PTK SMK AKUNTANSI (PENGGUNAAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL MATERI MEMAHAMI KEHIDUPAN SOSIAL MANUSIA)

PENGGUNAAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL MATERI MEMAHAMI KEHIDUPAN SOSIAL MANUSIA PADA SISWA KELAS X / IB/ AKUNTANSI 2 SMK NEGERI 1 SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2009 / 2010

ABSTRAKSI

Dwi Lestari, SPd. “PENGGUNAAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL MATERI MEMAHAMI KEHIDUPAN SOSIAL MANUSIA PADA SISWA KELAS X / IB/ AKUNTANSI 2 SMK NEGERI 1 SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2009 / 2010“

Penelitian ini bertujuan  untuk mencari suatu strategi pembelajaran yang efektif dan Efisien dalam mengajarkan materi memahami kehidupan sosial manusia bagi siswa kelas X / IB/ Akuntansi 2 di SMK Negeri 1 Sukoharjo  dengan cara penggunaan metode pembelajaran aktif. Strategi dalam penelitian tindakan kelas ini dilakukan melalui 2 siklus dan pada setiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Sedang untuk  mengaktifkan siswa dalam penelitian ini , peneliti menggunakan lembar kerja yang diberikan kepada siswa.

Yang menjadi subjek pada penelitian tindakan kelas ini adalah siswa X / IB/ Akuntansi 2 di SMK Negeri 1 Sukoharjo  sedang objeknya adalah pembelajaran IPS diajarkan dengan cara menggunakan metode pembelajaran aktif

Dari penelitian yang diadakan dengan meneliti kondisi awal siswa yang diukur dengan alat tes tertulis dan hasil penelitian tindakan kelas dengan 2 siklus terlihat adanya peningkatan hasil yang dicapai siswa dalam menguasai materi yang diberikan. Peningkatan penguasaan materi ini mulai dari siklus I siswa dapat meningkat sebesar 15 % dari kondisi awal sedang dari kondisi di siklus I setelah dilakukan tindakan pada siklus II meningkat sebear 25 %.

Dari Hasil penelitian tindakan kelas ini maka peneliti merekomendasikan pada pengambil jabatan ataupun pelaksana pembelajaran dalam hal ini yaitu pengajar untuk mengajarkan materi pembelajaran dalam kelompok kecil dan dengan tehnik pembelajaran aktif.

Keyword

  1. Metode Pembelajaran aktif
  2. Ilmu Pengetahuan Sosial
  3. Penelitian Tindakan Kelas

DAFTAR PUSTAKA

Arifin Zaena. (1990). Evaluasi Instruksional Prinsip Teknik Prosedur. Bandung : Remadja Karya

Choiriyah, Siti (2006). Acuan Pengayakan Ilmu Pengetahuan Alam . Solo : Sindhunata

Gredler, Margaret E. Ball, (1991). Belajar dan Membelajarkan, Jakarta : Rajawali

Winkel. W.S (1987). Psikologi Pengajaran. Jakarta : Gramedia

Yohanes Surya (1997), Olympiade, Jakarta : Galaxy.

Daniel Muijs dan David Reynolds 2000. EffectiveTteaching Teori dan Aplikasi ( Edisi ke -2 ) Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Nana Sudjana. 1995. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.

Gagne, Robert M and Leslie J. Briggs, 1978. Principles of Instructional Design. 2nd Ed, New York : Holt Rinehart and Winstons.

Hisyam Zaini, Bermawy Munthe & Sekar Ayu Aryani, 2004, Strategi PembelajaranAktif, CTSD,IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan konfirmasi via telpon/sms ke No. HP. 085 641 016 472

SKRIPSI BAHASA INGGRIS (TEACHING VOCABULARY USING PICTURE)

TEACHING VOCABULARY USING PICTURE TO THE SIX YEARS ELEMENTARY STUDENTS OF SD NEGERI 2 KALIBEBER WONOSOBO”, RESEARCH PAPER MUHAMMADIYAH UNIVERSITY OF SURAKARTA 2002.

SUMMARY

SRI INAYATI. A.320970049197.6.106.13031.50049 TEACHING VOCABULARY USING PICTURE TO THE SIX YEARS ELEMENTARY STUDENTS OF SD NEGERI 2 KALIBEBER WONOSOBO”, RESEARCH PAPER MUHAMMADIYAH UNIVERSITY OF SURAKARTA 2002.

Teaching vocabulary at Elementary School is to introduce simple English words. The objective of this research is to describe the procedure, the result, the advantages and disadvantages of teaching vocabulary using picture. The material of this research covers: the vegetable, the colour, the animal, the occupations, and the thing around us. In this research, the writer carries out experiment, the writer take 40 students as population in six years students of SD NEGERI 2 KALIBEBER WONOSOBO. To know the result of teaching vocabulary, the writer give two kinds of test, namely pre-test and post-test. Each test consists of 20 test items. The result of computation indicates the t-value between pre-test and post-test is 0,479. The t-value for the level significance of 5 % is 0,312. Accordingly, the coefficient of t- test is very significant and valid. This means that the use of picture in teaching vocabulary will give better achievement in vocabulary accumulation.

BIBLIOGRAPHY

Allen, Harold, B. 1995. Teaching English as a Second Language. Me. Graw­Hill. Inc.

Anderson, Ronald, H. 1983. Selecting Media for Instruction. New York: Van Nistrand Renhold Company.

Arikunto, Suharsimi. 1993. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta.

Brown, Cherly, Palmer. 1995. Vocabulary Semantic and Language Education. Cambridge University Press.

Burns, Paul C., and Broman, Betty, L. 1987. The Language Arts in Childhood Education. Chicago: Third Ed., Rand McRally College Publishing Co.

Depdikbud. 1998. English Lesson 3. Semarang: Tim Penulis Mulok Kanwil Depag Provinsi. Jateng.

Gerlach and Elly. 1979. Teaching and Media. New York: Prentice Hall.

Gwynn Minor, J.1987. Curriculum Principles and Social Trends. University of North Carolina.

Hornby, A. S. 1974. Oxford Advanced Learners Dictionary of Current English. London: Oxford University Press.

Lado, Robert. 1957. Language Teaching: A Scientific Approach. New York­Me Graw-Hill, Inc.

Mahanani, Setyo. 1987. Media Pengajaran Bahasa Inggris. Jakarta: Balai Pustaka.

Moh, Ali. 1987. Metode Penelitian. Jakarta: Balai Aksara.

Simanjuntak. 1990. Bahasa Inggris Untuk Anak-anak. Jakarta: Kesaint Blanc Cetakan III.

Wilge, Rivers M. 1964. Visual Method in Education. London: Oxford University Press.

Wright, Andrew. 1989. Picture for Language Learning. Cambridge University Press.

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan konfirmasi via telpon/sms ke No. HP. 085 641 016 472

By SKRIPSI PTK Posted in ABSTRAK

PTK SD OLAHRAGA (UPAYA MENINGKATKAN KECAKAPAN BERMAIN TENIS MEJA MELALUI PENGGUNAAN METODE LATIHAN INTERVAL PADA SISWA KELAS V )

UPAYA MENINGKATKAN KECAKAPAN BERMAIN TENIS MEJA MELALUI  PENGGUNAAN METODE LATIHAN INTERVAL PADA SISWA KELAS V PUTRA SD MUHAMMADIYAH 2 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2007/2008

ABSTRAK

Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan kecakapan bermain tenis meja melalui penggunaan metode latihan interval pada Siswa Kelas V Putra SD Muhammadiyah 2 Surakarta Tahun Pelajaran 2007/2008.

Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas, dengan subyek penelitiannya adalah siswa kelas V putra SD Muhammadiyah 2 Surakarta Tahun Pelajaran 2007/2008. Sumber data berasal dari hasil observasi kegiatan latihan tenis meja melalui metode latihan interval. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, tes, angket dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik siklus yang terdiri dari 2 siklus dengan langkah-langkah meliputi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan refleksi. Indikator kinerja meliputi hasil tes kecakapan bermain tenis meja dengan menggunakan test back board dan minat atau motivasi siswa dalam mengikuti program latihan dengan metode interval.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode latihan interval dalam permainan tenis meja yang dilaksanakan oleh penelitimenunjukkan dapatmeningkatkan kecakapan siswa bermain tenis meja pada siswa kelas V Putra SD Muhammadiyah 2 Surakarta Tahun Pelajaran 2007/2008. Hal ini terbukti dari hasil penelitian yang dilakukan dalam 2 siklus, yaitu hasil pukulan siswa tepat sesuai sasaran yang telah ditentukan meningkat dari hasil tes siklus I dengan hasil tes siklus II.

DAFTAR PUSTAKA

A. Hamidsyah Noer. 1995. Ilmu Kepelatihan Dasar. Surakarta: Universitas Terbuka.

Amnheim, D. dan Klasfs, E. 1981. Modem Principles of Athletic of Training. London: The C.V. Mosby Company.

Dongsina Moeloek dan Arjatmo Tjokronegoro. 1984. Kesehatan dan Olahraga. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Edward L. Fok. 1988. The Physiologycal Bases of Physical Education and Athletics, New York: Holt Wb Sounders Company

Harsono, 1988. Choaching dan Aspek-Aspek Physiologis Dalam Choaching. Jakarta: Depdikbud. Dirjendikti.

M. Frank Verducy. 1980. Measurement Concept in Physical Education. St. Louis Missouri: Mosby Company.

Moh. Nazir. 1998. Metode Penelitian. Cetakan Ke-3. Jakarta: Ghalia Indonesia.

M. Sajoto. 1995. Peningkatan & Pembinaan Kekuatan Kondisi Fisik Dalam Olahraga. Semarang: Dahara Prize.

Nossech J. 1982. Genaral Theory of Training. Logos: Pan African Press.

Pate R. Rotella R dan Me Clenaghan B. 1993. Dasar-Dasar Ilmiah Kepelatihan. Alih Bahasa Kasiyo Dwijowmoto. Semarang: IKIP Semarang Press.

Sadoso Sumasordjono. 1994. Pengetahuan Praktis Kesehatan Dalam Olahraga. Jakarta: Gramedia.

Soemamo, dkk. 1995. Materi Pokok Olahraga Pilihan (Tenis Meja). Depdikbud. Jakarta.

Soekarman. 1987. Dasar Olahraga Untuk Pembina, Pelatih dan Atlet. Jakarta: Inti Idayu Press.

Suhamo H.P. 1985. Ilmu Kepelatihan Olahraga. Yogyakarta: FPOK IKIP Yogyakarta.

Suharsimi Arikunto. 1998. Metode Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:Rineka Cipta.

Sujana, 1992. Metode Statistika. Bandung: Penerbit Tarsito.

Sutrisno Hadi, 1995.Metodologi Research IV.Yogyakarta: Andi Offset.

William H. Freeman. 1989. Peak When It Count. Los Altos: Tafhews Press.

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan konfirmasi via telpon/sms ke No. HP. 085 641 016 472

PTK SMA KIMIA (MATERI KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN MODEL TGT)

PENINGKATAN HASIL BELAJAR KIMIA POKOK MATERI KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN MELALUI PEMBELAJARAN     KOOPERATIF   MODEL    TGT DENGAN MEDIA CHEMO-EDUTAINMENT  (CET) DI KELAS XI-IPA4 SMA NEGERI 101 JAKARTA TAHUN AJARAN 2008/2009 SEMESTER II

ABSTRAK

Asmanah. 2009. Peningkatan Hasil Belajar Kimia Pokok Materi Kelarutan Dan Hasil Kali Kelarutan Melalui Pembelajaran Kooperatif Model Teams Games Tournament (TGT) Dengan Media Chemo-Edutainment (CET) Di Kelas XI-IPA4 SMA Negeri 101 Jakarta Tahun Ajaran 2008/2009 Semester II.

Kata Kunci : Model Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT), Media Chemo-Edutainment (CET).

Siswa SMA Negeri 101 Jakarta khususnya kelas XI-IPA4, pada ulangan Semester I hanya mencapai ketuntasan belajar kimia sebesar 37,50%. Tujuan penelitian adalah untuk meningkatan hasil belajar siswa SMA Negeri 101 Jakarta setelah menggunakan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) dengan media Chemo-edutainment (CET). Komponen dalam model TGT meliputi penyajian materi, tim, game, turnamen dan penghargaan kelompok. Media CET yang digunakan berupa macromedia flash dan kartu soal kimia.

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri atas 3 siklus. Masing-masing siklus meliputi kegiatan perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Adapun fokus dalam penelitian adalah hasil belajar kognitif, afektif dan psikomotorik. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi, observasi, tes akhir siklus dan kuisioner. Berdasarkan analisis data hasil penelitian, diperoleh rata-rata hasil belajar kognitif siswa pada siklus I adalah 70,29, pada siklus II adalah 85,08 dan pada siklus III adalah 85,60. Persentase ketuntasan belajar klasikal pada siklus I adalah 75,00 %, pada siklus II naik menjadi 97,92 % dan pada siklus III tetap 97,92 %. Rata-rata nilai afektif siswa mengalami peningkatan yaitu 74,38 % pada siklus I naik menjadi 80,31 % pada siklus II dan meningkat lagi pada siklus III menjadi 90,99 %. Rata-rata nilai psikomotorik siswa juga mengalami peningkatan yaitu 88,23 % pada siklus I naik menjadi 91,15 % pada siklus II dan meningkat lagi pada siklus III menjadi 96,98 %.

Simpulan penelitian adalah model pembelajaran TGT dengan media CET dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Saran yang diberikan adalah model TGT dengan media CET dapat digunakan oleh guru sebagai salah satu variasi dalam pembelajaran, karena membuatsiswa lebih aktif dalam proses pembelajaran, meningkatkan hasil belajar siswa, meningkatkan semangat belajar siswa, dan membuat pelajaran lebih menarik dan mudah dipahami siswa.

DAFTAR PUSTAKA

Aqib, Zainal. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Yrama Widya

Arikunto, Suharsimi. 2002. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. (Edisi Revisi). Jakarta: Bumi Aksara.

______, 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik (Edisi Revisi VI). Jakarta: Rineka Cipta.

Arikunto, Suharsimi; Suhardjono dan Supardi. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.

Arsyad, Azhar. 2007. Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Dimyati dan Mudjiono. 1994. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Hamalik, Oemar. 2001. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem. Jakarta : Bumi Aksara.

Heri. 2007. Belajar dan Motivasinya.http://heritl.blogspot.com.

Ibrahim, Muslimin. 2000. Pembelajaran Berdasarkan Masalah. Surabaya: UNESA University press.

Kumaat, 2007. CAI:media pembelajaran kontekstual berbasis informasi teknologi.http//jchkumaat.wordpress.com.

Lie, Anita. 2004. Cooperative Learning. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia.

Purba, Michael. 2006. Kimia Untuk SMA Kelas XI. Jakarta: Erlangga.

Slavin, Robert E. 1995. Cooperative Learning – Theory, Research, and Practise. Boston: Allyn and Bacon.

______,2009. Cooperative Learning – Teori, Riset dan Praktik (Terjemahan). Bandung: Nusa Media.

Sudarmo, Unggul. 2007. Kimia Untuk SMA Kelas XI. Surakarta: PHiETA.

Sudijono, Anas. 2006. Pengantar Evaluasi Pendidikan.Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.

Sudjana. 2005. Metoda Statistika. Bandung: Tarsito.

Sunardi. 2008. Kimia Bilingual untuk SMA/MA kelas XI Semester 1 dan 2. Bandung: CV. Yrama Widya.

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan konfirmasi via telpon/sms ke No. HP. 085 641 016 472

PTK SD PKN (Metode TATAS)

PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR PKN DENGAN MENGGUNAKAN METODE ‘TATAS’ PADA SISWA KELAS I SDN MERJOSARI V KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG

ABSTRAK

Insiyatun, 2007  “Peningkatan Motivasi Belajar PKn Dengan Menggunakan Metode ‘Tatas’ Pada Siswa Kelas I SDN MERJOSARI V Kecamatan Lowokwaru Kota Malang”.

Kata Kunci :  Motivasi Belajar, Pelajaran PKn, Metode ‘Tatas’

Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan motivasi  belajar Pendidikan Kewarganegaraan pada siswa kelas I SDN MERJOSARI V Kecamatan Lowokwaru Kota Malang dengan menggunakan Metode ‘Tatas’.

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SDN MERJOSARI V Kecamatan Lowokwaru Kota Malang pada siswa kelas I pada semester genap tahun pelajaran 20062007  Jumlah siswa ada 32 siswa.

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dengan menggunakan dua siklus, sedangkan masing-masing siklus terdiri dari tiga kali pertemuan.

Data dalam penelitian ini berupa kemandirian belajar siswa, aktifitas belajar siswa, dan hasil evaluasi belajar. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi/pengamatan, angket, dan dokumentasi.

Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa kemandirian belajar siswa, yang menyatakan kurang mandiri mengalami penurunan dari 13 siswa (40,63%) pada pra tindakan, menjadi 9 siswa (28,13) pada siklus I, dan menjadi 5 siswa (15,63%) pada siklus II.  Siswa mandiri mengalami kenaikan dari 17 siswa (53,13%) pada pra tindakan, menjadi19 siswa (59,38%) pada siklus I, dan menjadi 18 siswa (56,25%) pada siklus II.  Siswa sangat mandiri mengalami kenaikan dari 2 siswa (6,25%) pada pra tindakan, menjadi 4 siswa (12,50%) pada siklus I, dan menjadi 9  siswa (28,13%) pada siklus II.  Sedangkan jumlah rata-rata atau mean menunjukkan peningkatan dari 2,50 pada pra tindakan, menjadi 2,84 pada siklus I, dan menjadi 3,13 pada siklus II.

Sedangkan sikap siswa yang diperoleh dari hasil pengisian angket yang menyatakan tidak senang mengalami penurunan dari 5 siswa (15,63%) pada pra tindakan menjadi tidak ada (0) pada siklus I dan siklus II.  Siswa yang menunjukkan kurang senang ada penurunan dari 13 siswa (40,63%) pada pra tindakan menjadi 10 siswa (31,25%) pada siklus I dan menjadi 3 siswa (9,38%) pada siklus II. Siswa yang menyatakan senang mengalami kenaikan dari 12 siswa (37,50%) pada pra tindakan menjadi 15 siswa (46,88%) pada siklus I, dan menjadi 17 siswa (53,23%) pada siklus II.  Siswa yang menyatakan sangat senang mengalami kenaikan dari 2 siswa (6,25%) pada pra tindakan menjadi 7 siswa (21,88%) pada siklus I, dan menjadi 12 siswa (37,50%) pada siklus II.  Jumlah rata-rata atau mean menunjukkan kenaikkan dari 2,34 pada pra tindakan menjadi 2,91 pada siklus I, dan menjadi 3,28 (82%) pada siklus II.

Hasil evaluasi menunjukkan terdapat kenaikkan yang tuntas belajar dari 17 siswa (53,13%) pada pra tindakan menjadi 22 siswa (68,75%) pada siklus I, dan menjadi 28 siswa (87,50%) pada siklus II.  Sedangkan yang belum tuntas belajar mengalami penurunan dari 15 siswa (46,88%) pada pra tindakan menjadi 10 siswa (31,25%) pada siklus I, dan menjadi 4 siswa (12,50%) pada siklus II.

Berdasarkan hasil analisis penelitian sebagaimana dijelaskan di atas, ma-ka hipotesis tindakan yang menyatakan bahwa “jika metode ‘Tatas’ digunakan dalam pembelajaran PKn, maka motivasi belajar siswa kelas I SDN XXXXXX akan meningkat” dapat diterima.

DAFTAR  RUJUKAN

DePorter, B. & Hernacki, M. 1992. Quantum Learning: unleashing the Genius in You. Diterjemahkan oleh Alwiyah Abdurrahman. 1999. Bandung: Kaifa.

Hisyam Zaini, Bermawy Munthe, Sekar Ayu Aryani. 2004. Strategi Pembelajaran Aktif. Yogyakarta: CTSD.

Mangkunegara, AA. Anwar Prabu. 2001.  Manajemen Sumber Daya Perusahaan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset.

Miarsa, Yusufhadi. 1995. Peningkatan Mutu Pendidikan, Jurnal Teknologi Pembelajaran. Malang: IPTPI.

Miftah Toha. 1996. Perilaku Organisasi, Konsep Dasar dan Aplikasinya. Jakarta: P.T. Raja Grafindo Persada.

Moekijat. 1999. Manajemen Sumber Daya Manusia, Manajemen Kepegawaian. Bandung: Mandar Maju.

Mulyasa, E.. 2005. Menjadi Guru Profesional, Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset.

Nazir, Moh.  1988. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Oemar Hamalik. 1992. Psikologi Belajar dan Mengajar. Bandung: Sinar Baru.

Saiful Rachman, Yoto, Syarif Suhartadi, Suparti. 2006. Penelitian Tindakan Kelas dan Penulisan Karya Ilmiah. Surabaya: SIC Bekerjasama Dengan Dinas P dan K Provinsi Jawa Timur.

Slameto. 1991. Proses Belajar Mengajar Dalam Sistem Kredit Semester (SKS). Jakarta: Bumi Aksara.

Soetomo. 1993. Dasar-dasar Interaksi Belajar Mengajar. Surabaya: Usaha Nasional.

Suharsimi Arikunto, Suhardjono, Supardi. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan konfirmasi via telpon/sms ke No. HP. 085 641 016 472

PTK SD MATEMATIKA (LUAS BANGUN)

PENINGKATAN  PROSES PEMBELAJARAN  TENTANG LUAS BANGUN MELALUI MODEL KOOPERATIF STAD DAN KUIS PADA SISWA KELAS VIA SDN SADANG TAMAN SIDOARJO

ABSTRAK

Chafidatul Ilmah, 2006. Peningkatan Proses Pembelajaran Tentang Luas Bangun Melalui Model Kooperatif  Stad dan Kuis pada Siswa Kelas VIA SDN Sadang Taman Sidoarjo.Pembimbing (1) Dra. Umi Dayati, M.Pd, (2) Dra. Harti Kartini, M.Pd.

Kata Kunci: Proses Pembelajaran , Model Kooperatif STAD, Kuis.

Pembelajaran Matematika yang disajikan dengan ceramah dan latihan-latihan individual sering tidak disukai oleh para siswa. Akibatnya hasil belajar selalu di urutan paling bawah dibandingkan mata pelajaran lainnya. Padahal ilmu  matematika memiliki peranan sangat strategis dalam berbagai kehidupan. Untuk menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan, mengasyikkan dan dapat meningkatkan hasil belajar, maka perlu adanya perubahan pembelajaran yang menarik yaitu menerapkan pembelajaran model kooperatif STAD dan kuis.

Rumusan masalah yang diajukan: (1) Bagaimanakah pembelajaran model kooperatif STAD dapat mendorong siswa untuk belajar tentang luas bangun lebih bersemangat? (2) Bagaimanakah bermain kuis dapat mendorong siswa untuk belajar tentang luas bangun menjadi lebih bersemangat ?.

Untuk menjawab rumusan masalah tersebut, maka dilakukan penelitian dengan subyek 26 orang siswa SDN Sadang kelas VIA. Pengambilan data menggunakan metode observasi, angket, tes tulis dan perbuatan, serta dokumentasi. Penelitian dilakukan dengan tiga siklus. Setiap siklus dilakukan perencanaan, pelaksanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Pelaksanaan tindakan secara berurutan berupa: pembelajaran klasikal, pembelajaran kelompok membuat soal dan jawaban model STAD, dan kuis. Setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Pertemuan I pembelajaran klasikal, kerja kelompok, dan unjuk kerja kelompok dalam bentuk kuis. Pertemuan II melanjutkan unjuk kerja kelompok dalam kegiatan kuis dan evaluasi hasil belajar.

Hasil penelitian pada siklus I, aktifitas pembelajaran klasikal hanya mencapai 54,22%. Hal ini belum mencapai peningkatan proses pembelajaran yang diharapkan yaitu 60-70%. Namun pada proses pembelajaran kelompok telah mencapai 91,66% dengan target 70-80%, dan kuis mencapai 74,82% dengan target 70-80%. Sedangkan hasil belajar hanya mencapai 66,66% siswa mencapai nilai 60 – >60 dengan rerata nilai 65 sedangkan target yang ditentukan 100% tuntas mencapai nilai 60 – >60.

Untuk meningkatkan proses pembelajaran klasikal pada siklus II setiap siswa diberi peraga beberapa bangun datar untuk dibentuk menjadi berbagai  gabungan bangun dalam membuat soal. Pada Siklus II terjadi peningkatan proses pembelajaran klasikal menjadi 66,15% karena mulai ada 4 orang siswa bertanya dan 20 orang siswa mencatat, di mana pada siklus I tidak ada siswa yang bertanya dan mencatat. Proses Pembelajaran kelompok meningkat menjadi 92,85%. Dan Pembelajaran kuis meningkat menjadi 86,16%. Sedangkan hasil belajar mencapai rerata 72,3% dengan 76,92% siswa mencapai 60 – >60. Dalam proses penyampaian soal kuis menunjukkan soal-soal yang dikemukakan siswa cukup rumit, karena berupa berbagai gabungan bangun datar yang bermacam-macam. Pada Siklus III selain ada peraga untuk setiap siswa, untuk dapat menemukan rumus luas bangun ruang berdasarkan rumus luas bangun datar yang telah dikuasai siswa, juga ditambah dengan pemberian tugas rumah berupa latihan-latihan. Hal ini disebabkan kompetensi yang harus dikuasai semakin sulit. Pada siklus III terjadi peningkatan proses pembelajaran klasikal yang cukup tinggi menjadi 84,61%. Hal ini disebabkan semakin banyaknya siswa yang mengajukan pertanyaan sebanyak 10 siswa dan mencatat sebanyak 26 siswa. Proses Pembelajaran kelompok meningkat  menjadi 97,61%, dan proses kegiatan kuis meningkat menjadi 92,77%. Sedangkan  hasil belajar mencapai rerata 79,61% dengan 100% siswa mencapai nilai 60 – >60. Dengan demikian semua target yang ditetapkan telah tercapai.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan (1) Pembelajaran model kooperatif STAD  dapat mendorong siswa untuk belajar tentang luas bangun lebih bersemangat, meningkatkan proses pembelajaran, dan hasil belajar. (2) bermain kuis dapat mendorong siswa untuk belajar tentang luas bangun menjadi lebih bersemangat, meningkatkan proses belajar, dan hasil belajar.

Maka disarankan (1) Kepada para guru, untuk meningkatkan proses pembelajaran maupun hasil belajar matematika, dapat digunakan model kooperatif STAD  sebagai pilihan untuk mengatasi permasalahan pembelajaran matematika.(2) Strategi pembelajaran kuis seperti pada penelitian ini juga dapat diterapkan dalam pembelajaran matematika, namun diperlukan persiapan yang matang, terutama pada saat penilaian kelompok penjawab diperlukan bantuan dari siswa yang pandai untuk membantu guru mengerjakan soal-soal yang dibuat oleh temannya. (3) Bagi peneliti yang ingin melakukan penelitian lanjutan sesuai dengan penelitian ini juga disarankan agar membuat persiapan yang lebih sempurna terutama dalam mempersiapkan instrumen pengamatan beserta rubrik-rubrik yang jelas pada saat kegiatan kuis. Juga disarankan agar tim pengamat minimal dua orang, karena menurut pengalaman peneliti tim pengamat sangat sibuk dalam menilai pada saat kegiatan kuis.

DAFTAR RUJUKAN

Arikunto,Suharsimi & Suharjono & Supardi. 2006, Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.

Departemen Agama RI. 2001. Bahan Penataran ( Modul Metodologi Pendidikan Agama Islam) Jakarta: Direktorat Jendral Pembinaan Kelembagaan Agama Islam.

Departemen Agama RI. 2004. Strategi Pembelajaran Matematika untuk Tingkat Madrasah Aliyah. Jakarta: Badan Litbang Agama dan Diklat Keagamaan Pusdiklat Tenaga Teknis Keagamaan.

De Porter, Bobbi. 2001. Quantum Teaching, Bandung: Kaifa.

Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo. 2005. Kurikulum 2004 Standar Kompetensi Kelas VI Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah. Sidoarjo: Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo

Hasibuan & Mujiono. 2004. Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nur, Mohammad. 1998. Teori Pembelajaran Kognitif. Surabaya: PPS IKIP Surabaya.

Nur, Mohammad. 2003. Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pembelajaran sebagai Salah Satu Prasyarat Utama Pengimplementasian Kebijaka-kebijakan Inovatif Depdiknas dalam Merespon Tuntutan dan Tantangan Masa Depan. Makalah disajikan dalam Wisuda VII Pascasarjana Teknologi Pembelajaran Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, 20 Desember 2003.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2003. Jakarta: Cemerlang.

Wardani, I.G.A.K. 2005. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Universitas terbuka Departemen Pendidikan Nasional.

Riyanto, Yatim. 2001. Metodologi Penelitian Pendidikan. Surabaya: Penerbit SIC.

Yuwono, Trisno & Abdullah Pius. 1994. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia Praktis. Surabaya: Arkola.

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan konfirmasi via telpon/sms ke No. HP. 085 641 016 472

By SKRIPSI PTK Posted in ABSTRAK

PTK SMP SEJARAH (PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR IPS SEJARAH MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PORTOFOLIO)

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR IPS SEJARAH MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PORTOFOLIO PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI I DORO KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN PELAJARAN 2006 / 2007

ABSTRAK

______________. 2007. Peningkatan Prestasi Belajar IPS Sejarah melalui Model Pembelajaran Berbasis Portofolio pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Doro Kabupaten Pekalongan Tahun Pelajaran 2006 / 2007. Sarjana Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Semarang.

Prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS Sejarah di SMP Negeri 1 Doro Kabupaten Pekalongan tergolong masih rendah. Hal tersebut diantaranya disebabkan model pembelajaran yang selama ini diterapkan kurang efektif untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Pembelajaran sejarah di SMP jika hanya disampaikan melalui ceramah akan sulit diterima oleh siswa dan membosankan. Dalam hal ini diperlukan oleh seorang guru untuk mempertimbangkan model pembelajaran lain yang efektif dan tepat sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Salah satu model pembelajaran yang dicobakan melalui penelitian ini adalah model pembelajaran berbasis portofolio.

Pada dasarnya portofolio sebagai model pembelajaran merupakan usaha yang dilakukan guru agar siswa memiliki kemampuan untuk mengungkapkan dan mengekspresikan dirinya sebagai individu maupun kelompok. Kemampuan tersebut diperoleh siswa melalui pengalaman belajar sehingga memiliki kemampuan mengorganisir informasi yang ditemukan, membuat laporan dan menuliskan apa yang ada dalam pikirannya, dan selanjutnya dituangkan secara penuh dalam tugas-tugasnya.

Rumusan masalah yang dikaji pada penelitian ini adalah: (1) Bagaimana aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis portofolio? (2) Apakah pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis portofolio dapat meningkatkan prestasi belajar IPS Sejarah pada siswa kelas VIII SMP N I Doro Kabupaten Pekalongan Tahun Peajaran 2006 / 2007 ?. Tujuan penelitian ini (1) Ingin mengetahui aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan memakai model pembelajaran berbasis portofolio. (2) Ingin mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis portofolio terhadap prestasi belajar IPS Sejarah pada siswa kelas VIII SMP N I Doro Kabupaten Pekalongan Tahun Pelajaran 2006 / 2007.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang ditempuh dalam dua siklus. Setiap siklus terdapat empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Tindakan dalam setiap siklus dilakukan dengan cara peneliti memberikan tugas berupa penyelesaian suatu permasalahan secara berkelompok, dimana setiap kelompok punya tugas masing-masing, kemudian mereka mempresentasikan hasil karya mereka dalam suatu show case yang terdiri dari portofolio dokumen dan tayangan. Adapun yang menjadi subjek penelitian adalah siswa kelas VIIIA SMP Negeri 1 Doro Kabupaten Pekalongan yang terdiri dari 41 siswa pada tahun pelajaran 2006/2007.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa melalui model pembelajaran berbasis portofolio, kemampuan siswa dalam menyampaikan materi di depan kelas dan belajar mandiri di rumah dapat ditingkatkan. Selain itu siswa menjadi lebih berani mengemukakan pendapat dan dapat menerapkan ilmu sejarah dalam kehidupan bermasyarakat. Variasi penerapan model pembelajaran ini dapat juga ix menghindari kebosanan siswa dalam mengikuti pembelajaran sejarah sehingga prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari 66% menjadi 85,5 %. Berdasarkan penelitian bahwa prestasi belajar IPS Sejarah yang diperoleh siswa kelas VIIIA SMP Negeri 1 Doro Kabupaten Pekalongan tahun pelajaran 2006/2007 nilai rata-ratanya meningkat pada siklus I yaitu 69 menjadi berkisar 85,5 pada siklus II.

Dari uraian di atas peneliti menyimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis portofolio yang diterapkan guru dapat meningkatkan hasil belajar siswa, karena itu peneliti menyarankan agar model pembelajaran berbasis portofolio disosialisasikan dan digunakan sebagai alternatif dalam pembelajaran sejarah di sekolah.

Kata Kunci : Prestasi Belajar, Model Pembelajaran Berbasis Portofolio

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto Suharsimi., Suhardjono, dan Supardi. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara

Aqib, Zainal. 2006. Penelitian Tindakan Kelas Untuk: Guru. Bandung: Yrama Widya

Budimansyah, Dasim. 2002. Model Pembelajaran dan Penilaian Berbasis Portofolio. Bandung: PT. Genesindo

Fajar, Arnie. 2004. Portofolio dalam Pembelajaran IPS. Bandung: Remaja Rosdakarya

Hamalik, Oemar. 2003. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi aksara

Hugiono dan PK. Poerwantana. 1993. Pengantar Ilmu Sejarah. Jakarta: Rineka Cipta

Munib, Achmad, dkk. 2004. Pengantar Ilmu Pendidikan. Semarang: UPT MKK UNNES

Natawidjaja, Rochman dan L.J Moleong. 1985. Psikologi Pendidikan untuk SPG. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

Poerwadarminta, WJS. 2002. Kamus Umum bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka

Rusoni Elin. 2001. Portofolio dan Paradigma Baru dalam Penilaian Matematika. http://www.depdiknas.go.id. (13 Februari 2007)

Sanjaya, Wina. 2005. Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group

Soedarno, dkk. 1998. Pendidikan Ilmu Sosial. Semarang: FPIPS IKIP Semarang

Soewarso. 2000. Cara-Cara Penyampaian Pendidikan Sejarah untuk Membangkitkan Minat Peserta Didik Mempelajari Sejarah Bangsanya. Proyek Pengembangan Guru Sekolah Menengah: Jakarta

Suharya, Toto. 2007. http://www.duniaguru.com. (20 Agustus 2007)

Surapranata, Sumarna dan Muhammad Hatta. 2004. Penilaian Portofolio Implementasi Kurikulum 2004. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Suryabrata, Sumadi. 2002. Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Tim Pelatih Proyek PGSM. 1999. Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Reseach). Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

Tim Penyusun Depdiknas. 2003. Kurikulum 2004 Standar Kompetensi Mata Pelajaran Pengetahuan Sosial SMP dan MTs.Jakarta: Depdiknas

Usman, Moh. Uzer dan Lilis Setyawati. 1993.Upaya Optimalisasi Kegiatan Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya

Wiryohandoyo, Soedarno, dkk. 1998. Pendidikan Ilmu Sosial. Semarang: FPIPS IKIP Semarang.

Winkel. 1991. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Jakarta: Grasindo.

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan konfirmasi via telpon/sms ke No. HP. 085 641 016 472

SKRIPSI EKONOMI (STUDI EMPIRIS)

STUDI EMPIRIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STRUKTUR MODAL  PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK JAKARTA (BEJ)

ABSTRAK

Ihda maratush Skolihah. B 100060067. Studi Empiris Faktor Yang Mempengaruhi Struktur Modal  Pada Perusahaan Manufaktur Di Bursa Efek Jakarta. 2010. Skripsi S1. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisisi dimana banyak perusahaan-perusahaan yang menggunakan sumber dana hutang baik disebabkan oleh karena keterbatasan dana sendiri maupun asumsi untuk mengurangi pajak, sehingga dirasa penting untuk dikaji tentang struktur modal yang ada pada perusahaan dalam upaya menetapkan apakah kebutuhan dana perusahaan dipenuhi dengan modal sendiri ataukah dipenuhi dengan modal dari luar.

Penelitian bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh faktor-faktor struktur aktiva (tangible assets), ukuran perusahaan (size), operating leverage, profitabilitas, likuiditas, dan pertumbuhan penjualan (growth sales) terhadap struktur modal perusahaan manufaktur di bursa Efek Jakarta periode tahun 2006-2008, (2) Faktor yang paling dominan dari variabel struktur aktiva (tangible assets), ukuran perusahaan (size), operating leverage, profitabilitas, likuiditas, dan pertumbuhan penjualan (growth sales)  terhadap struktur modal perusahaan manufaktur di Bursa Efek Jakarta tahun 2006-2008.

Penelitian menggunakan metode kuantitatif. Data yang digunakan adalah data sekunder yang berupa laporan keuangan perusahaan manufaktur yang dipublikasikan di Bursa Efek Jakarta khususnya dari Indonesian Capital Market Directory tahun 2006-2008, yang berkaitan dengan total asset (TA), current asset (CA), fixed asset (FA), total liabilities (TL), current liabilities (CL), capital, sales, earning before interest and taxes (EBIT), dan net profit margin (NPM). Teknik analisis data dilakukan dengan uji regresi linier berganda, dan  uji-F, uji-t.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Faktor-faktor Tangible asset (FTA), Firm size (SIZE),Operating leverage (DOL), Profitabilitas (NPM), Likuiditas (CR), dan Growth sales (GS)secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap struktur modal (DTA) pada perusahaan manufaktur di BEJ tahun 2006-2008, (2) Apabila faktor-faktor struktur modal tidak bekerja secara serempak, maka yang berpengaruh hanyalah tangible asset (FTA), firm size, dan likuiditas (CR). Hal ini sebagaimana terlihat dalam uji-t yaitu nilai signifikansi t yang lebih kecil dari 0,5 hanya tangible assets (FTA) yaitu sebesar 0,000, firm size (SIZE) sebesar 0,023, dan likuiditas (CR) sebesar 0,000, (3) Bersasarkan persamaan regresi yang diperoleh yaitu DTA = 0,75 – 0,569 FTA + 0,37 Size + 0,14 DOL -0,55 NPM – 0,161 CR + 0,13 GS, maka terlihat bahwa koefisien regresi terbesar adalah pada variabel tangible assets (FTA) dalam bentuk pengaruh positif, selanjutnya adalah variabel NPM dalam bentuk pengaruh negatif, selanjutnya adalah SIZE dalam bentuk pengaruh positif, selanjutnya adalah CR dalam bentuk pengaruh negatif, selanjutnya adalah DOL dalam bentuk pengaruh positif dan terakhir adalah GS dalam bentuk pengaruh positif.

Kata Kunci: Struktur modal, perusahaan manufaktur.

DAFTAR PUSTAKA

Altman, Edward I., 1993, Corporate Financial Distress and Bankruptcy: A Complete Guide to Predicting & Avoiding Distress and Profiting from Bankruptcy, Second Edition, New York: John Wiley & Sons, Inc.

Brigham, Eugene F., and Louis C. Gapenski, 1997, Financial Management: Theory and Practice, Eighth Edition, Orlando, Florida: The Dryden Press.

Brigham, Eugene F., and Michael C. Ehrhardt, 2005, Financial Management: Theory and Practice, Eleventh Edition, South-Western, Australia: Thomson Learning.

Frank, Murray Z., and Vidhan K. Goyal, 2003, Capital Structure Decisions, Working paper, Faculty of Commerce, University of British Columbia, and Department of Finance, Hong Kong University of Science and Technology, 1 – 55.

Gitman, Lawrence J., 1994, Principles of Managerial Finance, Seventh Edition,

Atmaja, Setia L, (1999), Manajemen Keuangan, Edisi Kedua. Andi Offset yogyakarta.

Riyanto Bambang, (1990), Dasar-dasar Pembelanjaan, Yayasan Badan Penerbit Gajah Mada.

Sartono Agus, Ragil sriharto, (1999), “Faktor-faktor Penentu Struktur Modal Perusahaan Manufaktur diIndonesia”, Sinergi Vol 2 No.2.

Sartono, R.Agus, (1990), Manajemen Keuangan, Edisi Ketiga, BPFE, Yogyakarta.

Sutrisno, (2000), Manajemen Keuangan (Teori, Konsep dan Aplikasi), Ekonisia, Yogayakarta.

Weston, J. Fred, Eugene F.Brigham, (1990), Manajemen Keuangan Edisi Sembilan, Penerbit Erlangga, Jakarta.

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan konfirmasi via telpon/sms ke No. HP. 085 641 016 472

By SKRIPSI PTK Posted in ABSTRAK