PTK SD IPS AKS (UPAYA PERBAIKAN PEMBELAJARAN IPS MELALUI PENDEKATAN ACTIVE KNOWLEDGE SHARING (AKS) PADA SISWA KELAS IV)

UPAYA PERBAIKAN PEMBELAJARAN IPS MELALUI PENDEKATAN ACTIVE KNOWLEDGE SHARING (AKS) PADA SISWA KELAS IV SEMESTER II DI MI MANGGUNG KECAMATAN NGEMPLAK KABUPATEN BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2010/2011

ABSTRAK

_____________, 030709002017. Upaya Perbaikan Pembelajaran IPS Melalui Pendekatan AKS (active knowledge sharing) Pada Siswa Kelas IV Semester II di MI Manggung Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali Tahun Pelajaran 2010/ 2011. Skripsi, Program Dual Mode System, Fakultas tarbiyah UIN Sunan Kalijaga pada LPTK Mitra STAIN Surakarta, November 2011.

Kata Kunci: pembelajaran, IPS, pendekatan, AKS

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya respon dari sekolah terhadap kondisi belum baiknya prestasi belajar siswa kelas IV dibidang IPS yang dilihat dari aspek nilai rata-rata kelas serta ketuntasan belajar siswa. Kondisi ini menuntut MI Manggung Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali untuk mengejar kualitas dalam rangka meningkatkan daya saing sekolah, melalui pengembangan strategi pembelajaran AKS.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: (1) Pelaksanaan pembelajaran IPS Kelas IV Semester II diperbaiki dengan pendekatan AKS, (2) Tingkat efektivitas proses pembelajaran IPS yang dilaksanakan dengan pendekatan AKS.

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Prosedur penelitian dilakukan dengan dua siklus, yaitu siklus I dan II. Pelaksanaan penelitian adalah pada semester genap tahun pelajaran 2010/2011, dengan teknik analisis kualitatif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pembelajaran IPS yang selama ini dilaksanakan secara konfensional dapat diperbaiki dengan AKS. Perbaikan dalam AKS mencakup perbaikan motivasi belajar siswa, perbaikan kemandirian siswa dalam belajar, perbaikan keterlibatan siswa secara aktif dalam belajar, perbaikan pembentukan kerja sama dalam belajar, dan perbaikan susasana pembelajaran yang lebih menyenangkan. (2) Pembelajaran AKS terbukti efektif, yang terlihat dari tingginya aktivitas siswa dalam mengikuti proses pembelajaran, tidak adanya siswa yang memiliki prestasi rendah akibat terjadi transformasi pengetahuan dan pengalaman dari dua arah yaitu dari siswa kepada siswa dan dari guru kepada siswa, serta tingginya peningkatan prestasi belajar siswa.

DAFTAR PUSTAKA

Abin Syamsuddin Makmun. 2003. Psikologi Pendidikan. Bandung: Rosda Karya Remaja.

AH. Akhdianto dan Apriella Sayogyani. 2010. Metode Penelitian Kependidikan. Jakarta: Rineka Cipta

Ahmad Hermawan. 2008. Pengembangan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia

Allen, E. E. (1995). Active learning and teaching: Improving post-secondary library instruction. Reference Librarian, no. 51/52.

Anderson, Bloom, 1994.  Social knowledge. Diterjemahkan oleh Hanafi. Jakarta: Gramedia

Aris Purwanto. 2010. Upaya Peningkatan Keaktifan Siswa Melalui Strategi Pembelajaran Active Knowlegde Sharing pada Pokok Bahasan Kubus dan Balok. Tesis S2. (Studi kasus di SMP Al Islam Kalijambe). Yogyakarta: UNY

Asbullah Hanafi. 2006. Problematikan Pendidikan Nasional Indonesia dan Gagasan Berbasis Syariah. Jurnal Educationist No III Vol I Edisi Maret, 2006. ISBN 12878-6555

Badri Rhofiki. 2009. Pengaruh Penerapan Strategi Active Knowledge Sharing terhadap Keaktifan Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Agama Islam di SDN Ardisaeng 1 Bondowoso. Online: http://digilib.sunan-ampel.ac. id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=jiptiain–badrirhofi-8237/ diakses tanggal 05 Mei 2010

Bonwell, C. C. and Eison, J. A. (1991). Active learning: Creating excitement in the classroom. Washington, DC: George Washington University.

Branscomb, H. (1940). Teaching with books: A study of college libraries. Chicago: American Library Association and Association of American Colleges.

BSNP, 2008. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.

Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990. Strategi Belajar Mengajar (Diktat Kuliah). Bandung: FPTK-IKIP Bandung.

Dabbour, K. S. (1997). Applying active learning methods to the design of library instruction for a freshman seminar. College & research libraries, 58 (July), pp. 299-308.

Depag, 2005. Al-Qur’an dan Terjemah. Semarang: Aneka Ilmu

Enok Maryani. 2010. Pengembangan Program Pembelajaran IPS untuk Meningkatkan Kompetensi Keterampilan Sosial. Journal of Proceedings of The 4th International Conference on Teacher Education; Join Conference UPI & UPSI. Bandung, Indonesia, 8-10 November 2010. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia

E. Mulyasa, Menjadi Guru Profesional, (Bandung : Remaja Rosda Karya), 2008, hlm. 95

E. Mulyasa, 2008. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya

H.A. Tilaar. 2004. Manifesto Pendidikan Nasional. Jakarta: Penerbit Buku Kompas

Hendrawati Maryani. 2010. Pendekatan Jigsaw untuk Pelaksanaan Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Jurnal Educationist No II Vol. 11, Januari 2010.

Hisyam Zaini. 2007. Strategi Pembelajaran Aktif. Yogyakarta: CTSD IAIN Sunan Kalijaga

Hisyam Zaini. 2007. Strategi Pembelajaran Aktif. Yogyakarta: CTSD IAIN Sunan Kalijaga

Miles, Matthew B. dan Huberman, A. Michael. 1992. Analisis Data Kualitatif. Jakarta: UI Press

Mhrizal Defli. 2008. Strategi Pembelajaran. Bandung: Alfabeta

Rahardjo Samadhi. 2007. Psikologi Kependidikan. Jakarta: Rineka Cipta

Slameto, 1999. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta

Wina Senjaya. 2008. Strategi Pembelajaran; Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Syaiful Sagala, 2008. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung : Alfabeta

Sjamsuddin, H dan Maryani, E, 2008. “Pengembangan Program Pembelajaran IPS untuk Meningkatkan Kompetensi Keterampilan Sosial” . Makalah pada Seminar Nasional, Makasar.

Sutaryo.2008. Strategi Pembelajaran Active Knowledge Sharing. Bondowoso: KGPAI Kabupaten Bondowoso

Undang-Undang No 20 Tahun 2003 Tentang Sisdiknas. Jakarta: Depdiknas

UNDP, 2007. Laporan Pencapaian Millenium Goals Indonesia. Jakarta: BPPN

Udin S. Winataputra. 2003. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.

Yi, Gloria. 2008. Beyond Sharing : Engaging Students in Cooperative and Competitive Active Learning. International Journal of Educational Technology and Society Vol. 11 (3)

Yudhi Munadi. Media Pembelajaran: Sebuah Pendekatan baru. 2010. Jakarta: Gaung Persada Press

Yusnita Anggraeni. 2008. Pelaksanaan Pembelajaran Active Learning pada Siswa KelasX Program Akselerasi SMA Negeri 1 Surakarta. Tesis S2. Surakarta: UNS.

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan konfirmasi via telpon/sms ke No. HP. 085 641 016 472

PTK SD MATEMATIKA (PENINGKATAN HASIL BELAJAR POKOK BAHASAN KPK DAN FPB MELALUI PEMANFAATAN KELOMPOK BELAJAR)

UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VI SD NEGERI BLUBUK 01 DUKUHWARU PADA POKOK BAHASAN KELIPATAN PERSEKUTUAN TERKECIL (KPK) DAN FAKTOR PERSEKUTUAN TERBESAR (FPB) MELALUI PEMANFAATAN KELOMPOK BELAJAR

ABSTRAK

Hartanto, 4102904128 “Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VI SD Negeri Blubuk 01 Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal pada Pokok Bahasan Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) Melalui Pemanfaatan Kelompok Belajar”.

Pemilihan judul ini berdasarkan pengalaman di lapangan bahwa prestasi belajar matematika siswa kelas VI SD Negeri Blubuk 01 nilai rata-ratanya masih berkisar 5,6.

Lebih khusus lagi siswa belum bisa menerapkan cara mencari kelipatan persekutuan terkecil dan faktor persekutuan terbesar dengan benar. Melalui pemanfaatan kelompok belajar, diharapkan siswa akan lebih mudah mengatasi masalah yang ada dalam proses pembelajaran matematika.

Rumusan masalah pada penelitian ini apakah hasil belajar siswa kelas VI SD Negeri Blubuk 01 Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal pada pokok bahasan kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dan faktor persekutuan terbesar (FPB) dapat ditingkatkan?

Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar dengan memanfaatkan kelompok-kelompok yang ada dapat menyelesaikan soal matematika tentang kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dan faktor persekutuan terbesar (FPB). Dan menghadapi berbagai masalah yang dihadapi siswa serta merencanakan tindakan yang harus dilakukan oleh guru. Maka diharapkan siswa lebih mudah dalam menyelesaikan soal-soal tentang kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dan faktor persekutuan terbesar (FPB).

Penelitian tindakan kelas ini, ditempuh dalam tiga siklus. Setiap siklusnya terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan serta refleksi. Tindakan penelitian dalam setiap siklus dilakukan dengan cara memanfaatkan kelompok belajar yang ada untuk menyelesaikan soal matematika tentang kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dan faktor persekutuan terbesar (FPB). Adapun yang menjadi subyek penelitian adalah siswa kelas VI SD Negeri Blubuk 01 Kecamatan Dukuhwaru Kebupaten Tegal tahun pelajaran 2005/2006 yang terdiri dari 31 siswa. Hasil yang diperoleh setelah dilakukan penelitian tindakan kelas adalah sebagai berikut:

  1. Keaktifan menunjukkan keadaan yang lebih kondusif dibandingkan keadaan sebelumnya.
  2. Prosentase ketuntasan belajar siswa secara klasikal pada siklus I hanya mencapai 29% sehingga perlu adanya usaha peningkatkan pada siklus II dengan tindakan perbaikan dan hasilnya mencapai 39%, keadan tersebut masih perlu diadakan perbaikan pada siklus III, pada tahap ini ketuntasan telah mencapai 68%.

Simpulan yang dapat diambil dari penelitian tindakan kelas ini adalah dengan memanfaatkan kelompok belajar dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menentukan kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dan faktor persekutuan terbesar (FPB). Demikian pula dalam proses pembelajaran, kemampuan siswa dalam mengemukakan pendapat dan bekerja sama dalam kelompoknya menunjukkan keadaan yang lebih baik. Serta kemampuan guru dalam kegiatan belajar mengajar lebih meningkat pula.

Saran, sebaiknya dalam proses pembelajaran kelipatan persekutuan (KPK) dan faktor persekutuan terbesar (FPB) di SDN Blubuk 0l Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal pada kelas VI dapat memanfaatkan kelompok belajar.

DAFTAR PUSTAKA

1994. Kurikulum Pendidikan Dasar. Garis-Garis Besar Program Pengajaran Kelas VI SD. Jakarta: Depdikbud.

1999/2000. Petunjuk Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar Kelas VI Sekolah Dasar. Jakarta: Depdikbud.

2004. Petunjuk Penulisan Karya Ilmiah Remaja. Semarang.

Aji, Mukti, M. 1997. Matematika Sekolah Untuk Kelas VI. Jakarta: PT Intan Pariwara.

Akhmadi, Abu. 1986. Metodologi Mengajar. Malang: IKIP Malang.

Depdikbud. 1998. Pedoman Pembinaan Profesional Guru Sekolah Dasar dan Menengah. Jakarta: Depdikbud.

Dimyati. 1999. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Gramedia.

Fontana. 1981. Tenaga Kependidikan Profesional. Jakarta: Depdikbud.

Hadoyo, Herman. 1990. Mengajar Belajar Matematika. Jakarta: Depdikbud.

Natawijaya, Rochman. 1984. Pengajaran Remedial. Jakarta: Depdikbud.

Oemar, Hamalik. 2001. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Sunarto. 1984. Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Depdikbud.

Suyitno, Amin. 2004. Dasar-dasar dan Proses Pembelajaran Matemaika I. Bahan Ajar Program S1 Pendidikan Matematika Konsrentrasi Pendidikan Dasar. Semarang: UNNES.

Sulardi. 1999. Pandai Berhitung Matematika. Suplemen Garis-Garis Besar Program Pengajajaran 1999. Jakarta: PT. Erlangga.

Zaini, Hisyam. 2002. Model Pembelajaran. Jakarta: Depdikbud.

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan konfirmasi via telpon/sms ke No. HP. 085 641 016 472

PTS (MENINGKATKAN PROFESIONALISME KEPALA SEKOLAH MELALUI PENGEMBANGAN MANAJEMEN KINERJA KLINIS)

MENINGKATKAN PROFESIONALISME KEPALA SEKOLAH MELALUI PENGEMBANGAN MANAJEMEN KINERJA KLINIS PADA SMK BINAAN KEPENGAWASAN KOTAMADYA JAKARTA BARAT

ABSTRAK

___________, 2007.     Peningkatan Profesionalisme Kepala Sekolah Melalui Pengembangan Manajemen Kinerja Klinis Pada SMK Binaan Kepengawasan Kotamadya Jakarta Barat, DKI Jakarta.

Kata Kunci : PMKK, Profesionalisme

Pada hakekatnya pembelajaran dalam suatu sekolah merupakan proses pelayanan professional yang diberikan oleh kepala sekolah dan guru kepada siswa berdasarkan kaidah-kaidah yang ada. Pengembangan Manajemen Kinerja Klinis (PMKK) kepala sekolah merupakan salah satu upaya peningkatan kemampuan manajerial dan profesionalisme kepala sekolah dalam memberikan pelayanan pendidikan dan sekolah. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi berbagai permasalahan pendidikan seperti rendahnya profesionalisme guru dan kepala sekolah serta rendahnya  prestasi belajar yang dicapai siswa. Selain itu berdasarkan data yang ada menunjukkan bahwa sebagian besar kepala SMK di daerah binaan paket kepengawasan Kotamadya Jakarta Barat masih berkategori rendah dalam hal kemampuan dan sikap profesionalismenya.

Masalah ini merupakan masalah yang serius yang harus segera ditangani, sebab kalau tidak akan berdampak fatal, misalnya mutu pembelajaran merosot dan hilangnya sikap professional guru. Oleh karena itu peneliti menawarkan suatu cara pemecahan masalah melalui Pengembangan Manajemen Kinerja Klinis (PMKK). Ditenggarai dengan adanya Pengembangan Manajerial Kinerja Klinis (PMKK) maka kemampuan kepala sekolah dalam hal pengelolaan secara operasional dan efisien terhadap komponen-komponen yang berkaitan dengan sekolah akan meningkat sehingga menghasilkan nilai tambah terhadap komponen tersebut menurut norma standar yang berlaku.

Diharapkan dengan diterapkannya Pengembangan Manajerial Kinerja Klinis bagi kepala sekolah maka minimal 85% kepala sekolah memiliki tingkat profesionalisme dalam kategori tinggi.

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah, yang dilaksanakan dalam 3 siklus. Setiap siklusnya melalui 4 tahapan, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi.

Adapun tujuan penelitian ini adalah : 1) Mendiskripsikan peranan Pengembangan Manajemen Kinerja Klinis dalam upaya meningkatkan kemampuan dan sikap professional kepala sekolah SMK. 2) Sebagai indicator bagi Pengawas sekolah dan Pembina sekolah lainnya dalam melaksanakan tugasnya melakukan supervise kepala sekolah selaku manajer lini pertama di sekolah agar dapat meningkatkan sikap dan kemampuan profesionalnya dalam mengelola profesionalisme guru yang menjadi binaannya.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada silkus I mean skor hanya 115 profesionalisme kepala sekolah dalam kategori rendah, siklus II mean skor 148,5 dalam kategori cukup, sedangkan pada siklus III pada ketegori tinggi dengan mean skor 163,5.

Hal ini dapat diartikan bahwa Pengembangan Manajemen Kinerja Klinis (PMKK) dapat meningkatkan profesionalisme kepala sekolah khususnya kepala SMK di daerah binaan paket kepengawasan di Kotamadya Jakarta Barat.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsini. 1998. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta. PT. Rineka Cipta

Dirjend. DIkdasmen. 1995. Pedoman Pembinaan Profesional Guru Sekolah Dasar. Jakarta.

Dirjend. Dikdasmen. 1996. Petunjuk Peningkatan Mutu Pendidikan di Sekolah Dasar. Jakarta.

Iskandar, Srini. 2002. Penelitian Tindakan Kelas. Malang. Universitas Negeri Malang.

Riduwan. 2002. Skala Pengukuran Varibel-variabel Penelitian. Bandung. Alfabeta

Sale. D. 1996. Quality Assurance for Nurses and Other Members of The Health Care Team. And Ed. London. Mac. Millian.

Swanburg, A.C. 1996. Management and Leadership for Nurses Manages. Jones and Bartlett Publishers International. London. England.

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan konfirmasi via telpon/sms ke No. HP. 085 641 016 472

PTK SD MATEMATIKA (Media Benda Konkrit)

PENGGUNAAN MEDIA BENDA KONKRIT UNTUK  MENINGKATKAN PENGUASAAN MATERI GEOMETRI DALAM BENTUK KUBUS DAN BALOK PADA SISWA KELAS V SDN1 TANJUNG KECAMATAN JUWIRING KABUPATEN KLATEN TAHUN PELAJARAN 2009 / 2010

ABSTRAK

Lies Erna Maliati. 2009. Penggunaan media benda konkrit  untuk menghitung volume kubus dan balok dalam pembelajaran matematika siswakelas VSDN 1 Tanjung, kecamatan Juwiring, kabupaten  Klaten, Tahun Pelajaran 2009 / 2010. Program Studi PGSD Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga. Pembimbing I : Dra. Sri Muryani, MM  Pembimbing II : Drs.Susiyanto, M.Pd.

Kata Kunci : Penggunaan media benda konkrit untuk menghitung volume kubus dan balok.

Matematika merupakan salah satu mata pelajaran pokok , mata pelajaran wajib yang ada di setiap jenjang pendidikan dasar dan menengah. Matematika juga menjadi salah satu dari tiga mata pelajaran yang mulai tahun ajaran         2007 / 2008 di masukkan dalam UASBN. Namun dalam menghitung volum kubus dan balok belum menunjukkan hasil yang optimal.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penggunan alat peraga kubus-kubus satuan dapat meningkatkan hasil belajar matematika dalam menghitung volum kubus dan balok. Metode pada penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan bentuk kolaboratif yang melibatkan peneliti, teman sejawat, siwa dan materi bahan ajar, dengan mengutamakan aktivitas dan kreativitas siswa melalui bimbingan guru.

Penelitian ini dilaksanakan di kelas V SD Negeri 1 Tanjung, Kecamatan Juwiring,  Kabupaten Klaten pada tahun pelajaran 2009 / 2010, dengan jumlah 28 siswa yang terdiri dari 9 siswa  laki-laki dan 19 siswa perempuan. Fokus penelitian ini adalah kemampuan siswa dalam menghitung volume kubus dan balok. Penelitian Tindakan Kelas ini menggunakan dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari empat langkah yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi.

Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan, hal ini dibuktikan dengan hasil yang di peroleh pada siklus I  dan siklus II dengan SK / KD sama indikator berbeda dalam kategori amat baik. Dengan melihat hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penelitian ini mampu menjawab tujuan penelitian yaitu melalui penggunaan  alat peraga kubus-kubus satuan untuk mencari volume kubus dan balok dapat meningkatkan hasil belajar matematika dalam menghitung volume kubus dan balok siswa kelas V SDN 1 Tanjung, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, tahun pelajaran 2009 / 2010. Akhirnya peneliti menyarankan kepada seluruh guru untuk kreatif dalam menyajikan pembelajaran terutama dalam penggunaan media / alat peraga yang menarik serta bervariasi sehingga dapat membawa siswa dalam proses pembelajaran yang aktif, kreatif, menyenangkan dan batas tuntas hasil belajar siswa dapat tercapai.

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Azis. 2009.  Problematika Pembelajaran Matematika SD. http://www.azizgr.blogspot.com

Arief S .Sadiman. 1986. Media Pendidikan,  Jakarta: Rajawali

Ari Asnaldi. 2008. Teori-Teori Belajar Proses Perubahan. http://www.multiply.com

Criticos, C. 1996. Media selection. Plomp, T., & Ely, D. P. (Eds.): InternationalEncyclopedia of Educational Technology, 2nd edition. New York: Elsevier Science, Inc.

Heru Subiyantoro. 2008. Hasil Belajar dan Pengukurannya. Jakarta: Rineka Cipta

Ibrahim, H., Sihkabuden, Suprijanta, & Kustiawan, U. 2001. Media pembelajaran: Bahansajian program pendidikan akta mengajar. FIP. UM.

I Gusti Putu Suharta. 2001. Matematika Realistik. http://www.depdiknas.go.id

Ingridwati Kurnia. 2007. Perkembangan belajar Peserta DidKi. Jakarta: Dirjen Dikti Departeman Pendidikan Nasional.

I Wayan Santyasa. 2007. Media Pembelajaran. Workshop Media Pembelajaran bagi Guru-Guru SMA Negeri Banjar Angkan. Pada tanggal 10 Januari 2007 . Bandung: Universitas Ganesha

Moedjiono. 1981. Media pendidikan III: Cara pembukaan media pendidikan. Jakarta: P3G. Depdikbud.

Muchtar A. Karim. 1997. Pendidikan Matematika 1. Malang: Depdikbub

Oemar Hamalik. 1996. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka martina

Slametto. 1995. Belajar dan Faktor-Faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta

Sadiman, A.S. 1986. Media pendidikan: pengeratian, pengembangan, danpemanfaatannya. Jakarta: Cv. Rajawali.

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan konfirmasi via telpon/sms ke No. HP. 085 641 016 472

PTK SD (Operasi Hitung)

UPAYA  MENINGKATKAN  HASIL  BELAJAR MATEMATIKA OPERASI  HITUNG  PERKALIAN  DENGAN MENGGUNAKAN  PERAGA TULANG  NAPIER  SISWA KELAS V SD  NEGERI 1  TLINGSING

ABSTRAK

Sriyono; 2009.Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika  Operasi Hitung Perkalian dengan Menggunakan Peraga Tulang Napier  Siswa Kelas V SD Negeri 1 Tlingsing  Kecamatan Cawas Kab. Klaten Tahun Pelajaran 2009/ 2010.

Matematika merupakan salah satu mata pelajaran pokok , mata pelajaran wajib yang ada di setiap jenjang pendidikan dasar dan menengah. Matematika juga menjadi salah satu dari tiga mata pelajaran yang mulai tahun ajaran 2009/2010 di masukkan dalam UASBN. Namun kenyataannya sampai sekarang masih ada siswa yang kurang berminat terhadap Matematika dan hasil belajar Matematikapun belum menunjukkan hasil yang optimal

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan peraga Tulang Napier dapat meningkatkan hasil belajar matematika pada operasi hitung perkalian bersusun. Metode pada penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan bentuk kolaboratif yang melibatkan peneliti yang juga sebagai  kepala sekolah,dan teman sejawat (guru) ..

Penelitian ini dilaksanakan di kelas V SD Negeri 1 Tlingsing kecamatan Cawas  pada tahun pelajaran 2009/2010 dengan jumlah 29 siswa.Fokus penelitian ini adalah hasil belajar matematika pada operasi hitung perkalian dan efektivitas penggunaan peraga tulang napier. Penelitian Tindakan Kelas ini menggunakan dua siklus. Masing – masing siklus terdiri dari empat langkah yaitu perencanaan, tindakan,observasi dan refleksi.

Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan,hal ini dibuktikan dengan hasil yang di peroleh pada siklus I  dan siklus II dengan SK / KD sama indikator berbeda dalam kategori amat baik. Dengan melihat hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penelitian ini mampu menjawab tujuan penelitian yaitu penggunaan peraga tulang napier dapat meningkatkan hasil belajar matematika pada operasi hitung perkalian bersusun siswa kelas V SD Negeri 1 Tlingsing Kecamatan Cawas tahun 2009/2010.Data –data lain yang  berhubungan dengan penelitian dan hasil kerja siswa sebagaimana dalam lampiran. Akhirnya peneliti menyarankan kepada seluruh guru untuk kreatif dalam menyajikan pembelajaran terutama dalam menggunakan alat peraga dan media yang menarik serta bervariasi sehingga dapat membawa siswa dalam proses pembelajaran yang menyenangkan dan batas tuntas hasil belajar siswa dapat tercapai.

Kata Kunci : Hasil belajar matematika, peraga Tulang Napier

DAFTAR PUSTAKA

                                    , 2008, Modul Pembelajaran Diklat Peningkatan Profesi Guru Mata Pelajaran Matematika, Wonosobo : Pemerintah Kabupaten

                                      ,2008, Jurnal Pendidikan Widyatama , Jawa Tengah: Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan

                                      ,Permendiknas RI No 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah, Jakarta : CV Timur Putra Mandiri

                                    , Matematika- Wikipedia Indonesia,Ensiklopedia Bebas Berbahasa Indonesia,http:/www.wikipedia.com//G:\ Matematika.htm

                                    , Google ///D:/ Pemberian persen 20 TUGAS.htm

Darhim, 1992, Work Shop Matematika,  Jakarta: Depdikbud Bagian Proyek Penataran Guru SLTP setara D-III

FR Yayah,2006, Proposal Upaya Peningkatan Kemampuan Menyelesaikan Soal Matematika Melalui Pembelajaran Membaca Pemahaman Dan Menulis Karangan Dengan Gambar Seri, Wonosobo : tidak diterbitkan

Hairudin,dkk,2007, Pembelajaran Bahasa Indonesia, Jakarta : Dirjen Dikti Depdiknas

Handoko Tri, 2006, Terampil Matematika 5, Jakarta : Yudhistira,

HP Mulyadi,2006 ,Permasalahan Dalam Penelitian Tindakan Kelas, Semarang : LPMP

Kurniawati Ira, 2007, upaya meningkatkan hasil belajar matematika operasi hitung bilangan bulat  melalui pembelajaran dengan menggunakan peraga manik positif dan negatif, Wonosobo :tidak diterbitkan

Slameto, 1999, Faktor-Faktor Yang Terkait Dengan Rendahnya Tingkat Pencapaian Hasil Belajar Matematika, Salatiga : Satya Widya

Slameto,2003,Belajar Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya, Jakarta : Rineka Cipta

Slameto,2006, Pengembangan Karya Tulis Ilmiah, Salatiga: UKSW

Sobel Max A dan Maletsky Evan M, 2002, Mengajar Matematika: Sebuah buku sumber  alat peraga,Aktiitas dan Strategi, Jakarta : Erlangga

Sumantri Mulyani dan Permana Johar.2001.Strategi Belajar Mengajar,Bandung :Maulana.

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan konfirmasi via telpon/sms ke No. HP. 085 641 016 472

By SKRIPSI PTK Posted in ABSTRAK

PTK SMK AKUNTANSI (PENGGUNAAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL MATERI MEMAHAMI KEHIDUPAN SOSIAL MANUSIA)

PENGGUNAAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL MATERI MEMAHAMI KEHIDUPAN SOSIAL MANUSIA PADA SISWA KELAS X / IB/ AKUNTANSI 2 SMK NEGERI 1 SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2009 / 2010

ABSTRAKSI

Dwi Lestari, SPd. “PENGGUNAAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL MATERI MEMAHAMI KEHIDUPAN SOSIAL MANUSIA PADA SISWA KELAS X / IB/ AKUNTANSI 2 SMK NEGERI 1 SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2009 / 2010“

Penelitian ini bertujuan  untuk mencari suatu strategi pembelajaran yang efektif dan Efisien dalam mengajarkan materi memahami kehidupan sosial manusia bagi siswa kelas X / IB/ Akuntansi 2 di SMK Negeri 1 Sukoharjo  dengan cara penggunaan metode pembelajaran aktif. Strategi dalam penelitian tindakan kelas ini dilakukan melalui 2 siklus dan pada setiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Sedang untuk  mengaktifkan siswa dalam penelitian ini , peneliti menggunakan lembar kerja yang diberikan kepada siswa.

Yang menjadi subjek pada penelitian tindakan kelas ini adalah siswa X / IB/ Akuntansi 2 di SMK Negeri 1 Sukoharjo  sedang objeknya adalah pembelajaran IPS diajarkan dengan cara menggunakan metode pembelajaran aktif

Dari penelitian yang diadakan dengan meneliti kondisi awal siswa yang diukur dengan alat tes tertulis dan hasil penelitian tindakan kelas dengan 2 siklus terlihat adanya peningkatan hasil yang dicapai siswa dalam menguasai materi yang diberikan. Peningkatan penguasaan materi ini mulai dari siklus I siswa dapat meningkat sebesar 15 % dari kondisi awal sedang dari kondisi di siklus I setelah dilakukan tindakan pada siklus II meningkat sebear 25 %.

Dari Hasil penelitian tindakan kelas ini maka peneliti merekomendasikan pada pengambil jabatan ataupun pelaksana pembelajaran dalam hal ini yaitu pengajar untuk mengajarkan materi pembelajaran dalam kelompok kecil dan dengan tehnik pembelajaran aktif.

Keyword

  1. Metode Pembelajaran aktif
  2. Ilmu Pengetahuan Sosial
  3. Penelitian Tindakan Kelas

DAFTAR PUSTAKA

Arifin Zaena. (1990). Evaluasi Instruksional Prinsip Teknik Prosedur. Bandung : Remadja Karya

Choiriyah, Siti (2006). Acuan Pengayakan Ilmu Pengetahuan Alam . Solo : Sindhunata

Gredler, Margaret E. Ball, (1991). Belajar dan Membelajarkan, Jakarta : Rajawali

Winkel. W.S (1987). Psikologi Pengajaran. Jakarta : Gramedia

Yohanes Surya (1997), Olympiade, Jakarta : Galaxy.

Daniel Muijs dan David Reynolds 2000. EffectiveTteaching Teori dan Aplikasi ( Edisi ke -2 ) Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Nana Sudjana. 1995. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.

Gagne, Robert M and Leslie J. Briggs, 1978. Principles of Instructional Design. 2nd Ed, New York : Holt Rinehart and Winstons.

Hisyam Zaini, Bermawy Munthe & Sekar Ayu Aryani, 2004, Strategi PembelajaranAktif, CTSD,IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan konfirmasi via telpon/sms ke No. HP. 085 641 016 472

SKRIPSI BAHASA INGGRIS (TEACHING VOCABULARY USING PICTURE)

TEACHING VOCABULARY USING PICTURE TO THE SIX YEARS ELEMENTARY STUDENTS OF SD NEGERI 2 KALIBEBER WONOSOBO”, RESEARCH PAPER MUHAMMADIYAH UNIVERSITY OF SURAKARTA 2002.

SUMMARY

SRI INAYATI. A.320970049197.6.106.13031.50049 TEACHING VOCABULARY USING PICTURE TO THE SIX YEARS ELEMENTARY STUDENTS OF SD NEGERI 2 KALIBEBER WONOSOBO”, RESEARCH PAPER MUHAMMADIYAH UNIVERSITY OF SURAKARTA 2002.

Teaching vocabulary at Elementary School is to introduce simple English words. The objective of this research is to describe the procedure, the result, the advantages and disadvantages of teaching vocabulary using picture. The material of this research covers: the vegetable, the colour, the animal, the occupations, and the thing around us. In this research, the writer carries out experiment, the writer take 40 students as population in six years students of SD NEGERI 2 KALIBEBER WONOSOBO. To know the result of teaching vocabulary, the writer give two kinds of test, namely pre-test and post-test. Each test consists of 20 test items. The result of computation indicates the t-value between pre-test and post-test is 0,479. The t-value for the level significance of 5 % is 0,312. Accordingly, the coefficient of t- test is very significant and valid. This means that the use of picture in teaching vocabulary will give better achievement in vocabulary accumulation.

BIBLIOGRAPHY

Allen, Harold, B. 1995. Teaching English as a Second Language. Me. Graw­Hill. Inc.

Anderson, Ronald, H. 1983. Selecting Media for Instruction. New York: Van Nistrand Renhold Company.

Arikunto, Suharsimi. 1993. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta.

Brown, Cherly, Palmer. 1995. Vocabulary Semantic and Language Education. Cambridge University Press.

Burns, Paul C., and Broman, Betty, L. 1987. The Language Arts in Childhood Education. Chicago: Third Ed., Rand McRally College Publishing Co.

Depdikbud. 1998. English Lesson 3. Semarang: Tim Penulis Mulok Kanwil Depag Provinsi. Jateng.

Gerlach and Elly. 1979. Teaching and Media. New York: Prentice Hall.

Gwynn Minor, J.1987. Curriculum Principles and Social Trends. University of North Carolina.

Hornby, A. S. 1974. Oxford Advanced Learners Dictionary of Current English. London: Oxford University Press.

Lado, Robert. 1957. Language Teaching: A Scientific Approach. New York­Me Graw-Hill, Inc.

Mahanani, Setyo. 1987. Media Pengajaran Bahasa Inggris. Jakarta: Balai Pustaka.

Moh, Ali. 1987. Metode Penelitian. Jakarta: Balai Aksara.

Simanjuntak. 1990. Bahasa Inggris Untuk Anak-anak. Jakarta: Kesaint Blanc Cetakan III.

Wilge, Rivers M. 1964. Visual Method in Education. London: Oxford University Press.

Wright, Andrew. 1989. Picture for Language Learning. Cambridge University Press.

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan konfirmasi via telpon/sms ke No. HP. 085 641 016 472

By SKRIPSI PTK Posted in ABSTRAK

PTK SD OLAHRAGA (UPAYA MENINGKATKAN KECAKAPAN BERMAIN TENIS MEJA MELALUI PENGGUNAAN METODE LATIHAN INTERVAL PADA SISWA KELAS V )

UPAYA MENINGKATKAN KECAKAPAN BERMAIN TENIS MEJA MELALUI  PENGGUNAAN METODE LATIHAN INTERVAL PADA SISWA KELAS V PUTRA SD MUHAMMADIYAH 2 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2007/2008

ABSTRAK

Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan kecakapan bermain tenis meja melalui penggunaan metode latihan interval pada Siswa Kelas V Putra SD Muhammadiyah 2 Surakarta Tahun Pelajaran 2007/2008.

Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas, dengan subyek penelitiannya adalah siswa kelas V putra SD Muhammadiyah 2 Surakarta Tahun Pelajaran 2007/2008. Sumber data berasal dari hasil observasi kegiatan latihan tenis meja melalui metode latihan interval. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, tes, angket dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik siklus yang terdiri dari 2 siklus dengan langkah-langkah meliputi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan refleksi. Indikator kinerja meliputi hasil tes kecakapan bermain tenis meja dengan menggunakan test back board dan minat atau motivasi siswa dalam mengikuti program latihan dengan metode interval.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode latihan interval dalam permainan tenis meja yang dilaksanakan oleh penelitimenunjukkan dapatmeningkatkan kecakapan siswa bermain tenis meja pada siswa kelas V Putra SD Muhammadiyah 2 Surakarta Tahun Pelajaran 2007/2008. Hal ini terbukti dari hasil penelitian yang dilakukan dalam 2 siklus, yaitu hasil pukulan siswa tepat sesuai sasaran yang telah ditentukan meningkat dari hasil tes siklus I dengan hasil tes siklus II.

DAFTAR PUSTAKA

A. Hamidsyah Noer. 1995. Ilmu Kepelatihan Dasar. Surakarta: Universitas Terbuka.

Amnheim, D. dan Klasfs, E. 1981. Modem Principles of Athletic of Training. London: The C.V. Mosby Company.

Dongsina Moeloek dan Arjatmo Tjokronegoro. 1984. Kesehatan dan Olahraga. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Edward L. Fok. 1988. The Physiologycal Bases of Physical Education and Athletics, New York: Holt Wb Sounders Company

Harsono, 1988. Choaching dan Aspek-Aspek Physiologis Dalam Choaching. Jakarta: Depdikbud. Dirjendikti.

M. Frank Verducy. 1980. Measurement Concept in Physical Education. St. Louis Missouri: Mosby Company.

Moh. Nazir. 1998. Metode Penelitian. Cetakan Ke-3. Jakarta: Ghalia Indonesia.

M. Sajoto. 1995. Peningkatan & Pembinaan Kekuatan Kondisi Fisik Dalam Olahraga. Semarang: Dahara Prize.

Nossech J. 1982. Genaral Theory of Training. Logos: Pan African Press.

Pate R. Rotella R dan Me Clenaghan B. 1993. Dasar-Dasar Ilmiah Kepelatihan. Alih Bahasa Kasiyo Dwijowmoto. Semarang: IKIP Semarang Press.

Sadoso Sumasordjono. 1994. Pengetahuan Praktis Kesehatan Dalam Olahraga. Jakarta: Gramedia.

Soemamo, dkk. 1995. Materi Pokok Olahraga Pilihan (Tenis Meja). Depdikbud. Jakarta.

Soekarman. 1987. Dasar Olahraga Untuk Pembina, Pelatih dan Atlet. Jakarta: Inti Idayu Press.

Suhamo H.P. 1985. Ilmu Kepelatihan Olahraga. Yogyakarta: FPOK IKIP Yogyakarta.

Suharsimi Arikunto. 1998. Metode Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:Rineka Cipta.

Sujana, 1992. Metode Statistika. Bandung: Penerbit Tarsito.

Sutrisno Hadi, 1995.Metodologi Research IV.Yogyakarta: Andi Offset.

William H. Freeman. 1989. Peak When It Count. Los Altos: Tafhews Press.

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan konfirmasi via telpon/sms ke No. HP. 085 641 016 472