PTK SMA OLAHRAGA (PENINGKATAN SKILL PERMAINAN SEPAK BOLA DENGAN GAYA MENGAJAR DIVERGEN PADA SISWA KELAS XI)


PENINGKATAN SKILL PERMAINAN  SEPAK BOLA DENGAN GAYA MENGAJAR DIVERGEN PADA SISWA KELAS XI SMAN 1 PANGALENGAN

BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang Masalah

Sepak bola merupakan salah satu olahraga permainan yang sudah dimainkan sejak lama di berbagai Negara, meskipun menggunakan istilah yang berbeda. Semua permainan itu memiliki tujuan yang sama, yaitu permainan yang dimainkan oleh dua tim dan pemain dari tiap tim berusaha memainkan bola dan menjaga bola agar tidak direbut oleh tim lawan dan berusaha memasukan bola ke dalam jaring atau gawang lawan, Seperti yang dikemukakan oleh Hamdani (2007: 3) yaitu:

… Di negeri Cina. Kala itu, dinasti Han melatih tentara menggunakan “tsu-chu” untuk latihan fisiknya, yaitu latihan menendang bola kulit memasukkan ke dalam jaring kecil yang diikatkan pada batang-batang bambu panjang …”, selain di Cina permainan sepak bola telah dimainkan juga di Jepang yang bernama Kemari, meskipun tidak kompetitif seperti di Cina. Yunani dengan “episkyros”, Romawi (Italia) dengan “haspartum”, dan Perancis dengan “choule”.

Sepak bola adalah permainan invasi yaitu permainan yang memperbolehkan setiap pemain dalam sebuah tim atau regu yang bertanding menyerang memasuki daerah pertahanan lawan, dansetiap pemain dalam sebuah tim berusaha memasukan bola ke gawang lawannya untuk membuat gol atau skor, serta menjaga gawangnya dari serangan lawan. Gol dihitung jika bola seluruhnya telah melewati garis gawang. Seiap pemain berusaha memasukan bola dengan cara melakukan operan (passing), menggiring (dribbling), menembak (shooting). Selain cara – cara tersebut, ada cara lain yang bisa dilakukan oleh para pemain yang tidak membawa bola, seperti bergerak mencari ruang kosong, membantu dan melindungi pemain yang sedang membawa bola. Dan pemain dari tim lawan yang tidak menguasai bola berusaha untuk merebut bola dari pemain lawan dengan cara melakukan adu tubuh (body charge), taklikng, membayangi pemain lawan yang tidak membawa bola, menutup ruang kosong, dan menutup ruang tembak ke arah gawang.

Sepak bola merupakan olahraga yang sangat digemari di seluruh dunia, terbukti dari data siswa di akademi La Masia milik klub sepak bola Barcelona Spanyol, yang diminati oleh setiap anak di seluruh dunia, yang dikutip dari http://www.kaskus.us/showthread yaitu :

La Masia menjadi salah satu kamp paling elite bagi bakat-bakat super dari seluruh dunia. Dalam 30 tahun, sebanyak 450 pemain bola muda memancangkan mimpinya di bangunan dengan luas 610 meter persegi tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak 40 pemain menjadi pemain utama Barcelona

Di lingkungan persekolahan, permainan sepak bola termasuk salah satu ruang lingkup materi aktivitas pembelajaran permainan dan olahraga, dalam materi pelajaran Pendidikan Jasmani Kesehatan Olahraga dan Rekreasi (Penjasorkes), yang sudah tertera dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tahun 2006, yang telah dirumuskan dalam standar kompetensi sebagai berikut: “Melakukan teknik dan taktik berbagai permainan dan olahraga didasari konsep yang benar dan memiliki nilai – nilai yang terkandung didalamnya”. Dan sudah dijabarkan dalam tujuan pembelajaran yang terdapat pada kompetensi dasar dan indicator aktivitas pembelajaran permainan olahraga ksususnya dalam aktivitas permainan sepak bola, pada tingkat satuan Pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) kelas XI (sebelas) sebagai berikut:

Kompetensi dasar:

Mengintregrasikan teknik salah satu nomor olahgraga beregu mengunakan bola besar (sepak bola, bolavoli, bola basket) dengan baik, tepat dan lancar. Indikator

  1. Menggunakan berbagai bentuk formasi, bentuk strategi dalam permainan sepak bola.
  2. Mempraktikan teknik passing, shooting dan dribbling.

Di dalam aktivitas pembelajaran yang diberikan oleh masing – masing guru mata pelajaran, memiliki metode, model dan mengajar yang berbeda – beda. Dan tugas guru adalah memilih metode, model dan gaya mengajar yang tepat agar materi yang diberikan dapat tersampaikan. Beberapa metode, model dan gaya mengajar, yang sering dipergunakan oleh seorang guru diantaranya adalah pemrosesan informasi, gaya mengajar komando, divergen, pembelajaran kooperatif dsb. Itulah beberapa metode, gaya dan strategi yang bias dipergunakan oleh seorang guru, khususunya guru penjas. Dalam pembelajaran penjas seorang guru di tuntut kreatifitasnya untuk menggunakan gaya, metode dan strategi mengajar yang tepat, sehingga antusias siswa dalam pembelajaran cukup tinggi.

 B.       Identifikasi Masalah

Berdasarkan Latar belakang permasalahan, dapat diidentifikasi terkait dengan aktivitas pembelajaran permainan sepak bola dalam mata pelajaran Penjaskes di SMAN 1 Pangalengan adalah sebagai berikut:

  1. Guru belum memahami antara aktivitas pembelajaran permainan sepak bola dengan pelatihan cabang olahraga sepak bola
  2. Guru Penjaskes cenderung memberikan aktivitas pelatihan cabang olahraga sepak bola, bukan memberikan aktifitas pembelajaran permainan sepak bola.
  3. Masih jarang guru Penjaskes yang menerapkan  gaya mengajar divergen dalam aktivitas pembelajaran permainan sepak bola.
  4. Siswa kurang kreatif dalam memberikan jawaban pada suatu permasalahan
  5. Siswa cenderung pasif  dan menunggu jawaban yang diberikan oleh guru
  6. Siswa terlalu bergantung kepada intruski guru dalam pembelajaran.
  7. Kurangnya kesempatan gerak yang didapat siswa karena lama menunggu giliran.

 C.      Batasan  Masalah

Untuk mempermudah masalah yang diteliti, maka batasan permasalahan dalam penelitian ini adalah: penerapan gaya mengajar divergen dalam pembelajaran aktivitas permainan sepak bola di SMA Negeri 1 Pangalengan.

DAFTAR PUSTAKA

Hamdani, A.R. 2007. Permainan Sepak Bola. Surabaya: Apollo

Mosston, V. 1994. Foundamentals of Teaching Methods. New York: Harvard University

H.A. Furqon. 1968. Kiat-Kiat Menjadi Guru. Jakarta: Pradnja Paramita

Abdullah Rusman. 2011. Psikologi Kependidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya

Undang-Undang No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen

Sybilla Aunurrahman. 2011. Pembelajaran yang Efektif. Jakarta: Rineka Cipta

M.A. Hubermen dan P. Miles. 2000. Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: UI Press

Ridwan H.M. 2001. Penelitian Tindakan. Jakarta: Rineka Cipta

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan konfirmasi via telpon/sms ke No. HP. 085 641 016 472

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s