PTK MATEMATIKA SMP (MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII PADA MATERI POKOK SEGI EMPAT MELALUI METODE INKUIRI BERSIFAT OPEN ENDED)


MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SMP NEGERI 12 SEMARANG PADA MATERI POKOK  SEGI EMPAT MELALUI METODE INKUIRI BERSIFAT OPEN ENDED TAHUN PELAJARAN 2006/2007

BAB I

PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang

Masalah Kurikulum-kurikulum yang disusun secara nasional ternyata mengalami banyak kendala dan dirasakan kurang mampu menyentuh permasalahan dan kenyataan pendidikan yang berada di sekolah dan masyarakat kalangan bawah. Hal ini disebabkan apa yang dipikirkan oleh pemerintah pusat belum sepenuhnya sesuai dengan karakteristik, kondisi, dan potensi daerah, sekolah, masyarakat, dan siswa. Sehingga apa yang ada dalam kurikulum sering kali tidak dapat diimplementasikan dengan baik di sekolah. Hal inilah yang mendasari munculnya kebijakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

KTSP merupakan kurikulum yang dikembangkan oleh masing-masing satuan pendidikan, tidak sedikit pihak yang pro dan kontra terhadap KTSP. Lepas dari beragamnya tanggapan tersebut, KTSP diharapkan membawa perbaikan di dunia pendidikan.

Salah satu alternatif agar pembelajaran matematika tidak monoton dan berlangsung multiarah adalah dengan menerapkan metode inkuiri bersifat open ended melalui diskusi kelompok kecil. Metode inkuiri merupakan salah satu metode pengajaran yang digunakan dalam kurikulum 2006, karena variatif dan menyenangkan. Gulo (2005:84) mengemukakan bahwa metode inkuiri merupakan suatu rangkaian kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis, analitis sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya. Dalam hal ini peranan guru sangat menentukan, karena guru selain sebagai pemberi informasi guru juga sebagai motivator, fasilitator dan 3

pengarah. Dengan demikian, pembelajaran inkuiri yang terbentuk adalah inkuiri dengan bimbingan dari guru.

Agar siswa mencapai kompetensi dasar yaitu menghitung luas bangun segi empat serta menggunakannya dalam pemecahan masalah maka salah satu cara yang digunakan oleh guru adalah dengan menyusun pertanyaan yang bersifat open ended. Pertanyaan-pertanyaan open ended adalah masalah yang biasanya diberikan pada siswa untuk membuat suatu keputusan (Soedjoko, 2004). Masalah open ended bisa bersifat divergen atau konvergen. Bersifat divergen jika suatu masalah memiliki banyak solusi dan berbagai cara mengerjakan. Dalam penelitian ini, masalah open ended bersifat konvergen yaitu memiliki banyak cara mengerjakan tetapi hanya memiliki satu solusi. Jadi Inkuiri dapat bersifat open ended jika ada berbagai kesimpulan yang berbeda dari masing-masing siswa dengan argumen yang benar.

Dalam penelitian ini menggunakan metode inkuiri bersifat open ended di mana peneliti yang bertindak sebagai guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan sendiri rumus-rumus dan cara penyelesaian masalah matematika dengan bimbingan dari guru.

Dalam rangka pembaharuan pendidikan, hendaknya guru mampu melibatkan siswanya secara aktif dalam proses belajar sehingga dapat meningkatkan daya kreativitas dan berpikir pada siswa yang dapat memperkuat motivasi. Selain itu guru juga harus mampu mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif dan melaksanakan sistem penilaian berkelanjutan. Prinsip penilaian berkelanjutan dilakukan dengan proses semua indikator dibuat butir soalnya, kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan 4

kemampuan dasar yang telah dimiliki dan yang belum dimiliki, serta untuk mengetahui kesulitan siswa. Kemudian juga dianalisis untuk menentukan tindakan perbaikan berupa program remidi bagi yang belum mencapai ketuntasan dan program pengayaan bagi yang telah mencapai ketuntasan (Manthovani, 2007:11).

Ketuntasan belajar dapat dilihat secara kelompok/klasikal maupun secara perorangan/individual. Pengertian ketuntasan belajar menurut KTSP yaitu siswa dikatakan tuntas perorangan jika siswa mampu menyelesaikan, menguasai kompetensi atau mencapai tujuan pembelajaran minimal 65 % dari seluruh tujuan pembelajaran sedangkan ketuntasan klasikal dilihat dari sekurang-kurangnya 85 % dari jumlah siswa di kelas tersebut yang telah tuntas secara perorangan (Mulyasa, 2006:254).

Pada umumnya masalah yang dihadapi oleh guru matematika di SMP Negeri 12 Semarang adalah hasil belajar siswa yang belum memuaskan. Dari kenyataan di lapangan, khususnya kelas VII SMP Negeri 12 Semarang hasil belajar matematika pada nilai rapor semester 1 keberhasilan kelas rata-rata hanya 79,5 % dari jumlah siswa yang ada di kelas yang telah tuntas belajar. Hal ini sama sekali tidak memenuhi kriteria ketuntasan belajar kelas. Dengan demikian peneliti merasa perlu melakukan penelitian dengan judul “Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMP N 12 Semarang Pada Materi Pokok Segi Empat Melalui Metode Inkuiri Bersifat Open Ended Tahun Pelajaran 2006/2007”.

B.     Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut. Apakah melalui metode inkuiri bersifat open ended, hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 12 Semarang tahun pelajaran 2006/2007 pada materi pokok segi empat dapat meningkat?

C.     Tujuan penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 12 Semarang tahun pelajaran 2006/2007 pada materi pokok segi empat melalui metode inkuiri bersifat open ended.

D.     Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut.

Bagi Guru

  1. Dapat mengembangkan kreativitas guru dalam menciptakan variasi pembelajaran di kelas.
  2. Dapat memperbaiki dan meningkatkan pembelajaran di kelas dengan baik.
  3. Dapat mengukur keberhasilan guru dalam menerapkan suatu metode mengajar.
  4. Meningkatkan keterampilan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran.

Bagi Siswa

  1. Meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran matematika.
  2. Melatih siswa agar berani untuk mengemukakan pendapat atau mengajukan pertanyaan.
  3. Meningkatkan kerjasama antar siswa.
  4. Mampu mendorong siswa untuk berpikir dari berbagai sudut pandang.
  5. Menimbulkan persaingan yang sehat antar siswa.

Bagi Sekolah

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan bantuan yang berarti bagi sekolah dalam rangka perbaikan pembelajaran khususnya pembelajaran matematika di SMP Negeri 12 Semarang.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineksa Cipta.

Ali, Muhammad. 1996. Guru Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindon.

Daroeso, Bambang. 1989. Dasar dan Konsep Pendidikan Moral Pancasila. Semarang: Aneka Ilmu.

Hadi, Sutrisno. 1982. Metodologi Research, Jilid 1. Yogyakarta: YP. Fak. Psikologi UGM.

Melvin, L. Siberman. 2004. Active Learning, 101 Cara Belajar Siswa Aktif. Bandung: Nusamedia dan Nuansa.

Ngalim, Purwanto M. 1990. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Riduwan. 2004. Belajar Mudah Penelitian untuk Guru-Karyawan dan Peneliti Pemula. Bandung: Alfabeta.

Sukmadinata, Nana Syaodih. 2004. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Surakhmad, Winarno. 1990. Metode Pengajaran Nasional. Bandung: Jemmars.

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan memesannya via telpon/sms ke No. HP. 085 641 016 472 / PIN : 2771D5FB

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s