PTK SMA BIMBINGAN KONSELING (MENINGKATKAN KONSEP DIRI YANG POSITIF MELALUI KONSELING PEER GROUP)

MENINGKATKAN KONSEP DIRI YANG POSITIF MELALUI KONSELING PEER GROUP PADA SISWA KELAS X.5 DI SMA NEGERI 56 JAKARTA

ABSTRAK

MENINGKATKAN KONSEP DIRI YANG POSITIF MELALUI KONSELING PEER GROUP PADA SISWA KELAS X.5 DI SMA NEGERI 56 JAKARTA

Penelitian ini berangkat dari fenomena yang terjadi di lapangan yaitu di SMA Negeri 56 Jakarta bahwa banyak siswa menunjukkan perilaku seperti: sangat peka terhadap kritik, hiperkritis terhadap orang lain, responsif berlebihan terhadap pujian, kurang mampu mengendalikan emosi, kurang yakin akan kemampuan diri sendiri dan pesimis terhadap kompetisi. Gejala-gejala tersebut mengidentifkasikan bahwa siswa kurang memiliki konsep diri yang positif.

Fenomena di atas mendorong peneliti untuk mengkaji efektifitas konseling peer group dalam meningkatkan konsep diri yang positif pada siswa.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah suatu kajian reflektif yang dilakukan konselor dalam meningkatkan kemampuannya berfikir secara rasional dan bertindak untuk memperbaiki kualitas bimbingan terhadap siswa sehingga diperoleh kesimpulan: 1) konseling peer group dalam layanan pribadi sosial dapat meningkatkan konsep diri yang positif pada siswa sebesar 8,66% pada siklus I dan meningkat lagi sebesar 11,46% pada siklus II; 2) melalui konseling peer group, siswa terlatih dan terampil dalam meningkatkan konsep dirinya yang positif.

Penelitian ini menghasilkan rekomendasi yang ditujukan pada peneliti selanjutnya untuk mengkaji efektifitas konseling peer group dengan meneliti variabel yang sama dengan jumlah sampel yang relatif lebih besar sehingga hasil penelitian lebih representatif.

Kata Kunci : Konsep diri yang positif, konseling peer group

DAFTAR PUSTAKA

Http://digilib.unnes.ac.id/gsdl/cgi-bin/librari 2009, Efektivitas Kegiatan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Peer Group untuk meningkatkan konsep diri yangpositif.

Muslihuddin, 2009., Kiat Sukses Melakukan Penelitian Tindakan Kelas, Bandung, CV. Lotus Mandiri.

Suherman Uman, 2007, Materi Layanan Informasi dalam Bimbingan dan Konseling, Bekasi, Madani Production.

Rusmana Nandang, 2008, Pelatihan Teknik-Teknik Bimbingan Kelompok Menggunakan Latihan Kelompok, UPI Bandung.

Tim Bimbingan dan Konseling, 2008, Materi dan Metodologi Pembelajaran Bimbingan dan Konseling, UPI Bandung, tidak diterbitkan.

Undang – Undang Sistim Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003, Jakarta.

WinkelW.S, 1991, Bimbingan dan  Konseling di Institusi Pendidikan, Jakarta, PT Gramedia Widiasarana Indonesia.

Yusuf Syamsu, 2002, Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja, Bandung, PT Remaja Rosda Karya

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan konfirmasi via telpon/sms ke No. HP. 085 641 016 472  / PIN : 2771D5FB

PTK SMA BIMBINGAN KONSELING (UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA MELALUI PENGGUNAAN KONSELING TRAIT AND FACTOR BAGI SISWA DENGAN PRESTASI 10 RENDAH)

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA MELALUI PENGGUNAAN KONSELING TRAIT AND FACTOR BAGI SISWA DENGAN PRESTASI 10 RENDAH YANG ADA DI KELAS XI-S1 SMA NEGERI 6 SURAKARTA PADA TAHUN PELAJARAN 2009/2010

ABSTRAK

Permasalahan seputar prestasi belajar siswa yang ada di dalam setiap kelas pada dasarnya merupakan permasalahan yang harus ditangani bersama. Rendahnya prestasi belajar siswa merupakan salah permasalahan yang mendasar dalam setiap kelas. Di kelas XI-S1 SMA Negeri 6 Surakarta terdapat kecenderungan yang tetap pada siswa yang mempunyai prestasi belajar yang rendah. Sehingga tidak heran apabila kelompok 10 rendah kelas selalu diduduki oleh beberapa siswa tertentu saja. Hal ini menimbulkan kesenjangan dalam kelas apabila dibiarkan secara berlarut-larut. Bimbingan konseling juga bertanggung jawab terhadap kondisi ini. Untuk itu guru bimbingan konseling mencoba menerapkan model bimbingan konseling dengan trial and factor dalam rangka mengatasi permasalahan ini.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan konseling trail and factor dalam meningkatkan prestasi belajar siswa dengan prestasi 10 rendah yang ada di Kelas XI-S1 SMA Negeri 6 Surakarta pada tahun pelajaran 2009/2010.

Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Data yang diperoleh dalam penelitian ini meliputi: data dokumentasi dari arsip prstasi belajar siswa, dan hasil observasi langsung pada siswa yang menjadi klien dalam bimbingan konseling ini. Focus penelitian in adalah 10 siswa yang mempunyai prestasi 10 rendah kelas. Dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif interaktif menurut teori HB. Sutopo.

Hasil penelitian ini adalah 1) Pelaksanaan proses bimbingan konseling yang dilakukan dengan model trial and factor yang ada pada siswa dengan prestasi 10 rendah yang ada di kelas XI-S1 SMA Negeri 6 Surakarta pada tahun pelajaran 2009/2010 ini mampu memberikan perubahan prestasi belajar beberapa siswanya.  Hal ini ditunjukan dengan adanya peningkatan rata-rata nilai dalam ujian yang ada pada semester I tahun pelajaran 2009/2010 baik ujian mid semester maupun ujian akhir semester. Selain itu juga terdapat peningkatan peringkat kelas dari beberapa siswa setelah dilakukan proses bimbingan konseling dengan menerapkan model trial and factor. 2) Proses bimbingan konseling yang dilakukan dengan model trial and factor yang diterapkan dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa dengan prestasi 10 rendah yang ada di kelas XI-S1 SMA Negeri 6 Surakarta tahun pelajaran 2009/2010 belum dapat dilaksanakan secara sempurna. Hal ini dikarenakan dari hasil pelaksanaan proses bimbingan konseling ini belum menunjukkan perubahan yang cukup berarti dari sebagian besar siswa yang diberikan konseling.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsini. 2006. Prosedur Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta.

Aunurrahman. 1998. Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar. Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

Dimyati Mahmud. 2000. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: Fakultas Ilmu Pendidikan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Edi Legowo.2003. Analisis Pengubahan Tingkah Laku. Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret

Elizabeth Hurlock. 1999. Perkembangan Anak. Jakarta: Erlangga

Hamalik Oemar. 2004. Prses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.

Iqbal Hasan. 2002. Pokok-Pokok Materi metodologi Penelitian dan Aplikasinya. Jakarta: Ghalia Indonesia

____________.2002. Pokok-Pokok Materi Statistik 2. Jakarta: Bumi Aksara

Margaret Bell. 2001. Belajar dan Membelajarkan. Jakarta: Rajawali Pers

Marzuki. 2002. Metodologi Riset. Yogyakarta: Bagian Penerbitan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia

Muhibbin Syah. 2005. Psikologi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya

Nana Syaodih. 2003. Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya

Sardiman. 2002. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada

Singgih Gunarso.2002. Konseling dan Psikoterapi. Jakarta: Gunung Mulia

Slameto. 2005. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta

Soedomo Hadi. 2005. Pengelolaan Kelas. Surakarta: Lembaga Pengembangan Pendidikan UNS dan UPT Penerbitan Percetakan UNS

Soetrisno Hadi. 2001. Metode Research. Yogyakarta: Andi Offset.

Soli&Thayeb. 2002. Teknik dan Laboratorium Konseling. Jakarta: departeman Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Proyek Pendidikan Tenaga Akademik

Sugiyono, 2005, Metode Penelitian, Bandung : Alfa Beta.

Suharsimi Arikunto. 2002. Produr Penelitian suatu Pendidikan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta

Trisno Martono. 2005. Strategi Belajar-Mengajar. Surakarta: departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Universitas Sebelas Maret

Thulus Hidayat dkk, 2001. Psikologi Pendidikan. Surakarta: FKIP Universitas Sebelas Maret

Yamin, Martini, 2006, Sertifikasi Profesi Keguruan di Indonesia, Jakarta : Putra Grafika.

Winkel WS, 2001. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Jakarta: Grasindo

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan konfirmasi via telpon/sms ke No. HP. 085 641 016 472

PTK SMA BIMBINGAN KONSELING (UPAYA MENGOPTIMALKAN BIMBINGAN KONSELING UNTUK MENGATASI PERILAKU MENYIMPANG )

UPAYA MENGOPTIMALKAN BIMBINGAN KONSELING UNTUK MENGATASI PERILAKU MENYIMPANG SISWA KELAS X 1 SMA NEGERI 1 NGUTER SUKOHARJO

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah

Pada zaman modern seperti sekarang ini bertemulah banyak kebudayaan sebagai hasil dari makin akrabnya komunikasi daerah, nasional dan internasional. Percampuran bermacam-macam budaya itu dapat berlangsung lancar dan lembut, akan tetapi tidak jarang berproses melalui konflik personal dan sosial yang hebat. Banyak pribadi yang mengalami gangguan jiwa dan muncul konflik budaya yang ditandai dengan keresahan sosial serta ketidakrukunan kelompok-kolompok sosial. Sebagai akibat lanjut timbul ketidaksinambungan, disharmoni, ketegangan, kecemasan, ketakutan, kerusuhan sosial dan perilaku yang melanggar norma-norma hukum formal. Situasi sosial yang demikian ini mengkonsionir timbulnya banyak perilaku paotogis sosial atau sosiopatik yang menyimpang dari pola-pola umum, sebab masing-masing orang hanya menaati norma dan peraturan yang dibuat sendiri.

 Sebagian besar dari mereka bertingkah laku seenak sendiri tanpa mengindahkan kepentingan orang lain, bahkan suka merampas hak-hak orang lain. Akibatnya muncullah banyak masalah sosial yang disebut dengan tingkah laku sosiopatik, deviasi sosial, disorganisasi sosial, disintegrasi sosial dan diferensiasi sosial.

Perilaku menyimpan seperti kenakalan merupakan bagian dari masalah sosial yang seringkali muncul di berbagai daerah. Perkembangan remaja yang saat ini terjadi sangat relevan dengan perilaku yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku, sehingga seringkali pergaulan ini menyebabkan masalah sosial apabila tidak ada pengawasan yang ketat dari berbagai pihak yang terkait seperti keluarga, lingkungan, pemerintah maupun sekolah.

Sebagai dampak dari kondisi yang semacam ini banyak orang lalu mengembangkan pola tingkah laku menyimpang dari norma-norma hukum, dengan jalan berbuat semaunya sendiri demi keuntungan sendiri dan kepentingan pribadi, kemudian mengganggu dan merugikan pihak lain.

Tingkah laku menyimpang menurut Supartinah Sadli yang dikutip oleh Sofyan S. Willis adalah “Tingkah laku yang melanggar atau bertentangan atau menyimpang dari aturan-aturan normatif.” Dari definisi ini jelaslah bahwa asumsi  terhadap tingkah laku yang menyimpang ditentukan oleh norma-norma yang dianut oleh anak. Masyarakat adalah komunitas terakhir yang menentukan apakah anak melakukan perilaku menyimpang.

Pendidikan merupakan kunci dalam membentuk kehidupan manusia ke arah peradabannya, menjadi sesuatu yang sangat strategis dalam mencapai tujuan. Sekolah dan lembaga sejenis dapat dipandang sebagai komunitas masyarakat yang memerlukan pembinaan secara optimal. Unsur-unsur yang ada di dalamnya adalah calon manusia yang mempunyai potensi untuk melanjutkan kehidupan bangsa ini. Bila mereka mendapatkan pendidikan nilai-nilai keagamaan yang tepat akan menjadi pondasi spiritual yang kuat bagi perkembangan pendidikan mereka selanjutnya.

Sebagai landasan yuridis menurut Undang-undang sistem pendidikan nasional nomor 20 tahun 2003 Bab II pasal 3, pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar enjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab. (Sisdiknas, 2003 : 6).

Pengembangan nilai-nilai di Taman Kanak-kanak berkaitan erat dengan pembentukan perilaku manusia, sikap, dan keyakinan. Oleh karena itu, diperlukan berbagai inovasi pengembangan yang komprehensif sesuai dengan perkembangan dan kemampuan anak didik. Untuk melaksanakan program pembelajaran nilai-nilai agama Islam, guru harus mempelajari berbagai pendekatan yang sesuai dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan anak didik, menyiapkan kurikulum, dan adanya kesinambungan antar satu program pengembangan dengan program lainnya.

Metode dan pendekatan berfungsi sebagai nilai untuk mencapai tujuan yaitu pembentukan perilaku anak yang positif. Dalam pendekatan ini, guru perlu mempertimbangkan berbagai hal seperti tujuan yang hendak dicapai, karakteristik anak, jenis kegiatan, nilai/kemampuan yang hendak dikembangkan, pola kegiatan, fasilitas/media, situasi dan tema/sub tema yang dipilih dalam setiap pembelajaran yang akan diberikan guru.

Dalam pola pelaksanaan pendidikan tidak terlepas peran keluarga, sekolah maupun masyarakat, bahkan dari kenyataan bahwa pendidikan keluarga merupakan lembaga pendidikan yang pertama yang kehidupan anak-anak maupun menerapkan sebagai makhluk sosial, disamping itu keluarga sangat berperan dalam pembentukan watak, tingkah laku, moral dan pendidikan kepada anak. Disamping itu keluarga juga sebagai tempat untuk belajar memahami dirinya tempat belajar tentang norma yang ada itu.

Dari uraian diatas dapat dijadikan alasan bahwa pendidikan merupakan selah satu institusi yang penting sebagai pembentuk perilaku anak untuk mengembangkan perilaku anak kearah yang lebih baik. Untuk memberikan kemudahan dalam memahami uraian diatas maka tugas akhir ini di berikan judul : Upaya Mengoptimalkan Bimbingan Konseling Untuk Mengatasi Perilaku Menyimpang Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Nguter .

B.     Pembahasan Masalah

Untuk memberikan kemudahan dalam memahami persoalan maka diberikan pembatasan persoalan yaitu :

  1. Pelaksanaan bimbingan konseling kepada siswa
  2. Metode dan cara melakukan bimbingan konseling.
  3. Siswa sebagai obyek yang berperilaku menyimpang.

C.    Perumusan Masalah

Dari latar belakang dan pembatasan masalah yang telah dipaparkan diatas dapat diambil rumusan permasalahan yaitu : Apakah dengan menggunakan layanan bimbingan konseling dapat mengatasi perilaku menyimpang siswa di kelas X1 SMA Negeri 1 Nguter Sukoharjo ?

DAFTAR PUSTAKA

Agus Sulistyo dan Adi Mulyono. 2004. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Surakarta : Penerbit Ita.

Bambang Sujiono. 2005. Mencerdaskan Perilaku Anak Usia Dini. Jakarta: Penerbit PT. Elex Media Komputindo.

Bambang Sujiono. 2005. Mencerdaskan Perilaku Anak Usia Dini. Jakarta: Penerbit PT. Elex Media Komputindo.

Basuki Wibawa. 2003. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Depdiknas, Dirjen PDM Direktorat Tenaga Kependidikan.

Edi Purwanta. 2005. Modifikasi Perilaku. Jakarta : Departemen Pendidikan tinggi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Direktorat Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan dan Ketenagaan Perguruan Tinggi.

Elizabeth B. Hurlock. 1990. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Penerbit Gelora Aksara Pratama.

Harris Clemes dan Reynold Bean. 2001. Mengajarkan Disiplin Kepada Anak. Jakarta : Mitra Utama.

Suryadi. 2006.  Kiat Jitu dalam Mendidik Anak. Jakarta : Penerbit Mahkota.

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan konfirmasi via telpon/sms ke No. HP. 085 641 016 472

PTK SMP BAHASA INDONESIA (PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR SEBAGAI SALAH SATU ALTERNATIF UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR)

PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR SEBAGAI SALAH SATU ALTERNATIF UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA PADA SISWA KELAS IX B SMP NEGERI 3 SERIRIT

ABSTRAK

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan untuk : 1). meningkatkan kemampuan berbicara siswa kelas IX B SMP Negeri 3 Seririt tahun pelajaran 2009/2010 khususnya kemampuan melaporkan berbagai peristiwa secara lisan, 2). mengidentifikasi peningkatan daya scrap siswa kelas IX B SMP Negeri 3 Seririt tahun pelajaran 2009/2010 pada aspek keterampilan berbicara khususnya melaporkan berbagai peristiwa secara lisan, dan 3). mengidentifikasi bagaimana langkah – langkah yang efektif dilakukan oleh peneliti/guru dalam menggunakan media gambar agar hasil belajar bahasa Indonesia siswa kelas IX B SMP Negeri 3 Seririt pada aspek berbicara khususnya melaporkan berbagai peristiwa secara lisan dapat ditingkatkan.

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus, pada siswa kelas IX B SMP Negeri 3 Seririt semester ganjil tahun pelajaran 2009/2010 yang berjumlah 30 orang sebagai subjek penelitian.

Pengumpulan datanya menggunakan teknik tes unjuk kerja yang telah dilengkapi dengan rubrik penilaian untuk pengumpulan data utama, dan teknik observasi untuk pengumpulan data pelengkap.

Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik analisis deskriptif komparatif untuk data utama yaitu dengan cara membandingkan nilai tes hasil belajar siswa dengan KKM mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas IX SMP Negeri 3 Seririt tahun pelajaran 2009/2010 yaitu angka 66 sebagai indikator kinerja, kemudian membandingkan nilai tes hasil belajar antarsiklus.

Dari penganalisisan data diperoleh hasil bahwa penggunaan media gambar dapat meningkatkan kemampuan siswa berbicara khususnya kemampuan melaporkan berbagai peristiwa secara lisan. Daya scrap siswa meningkat sebesar 22,08 % setelah diberikan perlakuan/tindakan.

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh disarankan agar guru bahasa Indonesia mencobakan hasil penelitian ini sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada aspek berbicara serta melakukan pemilihan/penetapan topik gambar secara hati-hati agar efektivitas gambar sebagai media pembelajaran terpenuhi.

Kata Kunci :       Media gambar, hasil belajar, kemampuan berbicara khususnya melaporkan berbagai peristiwa secara lisan.

DAFTAR PUSTAKA

BSNP. 2006. SKdan KD Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs. Jakarta: BSNP.

BSNP. 2007. Model Penilaian Kelas Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: CV Timur Putra Mandiri.

Dryden, Gordon dan Dr. Jeannette Vos. 2003. Revolusi Cora Belajar. The Learning Revolution. Bagian I. Belajar Akan Efektif kalau Anda dalam Keadaan Fun. Bandung: Kaiffa.

…….. 2003. Revolusi Cora Belajar. The Learning Revolution. Bagian II. Bandung: Kaiffa.

Depdiknas. Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama. 2005. Materi Pelatihan Terintegrasi Bahasa dan Sastra Indonesia Buku I. Jakarta: Depdiknas.

…….. Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama. 2005. Materi Pelatihan Terintegrasi Bahasa dan Sastra Indonesia Buku2. Jakarta: Depdiknas.

…….. Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama. 2005. Materi Pelatihan Terintegras Bahasa dan Sastra Indonesa Buku 3. Jakarta: Depdiknas.

Finoza, Lamudin. 1993. Komposisi Bahasa Indonesia. Jakarta: Diksi Insan Mulia.

Hamalik, Oemar. 1986. Media Pendidikan. Bandung: Alumni.

Hastuti, Sri. 1996. Strategi Belajar Mengajar Bahasa Indonesia. Jakarta: Depdikbud Dirjen Dikdasmen Bagian Proyek Penataran Guru SLTP Setara D – III.

Ismail, Taufiq. 2003. Mengarang Itu Senang. Bimbingan Pelajaran Mengarang untuk SLTP. Jakarta: Yayasan Indonesia.

Keraf, Gorys. 1995. Eksposisi. Jakarta: PT Gramedia.

Mahaputri, Ni Luh Putu. 2003. Implementasi Pendekatan Struktural Tipe Numbered-Head- Together dalam Pembelajaran Kalor sebagai Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas II F SLTP Negeri Sukasada Tahun Ajaran 2003/2004. Sfcr/ps/(Tidak Diterbitkan). Jurusan Pendidikan Fisika Fakultas Pendidikan MIPA IKIP Negeri Singaraja.

Marahimin, Immail. 2001. Menulis Secara Populer. Jakarta: PT Dunia Pustaka Jaya.

Mas’Ud, Lolu. 2005. Penerapan Pendekatan Komunikatif Integratif dalam Pembelajaran Keterampilan Berbicara 2, Suatu Upaya Meningkatkan Kemampuan Berbicara Mahasiswa Semester II Program Studi PBSID STKIP Hamzanwadi di Selon. Tests (Tidak Diterbitkan). Fakultas Pascasarjana IKIP Negeri Singaraja.

Nurjaya, I Gede dkk. 1997. Penggunaan Gambar Berseri untuk Meningkatkan Mutu Pembelajaran Keterampilan Menulis di Kelas IV SD Laboratorium STKIP Singaraja. Laporan Penelitian (Tidak Diterbitkan). Sekolah Tinggi Keguruan dan Hmu Pendidikan Singaraja.

Purwo, Bambang Kaswanti. 1997. Pokok-pokok Pengajaran Bahasa dan Kurikulum 1994 : Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Pembukuan Depdikbud.

Romli, Asep Syamsul M. 2003. Lincah Menulis Pandai Berbicara: Panduan Ringkas Menulis Artikel dan Teknik Berpidato di Depan Umum. Bandung: Nuansa Cendekia.

Sadiman, Arief S dkk. 2006. Media Pendidikan. Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Suastana,   I Made (Widyaiswara). 2007. Bagaimana Pengelolaan Pembelajaran Kontekstual? Makalah. Disajikan dalam rangka workshop Peningkatan Mutu Hasil Ujian Nasional Tingkat SMP di Hotel Batukaru. Denpasar: Depdiknas Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Dinas Pendidikan Provinsi Bali.

Sudiatmika,   I Wayan. 2004. Penerapan Pendekatan Kontekstual dengan Model Pembelajaran Langsung dalam Pembelajaran Kalor sebagai Upaya Meningkatkan Aktivitas dan Prestasi Belajar Siswa Kelas IIA SMP Negeri 3 Singaraja. Skripsi (Tidak Diterbitkan). Jurusan Pendidikan Fisika Fakultas Pendidikan MIPA IKIP Negeri Singaraja.

Sudjana, Nana. 2005. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindo.

Suharsimi Arikunto. 2003. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan (Edisi Revisi). Jakarta: PT Bumi Aksara.

Suharsimi Arikunto dkk. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Suryanto, Alex dan Anita Verly. 2004. Bahasa Indonesia SMP untuk Kelas IX. Surabaya: Esis.

Wahono, dan Rusmiyanto. 2007. Kreatif Berbahasa dan Bersastra Indonesia untuk SMP Kelas IX. Jakarta: Ganeca Exact.

Wibowo, Teguh dkk. 2005. Bahasa dan Sastra Indonesia 3 untuk SMP kelas IX. Bandung: Acarya Media Utama.

Wisudariani, Ni Made Rai. 2008. Efektivitas Masyarakat Belajar (Learning Community) dalam Wujud Diskusi Kelompok Kecil untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Siswa Kelas VIII A SMP Negeri Penebel. Tugas Akhir (Tidak Diterbitkan). Jurusan Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah. Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha Singaraja.

Zainudin dan Basori Mukti. 1983. Pusat Sumber Belajar. Jakarta: Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan.

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan konfirmasi via telpon/sms ke No. HP. 085 641 016 472

PTK SMP BAHASA INDONESIA (MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS CERPEN SISWA KELAS VII SEMESTER 1 DENGAN MENGGUNAKAN METODE CONFERENCE WRITING)

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS CERPEN SISWA KELAS VII SEMESTER 1 SMP NEGERI 2 CANDI SIDOARJO DENGAN MENGGUNAKAN METODE CONFERENCE WRITING

ABSTRAK

____________. 2006. Meningkatkan Kemampuan Menulis Cerpen Siswa Kelas VII Semester 1 SMP Negeri 2 Candi Sidoarjo dengan Menggunakan Metode Conference Writing

Kata Kunci : Menulis, Cerpen, Metode Conference writing.

Pembelajaran menulis cerpen terdapat dalam pembelajaran kelas VII semester I. Pembelajaran menulis masih belum banyak mendapat perhatian dari guru. Siswapun masih kurang terbiasa untuk menulis, apalagi menulis cerpen.

Hal ini perlu didefinisikan bahwa kemampuan siswa menulis cerpen masih relatif rendah, indikatornya sebagai berikut : (a) Siswa kesulitan menemukan ide / tema, (b) Kesulitan menambah kalimat pertama untuk  memulai menulis dan (c) Siswa sering menulis kalimat kurang padu. Sehingga dapat dirumuskan : Bagaimana metode conference writing dapat membantu siswa menemukan ide / tema. Membantu menemukan kalimat pertama mengawali menulis, dan membantu menggunakan kalimat yang padu dalam menulis cerpen. Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan kemampuan menulis cerpen yang berdasarkan pada refleksi kehidupan sehari-hari dengan metode conference writing, khususnya pembelajaran menulis cerpen di lingkungan di SMP Negeri siswa kelas VII semester I. Penelitian ini di rancang  secara kualitatif untuk mendapatkan keakuratan hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan.

Skor hasil menulis cerpen menggunakan metode conference writing (menulis bersama) dikelompokkan menjadi tiga penilaian , selanjutnya akan dihitung berdasarkan nilai rata-rata atau mean dari skor perolehan siswa tersebut.

Simpulan penelitian ini adalah kemampuan menulis cerpen dengan metode conference writing siswa kelas VII SMP Negeri 2 Candi mengalami peningkatan. Sebelum menggunakan metode conference writingdikategorikan cukup dengan nilai rata-rata 6,90. Sedangkan setelah diadakan peningkatan dengan metode conference writing (menulis bersama) hasilnya meningkat menjadi 7,69 dan putaran ketiga meningkat menjadi 8,46.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan bahwa semua guru diharapkan memberikan pelayanan, motivasi dan mencari kelemahan-kelemahan siswa serta memecahkannya sehingga prestasi siswa akan lebih baik. dan akan mendapatkan metode-metode baru yang berguna untuk meningkatkan prestasi siswa, sehingga perkembangan pendidikan ke depan akan lebih baik.

DAFTAR RUJUKAN

Azwar, Saifudin. 1998. Metode Penelitian. Jogjakarta. Pustaka Belajar

Depdikbud. 1998. Kamus Baku Bahasa Indonesia. Jakarta

Gugus, Mardini. 1999. Peningkatan Ketrampilan menulis Puisi Menggunakan Metode Conference Writing. Jurnal Gentengkali No 3 Tahun III Surabaya Proyek PPM SLTP JATIM

Kasihani, Kasballah. 1998 Penelitian Tindakan Kelas. Malang. IKIP Malang

Soedarsono, F.X. 1997. Pedoman Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas : Rencana Desain dan Inplementasi. Jogjakarta : Dirjen Dikti

Suyuti, Sumitro A. 1997. Apresiasi Prosa Fiksi. Jakarta. Depdikbud

Tarigan, Henry Guntur. 1983. Menulis Sebagai Salah Satu Keterampilan Berbahasa. Bandung. Angkasa.

__________, 1991. Metode Pengajaran Bahasa. Bandung.Angkasa.

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan konfirmasi via telpon/sms ke No. HP. 085 641 016 472 / PIN : 2771D5FB

PTK SMP BAHASA INGGRIS (Monolog Descriptive Lisan Sederhana Sistim ICARE)

MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENGUNGKAPKAN MONOLOG DESCRIPTIVE LISAN SEDERHANA YANG BERTERIMA SISWA KELAS VIIA SMP NEGERI 2 JABON MENGGUNAKAN SISTIM ICARE

ABSTRAK

Hartoyo, 2006. Meningkatkan Keterampilan Mengungkapkan Monolog Descriptive Lisan Sederhana yang Berterima Siswa Kelas VIIA SMP Negeri 2 Jabon menggunakan Sistim ICARE.

Kata-kata kunci : Monolog Descriptive Lisan Sederhana yang Berterima, Sistim      ICARE

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini merupakan suatu upaya untuk meningkatkan keterampilan mengungkapkan monolog Descriptive sederhana yang berterima (literary) bagi siswa kelas VIIA di SMP Negeri 2 Jabon Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini sebagai jawaban dari kesulitan guru bahasa Inggris ketika membelajarkan siswa pada siklus lisan. Pelaksanaan (PTK) ini menggunakan tiga siklus dengan sistim ICARE yang melalui lima tahapan yaitu, Introduce (Kenalkan), Connect (Hubungkan), Apply (Terapkan), Reflect (Refleksikan) dan Extend (Perluaslah) pada bahasan Personal Descriptive (Diskripsi Orang) yang terdiri dari sub topik: (1) deskripsi wajah dengan memperkenalkan Possessive Pronoun, (Kata Ganti Milik) “his dan her”, (2) deskripsi postur tubuh dengan mengkaitkan Pronoun as Subject, (Kata Ganti Subyek) “He dan She” dan kata kerja “wears” yang diikuti dengan kata benda yang merujuk pada pakaian (clothes), (3) melaksanakan penilaian individu lanjutan dan melakukan kegiatan remediasi dengan tutor sebaya. Agar pembelajaran bermakna dan menarik bagi siswa, maka pada bahasan Personal Description dikemas untuk mendiskripsikan orang-orang terkenal dengan kriteria penilaian meliputi permahaman kosa kata, pengucapan, kelancaran dan ketepatan menggunakan struktur kalimat.

Hasil analisis data yang diperoleh dari hasil pengamatan dan angket siswa secara kualitatif dan secara kuantitaif diperoleh dari dokumen penilaian proses pembelajaran dan secara individu menunjukkan bahwa dengan menggunakan sistim ICARE, dapat meningkatkan keterampilan siswa mengungkapkan monolog descriptive lisan sederhana yang berterima terdapat peningkatan sebagai berikut:      (1) meningkatnya keterampilan siswa mengungkapkan monolog descriptive sederhana, (2) meningkatnya kemampuan siswa didalam menggunakan bahasa Inggris lisan yang beterima dengan pengucapan yang relatif tepat, pada umumnya lancar dan menggunakan struktur kalimat yang tepat, (3) meningkatnya keberanian siswa dalam mengungkapkan monolog descriptive sederhana.

DAFTAR PUSTAKA

Azies,FS & Alwasilah CA. 1996. Penagajaran Bahasa Komunikatif Teori dan  Praktik. Bandung, Remaja Rosdakarya

Decentralized Based Education (DBE),2006. Integrasi Kecakapan Hidup dalam Pembelajaran. USAID Indonesia.

Dirjendikdasmen. 2005. Landasan Filosofi Teoritis Pendidikan Bahasa Inggris. Jakarta.

Mills,GE,2000. Action Research A Guide For The Teacher Researcher. Ohio, Shoutern Oregon University.

Permen 22. 2006. Standar Isi Mata Pelajaran Bahasa Inggris. Jakarta.

Puskur. 2003. Standar Kompetensi Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMP. Jakarta.

Sudjana,s. 2001. Metoda dan Teknik Pembelajaran Partisipatif. Bandung. Falah Production.

Suranto, Basowi, Sukidin,2002. Manajemen Penelitian Tindakan Kelas. Insan Cendekia.

Surya,M. 2003. Percikan Perjuangan Guru. Semarang, Aneka Ilmu.

Suryadi,A, 1983. Membuat Siswa Aktif Belajar.Bandung, Binacipta.

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan konfirmasi via telpon/sms ke No. HP. 085 641 016 472

PTK SMP BAHASA INDONESIA (Menulis Narasi Dengan Media Cerita Bergambar)

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN NARASI DENGAN MEDIA CERITA BERGAMBAR SISWA KELAS VII SMPN 1 PANEKAN KABUPATEN MAGETAN SEMESTER 2 TAHUN PELAJARAN 2008/2009

ABSTRAK

Sutiyo. 2009. Peningkatan Kemampuan Menulis Karangan Narasi Dengan Media Cerita Bergambar Siswa Kelas VII SMPN 1 Panekan Kabupaten Magetan Semester 2 Tahun Pelajaran 2008/2009. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FPBS, IKIP PGRI Madiun, Pembimbing (1) Drs. Bambang Eko Hari Cahyono, M.Pd., (2) Elen Inderasari, S.Pd., M.Pd.

Kata Kunci : Karangan narasi dengan media cerita bergambar

Penggunaan media pembelajaran melalui cerita bergambar dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan menulis karangan narasi, yaitu karangan yang menceritakan suatu peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disusun sedemikian rupa sehingga menimbulkan pengertian-pengertian yang merefleksikan interpretasi penulisnya.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan media cerita bergambar dapat meningkatkan kemampuan menulis karangan narasi pada siswa kelas VII di SMPN 1 Panekan, Kabupaten Magetan semester 2 tahun pelajaran 2008/2009.

Penelitian dilaksanakan pada siswa kelas VII SMPN 1, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan dengan jumlah 48 siswa. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan melalui sistem putaran atau siklus yang terdiri dalam 2 siklus, masing-masing meliputi planning, action, observation, dan reflection.

Hasil penelitian pada penggunaan media cerita bergambar dapat meningkatkan kemampuan menulis karangan narasi pada siswa kelas VII di SMPN 1 Panekan, Kabupaten Magetan semester 2 tahun pelajaran 2008/2009 yaitu (1) prestasi belajar bahasa Indonesia khususnya kemampuan menulis karangan narasi siswa kelas VIIB di SMPN 1 Panekan, sebelum diadakan tindakan diperoleh rata-rata 61,04 termasuk dalam skala nilai kurang; (2) tingkat kemampuan menulis karangan narasi dengan menggunakan media cerita bergambar pada siswa kelas VII di SMPN 1 Panekan, dapat dilihat pada persentase peningkatan pada siklus II dari sebelum siklus, yaitu (a) aspek pengembangan gagasan (ide) 26,68%, (b) aspek kesesuaian dan kejelasan isi cerita 12,08%, (c) aspek kelengkapan unsur cerita 13,67%, (d) aspek kebahasaan 13,43%, dan kerapian karangan 10,08%; dan (3) penggunaan media cerita bergambar terbukti dapat meningkatkan kemampuan menulis karangan narasi pada siswa kelas VIIB di SMPN 1 Panekan, terbukti ada peningkatan sebesar 90,32% atau rata-rata meningkat 18,05% untuk semua aspek.

DAFTAR PUSTAKA

Abu Ahmadi. 1998. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga

Agus Suriamiharja. 1996 . Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta Pusat Penerbitan UT.

Depdiknas. 2003. Kurikulum 2001: Standar Kompotensi Matu Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Sekolah Menengah Pertama dan Madrasah Tsanawiyah. Jakarta: Depdiknas.

Djunaidi. http://akhmad sudrajat.wordpress.com. Diakses 14 Juni 2009

David Nunan. 2003. Strategi Berbahasa. Yogyakarta: Adicita Karya Nusa

Gerlach dan Ely. 1990. Strategi Penguasaan Berbahasa. Yogyakarta: Adicita Karya Nusa

Gorys Keraf. 1992. Argumentasi dan Narasi. Jakarta: Gramedia Pustaka

Hasan Alwi. 1998. Penguntur Apresiasi Karya Sastra. Bandung: Sinar Baru Alegsindo

Hasan Ruqaiya. 1994. Bahasa, Konteks, dan Teks (Terjemahan Asruddin Barori Tau). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

Henry Guntur Tarigan. 2005. Teknik Pengajaran Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa

Yuniati, Herlin. 2000. Model Pembelajaran Menulis dengan Penyajian Gambar. UUNS. Semarang

I Nyoman Degeng Sudjana. Pembelujuran Kontekstual (Contextual Teaching and Lecrrning/CTL) dan Penerapannya dalam KBK. Malang: Universitas Negeri Malang

Jeri Heidy Susan. 1996. Pengantar Interaksi Belajar Mengajar Dasar dan Teknik Mctodologi Pengujarun, Bandung: Tarsito

John D dan Latuheru. 1993. Psikologi Pengajaran. Jakarta : PT Grasindo

Levie dan Lentz. 1998. Tes Prestasi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar Offset

Hasan Mansur. 1990. Keterampilan Menulis Paragraf : Bandung: Remaja Rosda Karya

Martin dan Briggs. 1998. Rancangan Sistem Pengajaran. Jakarta: Depdikbud

Marwoto. 1995. Perencanaan Pengajaran. Yogyakarta: Mata Angin

Miarso. Pengembangan Kemumpuun Berbahasa (Pembelajaran Keterampilan Mendengarkan, Berbicara, Membaca, dan Menulis). Semarang: UNS

Marjuni: http://id.wikiorg/wordpress.com. Diakses 27 Juni 2009

Muhammad Subana. 1991. Strategi Belajar Mengajar Bahasa Indonesia. Bandung: Remaja Rosda Karya

Nana Sudjana. 2005. Tinjauan Deskriptif Seputar Motofologi.  Surabaya: Usaha Nasional

Oemar Hamalik. 1992. Problematika dan Pengajaran Bahasa Indonesia Jakarta: Melton Putra

Sadiman. 1997. Seni Menuangkan Gagasan. Yogyakarta: Kanisius

Soehardi. 1997. Membaca dan Pengajarannya. Surabaya, Usaha Nasional

Sri Jayanti, http://www.semacang.ac.id. Diakses 23 Juni 2009

Sugiarti. 1997. Analisis dan Penerapannyu Beberapa Wacana. (dalam Pelba 6). Jakarta: Lembaga Bahasa Unika Atma Jaya

Suriamiharja. 1996. Akhlah Husein, dan Nunuy Nurjanah. 1996. Petunjuk Praktis Menulis. Jakarta: Depdikbud

Sutrisno Hadi. 1997. Metodologi Research Yogyakarta. Yayasan Penerbitan Fakultas-Fakultas Psikologi

Syaiiul Sagala. 2003. Evaluasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Trianto, http://trianto.wordpress.com. Diakses 9 Juni 2009

Wardani dkk. 2004. Penelitiun Tindakan Kelas. Jakarta. Pusat Penerbitan – UT

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan konfirmasi via telpon/sms ke No. HP. 085 641 016 472

PTK SMP BAHASA INDONESIA (Membaca Dengan Penerapan Strategi Elaborasi PQ4R)

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA DENGAN PENERAPAN STRATEGI ELABORASI PQ4R PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 3 KAWEDANAN KABUPATEN MAGETAN TAHUN PELAJARAN 2008/2009

ABSTRAK

Sri Lestari. 2009. Peningkatan Kemampuan Membaca Dengan Penerapan Strategi Elaborasi PQ4R Pada Siswa Kelas VII A SMP Negeri 3 Kawedanan Kabupaten Magetan Tahun Pelajaran 2008/2009. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FPBS, IKIP PGRI Madiun, Pembimbing (I) Drs. V. Teguh Suharto, M.Pd. (II) Elen Inderasari, S.Pd, M. Pd.

Kata Kunci : Kemampuan membaca, PQ4R

Penelitian ini betujuan untuk: (1) mengetahui kemampuan membaca siswa kelas VII A SMP Negeri 3 Kawedanan, Kabupaten Magetan Tahun Pelajaran 2008/2009 sebelum menggunakan strategi elaborasi PQ4R, (2) mengetahui kemampuan membaca siswa kelas VI1 A SMP Negeri 3 Kawedanan, Kabupaten Magetan Tahun Pelajaran 2008/2009 sesudah menggunakan strategi elaborasi PQ4R, dan (3) mengetahui efektifitas strategi elaborasi PQ4R pada pembelajaran membaca siswa kelas VII A SMPNegeri 3 Kawedanan, Kabupaten Magetan Tahun Pelajaran 2008/2009.

Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas VII A SMP Negeri 3 Kawedanan, Kabupaten Magetan Tahun Pelajaran 2008/2009. Penelitian ini dilaksanakan selama 4 bulan terhitung raulai bulan April 2009 sampai dengan bulan Juli 2009.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penggunaan strategi elaborasi PQ4R sedangkan variabel terikatnya adalah kemampuan membaca siswa. Dalam penelitian ini yang dijadikan populasi adalah seluruh siswa kelas VII A SMP Negeri 3 Kawedanan, Kabupaten Magetan Tahun Pelajaran 2008/2009 yang berjumlah 40 siswa.

Dari hasil penafsiran analisis data dapat diambil kesimpulan bahwa strategi elaborasi PQ4R efektif pada pembelajaran membaca siswa kelas VII A SMP Negeri 3 Kawedanan, Kabupaten Magetan Tahun Pelajaran 2008/2009.

DAFTAR PUSTAKA

Dawud. 2007. Pembelajaran Membaca Pemahaman untuk Apresiasi Cerita di Sekolah Dasar. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Gorys Keraf. 1991. Tata Bahasa Rujukan Bahasa Indonesia. Jakarta: PT. Grasindo.

Henry Guntur Tarigan. 1990. Membaca dalam Kehidupan. Bandung: Penerbit Angkasa

I Gusti Ngurah Oka. 1983. Pengantur Membaca dan Pengajarannya. Surabaya: Usaha Nasional

Muchlisoh. 1992. Materi Pokok Bahasa Indonesia 3. Jakarta: Depdikbud

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan konfirmasi via telpon/sms ke No. HP. 085 641 016 472