diterapkan pendekatan kontekstual pada  materi “Pengelolaan Lingkungan”. Aktivitas siswa dan penguasaan kompetensi siswa meningkat. Pendekatan kontekstual perlu diterapkan pada materi lain sesuai dengan karakteristik materi tersebut.

Kata kunci: pendekatan kontekstual, kualitas belajar

DAFTAR PUSTAKA

Bandono. 2008. Menyusun Model Pembelajaran CTL. http://bandono.web.id. Diakses 1 Desember 2009.

Cahyanti, Sari Nur. 2007. Proses Hidrolisis Pati oleh Enzim α-amilase sebagai Sumber Belajar Materi Pencernaan Karbohidrat di SMA. Skripsi. (Tidak diterbitkan)

Winarsih, Ani dkk. 2008. IPA Terpadu VII. Jakarta : PT. Bengawan Ilmu.

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan memesannya via telpon/sms ke No. HP. 085 641 016 472 / PIN : 2771D5FB

PTK SMP BAHASA INDONESIA (PELAKSANAAN PENDEKATAN KOMUNIKATIF DENGAN METODE PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BAHASA INDONESIA PADA SISWA KELAS VIII-A DI SEKOLAH INDONESIA JEDDAH (SIJ))

PELAKSANAAN  PENDEKATAN  KOMUNIKATIF  DENGAN  METODE PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BAHASA INDONESIA PADA SISWA KELAS VIII-A DI SEKOLAH INDONESIA JEDDAH (SIJ) BAGDADIYAH JEDAH SAUDI ARABIYA TAHUN PELAJARAN 2010/2011

ABSTRAK

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan (1) Untuk mengetahui besarnya peningkatan pelaksanaan pendekatan komunikatif dalam pembelajaran bahasa Indonesia pada siswa kelas VIII-A SIJ yang dikembangkan dengan metode PBL; (2) Untuk mengetahui besarnya peningkatan prestasi bahasa Indonesia siswa kelas VIII-A SIJ setelah dikembangkan pendekatan komunikatif dengan metode PBL.

Penelitian merupakan penelitian tindakan kelas, yang dilaksanakan dengan metode kualitatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Penelitian dilaksanakan pada semester gasal di SIJ, pada tahun pelajaran 2010/2011.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terjadi peningkatan aktivitas pembelajaran bahasa Indonesia yang dikembangkan dengan pendekatan komunikatif melalui metode PBL; (2) Terjadi peningkatan prestasi belajar siswa secara nyata setelah dikembangkan metode PBL untuk pembelajaran bahasa Indonesia dengan pendekatan komunikatif pada siswa kelas VIII SIJ tahun pelajaran 2010/2011 semester gasal.

DAFTAR PUSTAKA

Azhar, Hertina Hansen. 2008. Pendekatan Komunikatif Sebagai Alternatif Pendekatan Pembelajaran Bahasa. www.UNC-indonesia.org

Supriawan, Dedi dan Surasega, A. Benyamin. 1990. Strategi Belajar Mengajar (Diktat Kuliah). Bandung: FPTK-IKIP Bandung.

Sudrajat, Achmad. 2008. Pengertian Pendekatan, Strategi, Metode, Teknik, Taktik, dan Model Pembelajaran. http://www.psb-psma.org

Winataputra, Udin S. 2003. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.

Senjaya, Wina. 2008. Strategi Pembelajaran; Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Anonim, 2008. Beda Strategi, Model, Pendekatan, Metode, dan Teknik Pembelajaran (http://smacepiring.wordpress.com/)

Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta

Barnadib, Sutari Imam. 1984. Pengantar Ilmu Pendidikan Sistematis. Yogyakarta: IKIP

Djajasudarma, T. Fatimah. 1994. Wancana (Pemahaman dan Hubungan Antar Unsur). Bandung: Eresco

Makmun,  Abin Syamsuddin. 2003. Psikologi Pendidikan. Bandung: Rosda Karya Remaja.

Maryati, Hastini. 2007. Strategi Pembelajaran Bahasa Indonesia Tingkat Pendidikan Dasar. www.ilmubahasa.com

Mulyasa, Enco. 2007. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosda

Majid, Abdul. 2007. Perencanaan Pembelajaran (Mengembangkan Standar Kompetensi Guru). Bandung: Remaja Rosdakarya.

Prasetya Irawan. 1994. Teori Belajar, Motivasi, dan Ketrampilan Mengajar Bahan Ajar. Jakarta: Dikti Depdikbud.

Purwanto, M. Ngalim. 1998. Ilmu Pendidikan Teoretis dan Praktis. Bandung: Remaja Rosda

Ridwan, Rifai.1992. Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka

Arikunto,  Suharsimi. 1997. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta

Suyitno. 1982. Pengantar Kemampuan Berbahasa. Surakarta: Fakultas Keguruan Universitas Sebelas Maret.

Suwito. 1985. Sosiolinguistik Pengantar Awal. Surakarta: Henary Offset.

Soetomo.1993. Dasar-dasar Interaksi Belajar Mengajar. Surabaya: Usaha Nasional.

Tilaar, H.A.R. 2004. Paradigma Baru Pendidikan Nasional. Jakarta: Rineka Cipta.

Effendi, Uchjana, Onong. 2006. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Bandung: Remaja Rosdakarya

Wisnu, Murti. 2006. Konsep Pembelajaran Bahasa. Jakarta: Rineka Cipta

Yohanes, Martinus. 1991. Komunikasi Efektif. Jakarta: Panorama Pustaka.

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan memesannya via telpon/sms ke No. HP. 085 641 016 472  / PIN : 2771D5FB

PTK SMP FISIKA (UPAYA PENINGKATAN BELAJAR MELALUI MODEL DEMOSNTRASI PADA METRI TEKANAN ZAT CAIR DI KELAS VIII)

UPAYA PENINGKATAN BELAJAR MELALUI MODEL DEMOSNTRASI PADA METRI TEKANAN ZAT CAIR DI KELAS VIII B SMP NEGERI 18  CIREBON

ABSTRAK

Penelitian yang berjudul Model Demontrasi Dalam Peningkatan Pembelajaran Tekanan Zat Cai Siswa Kelas VIII B SMPN 18 Cirebon dilatarbelakangi oleh oleh rendahnya prestasi belajar siswa (nilai) baik dalm ulangan harian, ulangan semester maupun Ujian Akhir Sekolah, yaitu dibawah nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (6.0).

Rendahnya prestasi siswa dimungkinkan salah satu adalah penggunan metode pembelajaran yang digunakan oleh guru masih berpusat pada guru, sehingga aktifitas siswa tidak optimal.

Melalui penerapan model demontrasi diharapkan dapat meningkat kan motivasi dan keaktifan siswa belajar fisika yang berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa.

Subyek penelitian adalah siswa kelas VIII B SMPN 18 Cirebon dengan jumlah laki-laki 24 orang dan perempuan 20 orang. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif berupa hasil observasi dan metode kuantitatif berupa hasil pra test dan pasca test.

Penelitian ini dilaksanakan dua siklus, dan masing-masing siklus melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan,obsevasi dan refleksi.

Temuan penelitian ini sebagai berikut (1) umumnya perhatian siswa pada proses pembelajaran meningkat, (2) keberanian siswa peningkat (3) kualitas jawaban siswa  meningkat (4) kesungguhan dan kemampuan siswa untuk mengajukan pertanyaan meningkat (5) kemampuan dan kejelian siswa menghindari keslahan menjawab pertanyaan guru meningkat (6) perhatian, cara kesungguhan dan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal yang sulit maupun yang tidakl sulit meningkat (7) siswa yang menggajukan pertanyaan, tangapan, komentar, saran dan kritik terhadap soal yang diberikan guru mrningkat (8) jumlah siswa yang memperoleh peningkatan nilai  dari sebelumnya meningkat (9) jumlah siswa yang memperoleh penurunan nilai dari sebelumnya berkurang (10) hasil belajar siswa baik secara individu maupun kelompok mengalami peningkatan, pada siklus pertama arata-rata 5.82 menjadi 7,75 pada siklus kedua, mengalami peningkatan 3,32%

Berdasarkan temuan diatas peneliti ,erelopmendasikan bahwa pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif pada umunya dapat dipakai sebagai model pembelajaran tekanan zat cair.

DAFTAR PUSTAKA

Depdiknas. (2002). Pendekatan Konstektual. Dirjen Pendidikan dasar dan Menengah Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama. Jakarta

Depdiknas. (2003) paket Bahan Ajar Guru Fisika SLTP. BPG Bandung

Hidayat. (2004) Diktat Kuliah Teori Pembelajaran. Semarang. FPMIPA UNNES.

Maman Hermana (2006) IPA Fisika. Jakarta Piranti Darma Kalokatama. Nurhadi (2000) Pendekatan Kontektual. Makalah pada Penataran instruktur CTL Jakarta. Depdiknas

Suyitno. (2004) dasar-dasar Prosews Pembelajaran. Semarang FPMIPA UNNES

Zainal Aqib. (2006). Penelitian Tindakan Kelas. Bandung. YRAMA WIDYA.

Susilo (2007) Panduan Penelitian Tindakamn Kelas Jakarta Pustaka Book Publishe.

Trianto (2007) Model – model pembelajaran InovatIf Berorientasi Kunstruktivistik. Jakarta Prestasi Pustaka

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan memesannya via telpon/sms ke No. HP. 085 641 016 472

PTK SMP FISIKA (PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP PERPINDAHAN KOLOR MELALUI MEDIA PEMBELAJARAN PANGGANG SATE PADA SISWA KELAS VIII)

PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP PERPINDAHAN KOLOR MELALUI MEDIA PEMBELAJARAN PANGGANG SATE PADA SISWA KELAS VIII.1 SMP NEGERI 1 RAJEG SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2007/2008

ABSTRAK

__________, 2007. Peningkatan Pemahaman Konsep Perpindahan Kalor melalui Media Pembelajaran Panggang Sate pada Siswa Kelas VIIl-l SMP Negeri 1 Rajeg

Kata-kata kunci: Konsep perpindahan kalor, media pembelajaran, panggang sate.

Berdasarkan hasil pengamatan di kelas dalam proses belajar mengajar menunjukkan bahwa minat dan aktivitas siswa dalam kegiatan belajar mengajar Fisika masih kurang. Nilai hasil belajar siswa belum sesuai dengan harapan. Dari hasil observasi, wawancara dengan siswa, dan diskusi dengan sesama guru Fisika, ditemukan penyebab kurangnya minat dan aktivitas siswa dalam pembelajaran Fisika diantaranya acialah, adanya anggapan dari sebagain besar siswa yang menilai bahwa pelajaran Fisika identik dengan rumus-rumus dan hitungan hitungan yang rumit. Disamping itu pembeljaran Fisika yang dilaksanakan di kelas cenderung kurang menggairahkan, kurang hidup, dan kurang bervariasi. Salah satu penyebabnya adalah penggunaan media pembelajaran yang kurang diminati siswa. Media pembelajaran konsep perpindahan kalor yang ada di laboraturium dan gambar yang ada di buku kurang menarik. Padahal dari hasil pengamatan di lingkungan, ada beberapa media yang ditemui, jika di modivikasi, mrnjadi media menarik umumnya yang berhubungan dengan konsep Fisika, khususnya pada materi perpindahan kalor.

Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimanakah meningkatkan pemahaman konsep perpindahan kalor melalui media pembelajaran panggang sate pada siswa kelas VIII-1 SMP Negeri 1 Rajeg?, (2) bagaimanakah meningkatkan minat belajar konsep perpindahan kalor pada siswa kelas VIII-1 SMP Negeri 1 Rajeg. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh diskripsi tentang (1) peningkatan pemahaman konsep perpindahan kalor melalaui media pembelajaran panggang sate, (2) peningkatan minat belajar konsep perpindahan kalor melalui media pembelajaran panggang sate pada siswa kelas VIII-1 SMP Negeri 1 Rajeg.

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun pelajaran 2007-2008 dalam 3 siklus. Siklus 1 dilaksanakan pada konsep perpindahan kalor secara konduksi. Melalui demonstrasi media panggang sate yang berkaitan dengan perpindahan kalor secara konduksi, siswa diminta menemukan jenis-jehis perpindahan kalor secara konduksi dalam kehidupan sehari-hari. Pada siklus II dipelajari konsep perpindahan kalor secara konveksi. Siswa dilibatkan untuk melakukan ekesperimen, secara berkelompok, kemudian diminta untuk menemukan perpindahan kalor secara konveksi dalam kehidupan sehari-hari. Pada siklus III pembelajaran tentang perpindahan kalor secara radiasi. Siswa diberi kesempatan untuk maju kedepan, menjelaskan dengan menggunakan charta, tentang perpindahan alor secara radiasi pada matahari sampai ke bumi, serta cara kerja termos dan seterika.

Data dikumpulkan selama penelitian berlangsung melalui pengamatan, angket, wawancara, tes lisan, dan tes tiilis. Pengamatan, wawancara, dan angket untuk mengetahui minat siswa. Tes lisan dan tes tulis untuk mengetahui pemahaman terhadap sub konsep perpindahan kalor. Hasil kuis siklus I rata-rata 7,81, hasil kuis siklus II rata-rata7,94, dan hasil rata-rata ulangan harian setelah siklus III adalah 8,20. Skor minat yang didapat sebelum penelitian adalah 3,69, pada siklus I adalab 3.72. skor minat yang didapat pada siklus II adalah3,76, dar. skor minat yang didapat pada siklus III adalah 3,99.

Dari hasil penelitian ini disimpulkan: (1) penggunaan media pembelajaran panggang sate dapat meningkatkan pemahaman konsep perpindahan kalor pada siswa kelas VIII-1 SMP Negeri 1 Rajeg, (2) penggunaan media pembelajaran panggang sate dapat meningkatkan minat belajar konsep perpindahan kalor pada siswa kelas VIII-1 SMP Negeri 1 Rajeg. Disarankan kepada pada guru fisika agar memanfaatkan hasil penelitan ini untuk diterapkan dalam kegiatan pembelajaran Fisika konsep lain dan juga pelajaran biologi. Kepada kepala sekolah diharapkan dapat inemotivasi para guru, khususnya guru sains, untuk memodivikasi media pembelajaran yang ada, sehingga pembelajaran lebih bermakna.

DAFTAR RUJUKAN

Aqib, Z. 2002. Profesinalisme Guru dalam Pembelajaran. Surabaya : Insan Cedekia.

Depdikbud. 1993. GBBP II IP A SMP. Jakarta: Proyek Peningkatan SMA, Tenaga Edukatif dan BPG Jawa Timur.

Depdikbud.   1996. Petunjuk Teknis Mata Pelajaran IPA Fisika.  Jakarta: Dirjen Dikdasmen.

DePorter, B. 2001 Quantum Learning. Bandung: Kaifa.

Dirjen Dikdasmen.  2004. Materi Pelatihan  Terintegrasi Sains.   Jakarta:  Dirjen Dikdasmen.

Dryden, G. 1999. Revolusi Cora Belajar I. Ahrnad Baiquni. 2003. Jakarta Erlangga.

Maier, D. 2000.  The Accelerated Learning Hand Book.  Rahmani Astuti. 2002. Jakarta: Kaifa.

Nurhadi.  2004.  Kontektual dan Penerapannya dalam K.BK.   Malang:  Penerbit Universitas Negeri Malang.

Suryana, D. 2002. Belajar Aktif Fisika, Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas

Uzer, MU. 2000. Menjadi Guru Profesional. ‘Bandung: Remaja Rosdakarya.

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan memesannya via telpon/sms ke No. HP. 085 641 016 472 / PIN : 2771D5FB

PTK SMP FISIKA (PENERAPAN MODEL GROUP INVESTIGATION DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN INDUKSI ELEKTROMAGNETIK SISWA KELAS IX)

PENERAPAN MODEL GROUP INVESTIGATION DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN INDUKSI ELEKTROMAGNETIK SISWA KELAS IX DI SMP NEGERI 18 CIREBON

ABSTRAK

Penelitian yang berjudul Penerapan Model Group Investigation DalamPeningkatan Pembelajaran Induksi Elektromaknetik Siswa Kelas IX D SMP Negeri 18 Cirebon  dilator belakangi oleh rendahnya prestasi belajar siswa (nilai) baik dalam ulangan harian, ulangan semester  maupun Ujian Akhir Sekolah, yaitu dibawah nilai Kriteria Ketuntasan Minal (6,0)

Rendahnya prestasi siswa dimungkinkan salah satu adalah penggunaan metode pembelajaran yang digunakan oleh guru masih berpusat pada guru, sehingga aktifitas siswa tidak optimal

Melalui penerapan model Demonstrasi diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan keaktifan siswa belajar fisika yang berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa

Subyek penelitian adalah siswa kelas IX D SMPN 18 Cirebon dengan jumlah laki-laki 21 orang dan perempuan 20 orang. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif berupa hasil observasi dan metode kuantitatif berupa hasil p[ra test dan pasca test.

Penelitian ini dilaksanakan dua siklus, dan masing – masing siklus melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi

Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil Dari data kuantitatif maupun data kualitatif dari siklus I ke siklus II. Hasil temuan kuantitatif terhadap prestasi belajar siswa meningkat dari rata-rata nilai 5,71 menjadi 7,24 atau mengalami peningkatan 27,32% sedangkan secara kelompok dari 7,56 menjadi 8,63 atau mengalami peningkatan 14,15%. Sedangkan hasil temuan kualitatif menunjukkan adanya peningkatan dalam hal perhatian, keberanian, kesungguhan, kemampuan dalam pembelajaran induksi Elektromaknetik. Berdasarkan temuan tersebut model pembelajaran Group Investigation hendaknya dapat digunakan dalam pembelajaran fisika, karena memiliki dampak yang sangat positif terhadap siswa yang rendah hasil belajarnya dan dapat mendorong siswa menjadi aktif di setiap proses pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

Depdiknas. (2002). Pendekatan Konstektual. Dirjen Pendidikan dasar dan Menengah Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama. Jakarta

Depdiknas. (2003) paket Bahan Ajar Guru Fisika SLTP. BPG Bandung

Hidayat. (2004) Diktat Kuliah Teori Pembelajaran. Semarang. FPMIPA UNNES.

Shrie Laksmi Saraswati. (2004). Penelitian Tindakan Kelas. Bandung

Suyitno. (2004) dasar-dasar Prosews Pembelajaran. Semarang FPMIPA UNNES

Zainal Aqib. (2006). Penelitian Tindakan Kelas. Bandung. YRAMA WIDYA.

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan memesannya via telpon/sms ke No. HP. 085 641 016 472