PTK SD PKN (UPAYA PERBAIKAN PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DENGAN METODE ALAT PERAGA GAMBAR ADAT INDONESIA DI KELAS III)

UPAYA  PERBAIKAN PEMBELAJARAN UNTUK  MENINGKATKAN HASIL BELAJAR  SISWA  PADA  MATA  PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DENGAN METODE ALAT PERAGA GAMBAR ADAT INDONESIA  DI  KELAS  III SD NEGERI GUNUNG WUNGKAL 02 KEC. GUNUNGWUNGKAL KABUPATEN PATI TAHUN PELAJARAN 2007/2008

BAB I
PENDAHULUAN

 A.    Latar Belakang Masalah

Pendidikan nasional bertujuan untuk mecerdaskan kehidupan bangsa serta mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradapan bangsa yang bermartabat. Sedangkan pembangunan nasional yang sedang dilaksanakan bertujuan untuk membangun manusia Indonesia yang seutuhnya. Ini berarti bahwa pembangunan mempunyai jangkauan yang luas dan jauh. Berhasil tidaknya program pembangunan faktor manusia memegang peranan yang sangat penting. Untuk pembangunan ini diperlukan manusia yang berjiwa pemikir, kreatif dan mau bekerja keras, memiliki pengetahuan dan ketrampilan serta memiliki pengetahuan dan ketrampilan serta memiliki sifat positif terhadap etos kerja.

Sekolah sebagai tempat proses belajar mempunyai kedudukan yang sangt penting dan menonjol dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu pendidikan di sekolah memegang peranan penting dalam rangka mewujudkan tercapainya pendidikan nasional secara optimal dalam rangka mewujudkan tercapainya pendidikan nasional secara optimal seperti yang diharapkan. Proses belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan. Dalam proses belajar mengajar tersebut guru menjadi pemeran utama dalam menciptakan situasi interaktif yang edukatif, yakni interaksi antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa dan dengan sumber pembelajaran dalam menunjang tercapainya tujuan belajar.

Menurut Syah (1998) ditemukan bahwa penguasaan guru tentang metode pengajaran masih berada  dibawah standar. Maka guru merasa tergugah untuk memperbaikinya melalui peningkatan penguasaan metode mengajar.

Pendidikan kewarganegaraan sebagai salah satu bidang studi yang memiliki tujuan membekali siswa untuk mengembangkan penalarannya di samping aspek nilai dan moral banyak memuat materi sosial dan bersifat hafalan sehingga pengetahuan dan informasi yang diterima siswa sebatas produk hafalan. Sifat materi pelajaran Pendidikan kewarganegaraan tersebut membawa konsekuensi terhadap proses belajar mengajar yang didominasi oleh pendekatan ekspositoris, terutama guru menggunakan metode  ceramah maupun tanya  jawab terjadi dialog imperatif. Padahal dalam proses belajar mengajar keterlibatan siswa secara totalitas, artinya melibatkan pikiran, penglihatan, pendengaran dan psikomotor (keterampilan, salah satunya sambil menulis). Jadi dalam proses belajar mengajar, seorang guru harus mengajak siswa untuk mendengarkan, menyajikan media yng dapat dilihat, memberi kesempatan untukmenulis dan mengajukan pertanyaan atau tangapan, sehingga terjadi dialog kreatif yang menunjukkan proses belajar mengajar yang interaktif.

Sebagai seorang guru yang professional hendaknya dapat memilih dan menerapkan metode yang efektif agar materi yang dipelajari oleh siswa dapat dipahami dengan baik serta dapat meningkatkan prestasi belajar.

Penguasaan siswa Sekolah Dasar Negeri Gunung Wungkal 02 Kecamatan Gunung Wungkal Pati terhadap mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan masih kurang karena menurut data terakhir semester II tahun 2007/2008 daya serap siswa terhadap mata pelajaran Pendidikan kewarganegaraan pada materi kebanggaan hanya 75% %, berdasarkan data tersebut maka guru akan mencari masalah-masalah yang mengganggu dan menghambat penguasaan siswa terhadap mata pelajaran tersebut sehingga dapat meningkatkan penguasaan materi dan hasil belajar siswa, perbaikan pembelajaran bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas dalam mata kuliah Pemantapan Kemampuan Profesional (PGSD 4412) pada program S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Terbuka.

Susunan laporan ini berdasarkan catatan yng dibuat ketika merancang kegiatan perbaikan serta slama pelaksanaan, observasi dan diskusi yang dilakukan dalam 2 siklus penelitian tindakan kelas untuk mata pelajaran Pendidikan kewarganegaraan di kelas III, maka laporan ini disusun dengan sistematika secara garis besar meliputi Pendahuluan, perencanaan perbaikan, pelaksanaan, temuan dan kesimpulan.

B.     Identifikasi Masalah

            Proses belajar mengajar kelas III Sekolah Dasar Negeri Gunung Wungkal 02 Kecamatan Gunungwungkal Pati terhadap pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dalam materi pelajaran menghargai jasa dan peranan tokoh perjuangan dalam 2 kali ulangan rata – rata hanya 5 siswa dari 20 siswa yang mencapai penguasaan materi sebesar 7,75% ke atas. Selama pembelajaran berlangsung siswa tidak termotivasi untuk penjelasan guru karena guru dalam mengajar tidak melibatkan siswa secara aktif, bahkan sering guru memberi pertanyaan pada akhirnya guru sendiri yang menjawab. Hal tersebut terlihat bahwa pelajaran didominasi oleh guru dan penjelasan guru kurang didukung dengan metode yang sesuai dan menarik perhatian siswa.

            Pada umumya siswa sekolah dasar kurang berminat terhadap mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan karena dianggap sebagai pelajaran yang membosankan karena harus membaca dan menghafalkan materi. Berdasarkan hal tersebut, peneliti meminta bantuan supervisor untuk mengidentifikasi kekurangan dari pembelajaran yang dilaksanakan. Dari hasil diskusi dengan supervisor terungkap beberapa masalah yang terjadi dalam pembelajaran, yaitu :

  1. Siswa mempunyai anggapan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang membosankan untuk dipelajari
  2. Siswa tidak berani bertanya dan cenderung pasif
  3. Pengetahuan dan informasi yang diterima siswa masih sebatas produk hafalan
  4. Rendahnya tingkat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran
  5. Guru sering tidak menggunakan metode pembelajaran yang sesuai
  6. Siswa tidak dapat menjawab pertanyaan guru

Berangkat dari masalah – masalah yang sangat mengganggu dan menghambat siswa yang bersangkutan untuk meraih prestasi yang lebih tinggi, maka guru mengadakan perbaikan pembelajaran untuk meningkatkan penguasaan terhadap mata pelajaran Pendidikan kewarganegaraan pada diri siswa

C.    Rumusan Masalah

Ketiga temuan tersebut merupakan alternatif dari sekian banyak temuan yang muncul selama pembelajaran belangsung. Atas dasar temuan permasalahan itu penulis dapat merumuskan masalah dalam pembelajaran yaitu:

Mengapa siswa belum dapat menjelaskan arti semboyan Bhinekka Tunggal Ika ?

Mengapa siswa tidak dapat menjelaskan jenis kekayaan alam di Indonesia?

Alat peraga apa yang digunakan ?

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan memesannya via telpon/sms ke No. HP. 085 641 016 472 / PIN : 2771D5FB

By SKRIPSI PTK Posted in ABSTRAK

PTK SMP BAHASA INDONESIA (PENINGKATAN AKTIVITAS DAN KETRAMPILAN MENULIS TEKS DESCRIPTI BERTEMA NARRATING FAST EVENTS MELALUI PENERAPAN PENDEKATAP KONTEKSTUAL)

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN KETRAMPILAN MENULIS TEKS DESCRIPTI BERTEMA NARRATING FAST EVENTS MELALUI PENERAPAN PENDEKATAP KONTEKSTUAL PADA SISWA KELAS VIII A SMP NEGERI 3 NGUTER  SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2010/2011

ABSTRAK

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN KETRAMPILAN MENULIS TEKS DESCRIPTI BERTEMA NARRATING FAST EVENTS MELALUI PENERAPAN PENDEKATAP KONTEKSTUAL PADA SISWA KELAS VIII A SMP NEGERI 3 NGUTER  SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2010/2011

Kata Kunci aktivitas menulis, keterampilan menulis, teks descriptive, pendekatan kontekstual.

Keterampilan menulis Bahasa Inggris siswa kelas VIII A SMP Negeri 3 Nguter masih rendah. Hal ini tedadi karena, rendahnya milW siswa terhadap pembelajaran menulis bahasa Inggris, aktivitas proses belajar menulis siswa cenderung rendah, ketidakmampuan siswa dalam menuangkan dan mengembangkan ide atau gagasan dalam, bentuk tulisan, dan ketidakmampuan siswa dalam pengorganisasian tulisan yang bermakna.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas program belajar menulis teks descriptive bertema narrating past events dengan penerapan pendekatan kontekstual siswa, kelas VIII A SMP Negeri 3 Nguter dan mengetahui basil keterampilan menulis teks, descriptive bertema narrating past events dengan penerapan pendekatan kontekstual siswa kelas VIII A SMP Negeri 3 Nguter.

Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu tahap prasiklus, siklus I, dan siklus II. Subjek penelitian ini adalah siswa, kelas VIII A semester ganjil SMP Negeri 3 Nguter tahun pelajaran 2010/2011. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi (pengamatan), lembar penilaian keterampilan menulis teks descriptive bertema narrating past events.

Hasil penelitian im menunjukkan bahwa penerapan pendekatan koutekstual dalam menulis teks descriptive bertema narrating past events dalam dua Alps tindakan (siklus I dan siklus II) dapat meningkatkan aktivitas dan keterampilan menulis teks descriptive bertema, narrating past events. Pengamatan siklus I dan 11 bahwa, aktivitas dan keterampil menulis teks descriptive bertema narrating past events dengan penerapan pendekatan, kontekstual melalui belajar kelompok menunjukkan kecendenmgan mengalami peningkatan dari sebelumnya, (pra-tindakan). Pada siklus I menunjukkan bahwa dari 40 siswa, terdapat 8 siswa, (20%) dengan aktivitas belajar baik dengan rata rata <80. Sehmjutaya 32 siswa, (80%) dengen rata-rata 590, yakni 23 siswa (57,50%) tergolong cukup dengan nilai rata rata 75 dan 9 siswa (22,50%) tergolong kurang dengan rata-rata 64. Siklus 11 menunjukkan dari 40 siswa terdapat 35 siswa (87,5%) tergolong baik dengan rata-rata ~!80 dan sebanyak 5 siswa, (12,50%) tergolong cukup dengan rata-rata 75. Ketuntasan kelas dengan penerapan pendekatan kontekstual ads peningkatan dari sebelumaya yaitu 62,7% dengan rata rata nilai 63 (kategori kurang) dan setelah penempan pendekatan kontekstual pada tindakan siklus I menunjukkan persentase taraf kemampuan 73,67% dengan rata-rata nilai 74 (kategori cukup), pada tindakan siklus II menunjukkan persentase taraf -kemampuan ketuntasan kelas 84,55% dengan rata-rata nilai 85 (kategori baik).

DAFTAR PUSTAKA

Caring A. & Sund, R.B. (2001). Developing Questioning Techniques. Columbus Ohio : Charles E. Merril Publishing.

Crowl, Thomas K. (2006). Fundamentals of Educational Research Second Edition. New York : University of New York.

Dahar, R. W. (2006). Teori-Teori Belajar. Jakarta : Erlangga.

DeBono, E. (2000). Mengajar Berpikir. Alih Bahasa. Soemardjono. Jakarta Erlangga.

Degeng, I Nyoman. (2009). Rmu Pengajaran : Taksonomi Variabel’. Jakarta PPLPTK Depdikbud.

Elliott, J. (2001). Action Research for Educational Change. Philadelphia : Open University Press.

Hiebert; J. & Weame, D. (2003). “Instructional Task, Classroom Discourse, and Students’ Learning in Second-Grade Arithmetic”. American Educational Research Journal. 30, (2), pp. 393425.

Jimenez; M.P. & Aleixandre. (2002). “Thinking about Theories or Thinking with Theories ? A Classroom Study with Natural Selection”. Journal of Educational Research. Vol. 14, No. 1, pp.51-61.

Joni, T. Raka. (2001): Pengukuran dan Penilaian Pendidikan. Malang : Bank Evalims,1 IKIP Malang.

Joyce, Bruce & Weil, Marsha. (2000). Models of Teaching. New Jersey : Prentice-Hall, Inc.

McKinnon, K.R. (terjemahan). (2002). Rencana Pendidikan yang Realistik. Jakarta : Bharatara Karya Aksara.

Moleong, L. J. (2005). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : Rosdakarya. Nasution, S. (2006). Didaktik Asas-Asas Mengajar. Bandung : Jemmars.

Osman, Mohamed & Hannafin, Michael J. (2004). “Effect of Advance Questioning and Prior Knowledge on Science Learning”. Journal of Educational Research. 88,

Rooijakers, Ad. (2004). Mengajar dengan Sukses, Petunjuk untuk Merencanakan dan Menyampaikan Pengajaran. Jakarta : Gramedia.

Stator, Thomas F. (terjemahan). (2008). Cara Mengajar dengan Hasil yang Bair Metode-Metode Mengajar Modern dalam Pendidikan Orang Dewasa. Bandung : Diponegoro.

Sudjana, N. & Ibrahim. (2009). Penelitian dan Penelitian Pendidikan. Bandung Sinar.

Sulaeman, Dadang. (2008). Teknologi/Metodologi Pergaiaran. Jakarta : PPLPTK Depdikbud.

Surakhmad, W. (2002). Pengantar Penelitian Ilmiah Dasar Metode Teknik. Bandung: Tarsito.

Suryabrata, S. (2000). Metodologi Penelitian. Jakarta : Rajawali.

Syah, Muhibbin. (2005). Psikologi Pendidikan suatu. Pendekatan Baru. Bandung Remaja Rosdakarya.

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan memesannya via telpon/sms ke No. HP. 085 641 016 472 / PIN : 2771D5FB

By SKRIPSI PTK Posted in ABSTRAK

SKRIPSI PENDIDIKAN ( PENGARUH MOTIVASI DAN KEMAMPUAN EKONOMI ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS XI)

PENGARUH MOTIVASI DAN KEMAMPUAN EKONOMI ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS XI JURUSAN IPS SMA N 2 SUKOHARJO TAHUN AJARAN 2009 / 2010

ABSTRAK

______________. Jurusan Pendidikan Akuntansi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui pengaruh yang signifikan motivasi belajar terhadap prestasi belajar akuntansi. (2) Untuk mengetahui pengaruh yang signifikan kemampuan ekonomi orang tua terhadap prestasi belajar akuntansi. (3)Untuk mengetahui pengaruh yang signifikan motivasi belajar dan kemampuan ekonomi orang tua terhadap prestasi belajar akuntansi.

Jenis Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan mengambil populasi seluruh siswa/siswi kelas XI jurusan IPS SMA N 2 Sukoharjo sebanyak 122 siswa, dan diambil sampel sebanyak 80 siswa dengan teknik proporsional random sampling dengan cara undian. Pengumpulan data dengan menggunakan metode dokumentasi dan angket. Sebelum digunakan dalam penelitian, angket diuji cobakan terlebih dahulu untuk mengetahui validitas dan reliabilitas, kemudian dilakukan uji prasyarat analisis untuk mengetahui heteroskedastisitas dan normalitas. Baru dilakukan pengujian hipotesis dengan teknik analisis regresi ganda dengan uji t, uji f, dan R.2

Hasil penelitian menunjukkan bahwa, persamaan regresi linear berganda sebagai berikut : Y= 4,316 + 0,077.X1 + 0,065.X2. Berdasar hasil analisis dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa, 1) motivasi belajar mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar akuntansi. Hal ini terbukti berdasar hasil perhitungan thitung untuk variabel moyivasi belajar sebesar 7,762. sehingga thitung > ttabel atau 7,762>2,000 (05,0=α). 2) Kemampuan ekonomi orang tua mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar akuntansi. Hal ini terbukti berdasar hasil perhitungan, t untuk variabel kemampuan ekonomi orang tua sebesar 5,614. sehingga thitunghitung > ttabel atau 5,614>2,000 (05,0=α). 3) Motivasi belajar dan kemampuan ekonomi orang tua bersama-sama berpengaruh terhadap prestasi belajar akuntansi. Hal ini terbukti berdasar perhitungan Fhitung > Ftabel atau 75,378>3,150 (05,0=α). Hasil perhitungan untuk nilai R sebesar 0,662. berarti, 66,2% prestasi belajar akuntansi dipengaruhi oleh variabel motivasi belajar dan kemampuan ekonomi orang tua. Sisanya 33,8% prestasi belajar akuntansi dipengaruhi oleh factor lain yang tidak ikut dalam penelitian ini.

Kata kunci: Motivasi Belajar, Kemampuan Ekonomi Orang tua, Prestasi Belajar akuntansi

DAFTAR PUSTAKA

Abu Ahmadi dan Widodo S. 2004. Psikologi Belajar. Jakarta : Rineka Cipta.

Budiyono. 2004. Statistika untuk penelitian. Surakarta. Sebelas Maret University Press.

Depdiknas. 2001. Kurikulum Berbasis Kompetensi Mata Pelajaran Akuntansi Sekolah Menengah Kejuruan. Jakarta : Depdiknas.

Dimyati dan Mujiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Rieneke Cipta.

Hadari Nawawi. 2005. Penelitian Terapan. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.

Haryono. 1994. Dasar-dasar Akuntansi. Yogyakarta : STIE YKPN.

Khusnul Chotimah. 2005. Pengaruh Status Sosial Ekonomi Orang Tua dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Akuntansi (Studi kasus pada siswa kelas II SMK Negeri I Sragen Tahun Pelajaran 2004/2005). UMS.Tidak diterbitkan

M. Ngalim Purwanto. 2003. Psikologi Pendidikan. Bandung :Remaja Rosdakarya.

Muhibbin Syah. 2001. Psikologi Pendidikan dengan Guru. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Nana Sudjana. 2000. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Nana Syaodih Sukmadinata. 2003. Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Nika Utami. 2007.Pengaruh Pemberian Bantuan Oprasional Sekolah dan Kemampuan Ekonomi Orang tua terhadap Prestasi belajar Ekonomi.. UMS: Tidak diterbitkan.

Rumindi Sukandar. 2002. Metodologi Penelitian Petunjuk Praktis Untuk Penelitian Pemula. Yogyakarta : UGM Press.

Sardiman AM. 2001. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta : Raja Grafindo Persada.

Slameto. 2002. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta : Rineka Cipta.

Sudjana. 2002. Metode Statistik. Bandung : Tarsito.

Sugiyono. 2008. Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfa Beta.

Sugiyono. 2003. Metodologi Penelitian Bisnis. Bandung : Alfa Beta.

Suharsimi Arikunto. 2002. Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : Rineka Cipta.

Sutrisno Hadi. 1993. Metodologi Research. Yogyakarta : Andi Offset.

Syaiful Bahri Djamarah. 2002. Psikologi Belajar. Jakarta : Rineka Cipta.

.Tim Penyusun. 1996. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Depdiknas

Winkel. 2007. Psikologi Pengajaran. Jakarta : Media Abadi.

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan memesannya via telpon/sms ke No. HP. 085 641 016 472 / PIN : 2771D5FB

SKRIPSI PENDIDIKAN (TINJAUAN PSIKOLOGIS TOKOH UTAMA DALAM NOVEL “KARENA ANAK KANDUNG” KARYA MUHAMAD ENRI)

TINJAUAN PSIKOLOGIS TOKOH UTAMA DALAM NOVEL “KARENA ANAK KANDUNG” KARYA MUHAMAD ENRI

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Keterkaitan unsur-unsur intrinsik yang membentuk novel “Karena Anak Kandung” karya M. Enri, (2) Faktor psikologis tokoh utama dalam novel  Karena Anak Kandung” karya M. Enri.

Penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif dengan prosedur pembacaan heuristik dan hermeneutik. tinjauan psikologis tokoh utama dalam novel “Karena Anak Kandung” karay M. Enri. Data dalam penelitian ini adalah data yang berwujud kata, frase, ungkapan, dan kalimat yang terdapat dalam novel.

Hasil penelitian adalah: 1) Unsur intrinsik dalam novel meliputi: (a)  Tema cerita adalah pengorbanan yang sangat besar dari seorang ayah  yang telah bercerai dari istrinya untuk tetap mengasuh dan memperjuangkan nasib anak kandungnya (Noviar) meskipun dengan perjuangan yang berat. (b) Tokoh  uatama adalah Khairil, dengan tokoh bawahan adalah Rukhayah, Rohana, St Makalewi, Jamali, Noviar, Dt Nakodoh, A. Palindih, dan Asni. Sedangkan sebagai tokoh tambahan adalah Sabarudin, tetangga Rukhayah, Halimah, Engku Azwar, Mak Ebot, dan Zahara. (c) Penokohan: (1) Khairil: cakap, rajin, sabar, tawakal, yakin dengan pertolongan Tuhan, berbudi luhur, pandai, berkemauan keras, jujur, sopan santun, mengutamakan kepentingan keluarga, pantang menyerah, realistis, berani mengambil keputusan dengan tegas, berperasaan halus, mengutamakan kepentingan anak, (2) Rukhayah: tidak tahan cobaan dan mudah tergoda dengan uang, sombong dan angkuh (setelah kaya), logis dan masih memiliki naluri keibuan, (3) St. Malakewi: sombong, pendendam, angkuh, dan dengki, (4)  Rohana: yang lembut, baik, tapi tak berdaya, (5) Dt. Nakodoh: kaut dalam memegang tradisi adat dan kurang logis, akan tetapi tidak memiliki perilaku yang buruk, (6) Noviar: tidak digambarkan secara jelas dan kurang terlihat dalam drama yang disajikan, (7) Jamali: egois, (8) Ibu Tukhayah: tidak jujur, dan juga silau harta, (9) A. Palindih: sedikit materialis, dan kurang terbuka terhadap nilai kebenaran, (10) Azwar: cukup baik, netral, (11)  Halimah: cukup baik, netral, (12) Asni: baik, teguh pendirian, dan kuat dalam memegang perasaan, (13) Mak Ebot: mampu menghargai kebaikan majikannya, dan memiliki perhatian yang kuat terhadap keluarganya. (d) Setting waktu: Tokoh utama  bersama istrinya diberhentikan dari pekerjaannya, tokoh utama tinggal bersama keluarga Rukhayah, perceraian Khairil dengan Rukhayah, tokoh utama berjuang memperebutkan anak, Khairil kehilangan hak untuk bertemu dengan anak, Rukhayah pindah ke Medan dan terjadi konflik dengan suami barunya,  Rukhayah Insaf dan niat rujuknya ditolak khairil, pertemuan Khairil  dengan Asni, Khairil memutuskan untuk tidak menikah lagi dengan Asni. (e) Setting tempat: Kota Padang, Bukit Tinggi, rumah Rukahyah, rumah orang tua Khairil, Kampung Mata Air, rumah A. Palindih, Medan, rumah baru Rukhayah dan Jamali, rumah Azwar dan Halimah, Kebun Sirih (Rumah Kahiril yang baru), Kebun Raya Bogor, (f) Alur ceritera: Khairil mengalami PHK dari perusahaannya; Khairil dan keluarganya yaitu Rukhayah dan Noviar pulang kampung dan tinggal di rumah Rukhayah; Rukhayah dan keluarganya terhasut oleh St. Malakewi; Khairil belajar bahasa Inggris dan tata buku hingga menhabiskan uang simpanan untuk anaknya, Noviar; Khairil dan Rukhayah bercerai; Rukhayah menikah dengan Jamali, Rukhayah melarang Khairil bertemu dengan anak kandungnya sendiri, Noviar; Khairil gigih memperjuangkan haknya untuk bertemu dan mengasuh anak kandungnya; Rukhayah mengalami konflik membawa perceraian dengan jamali; Rukhayah insyaf dan hendak meminta kembali pada Khairil, akan tetapi ditolak; Khairil berhasil meniti karir dan menjadi orang kaya, serta mengasuh anaknya sendiri, noviar; Khairil bertemu dengan Asni, dan pada alhirnya menolak menikahi Asni demi kepentingan Noviar, (g) Sudut pandang pengarang: pengarang orang ketiga. 2) Kondisi Psikologis tokoh utama berdasarkan konsep Schutz adalah memiliki sisi kejiwaan yang sosial (social behaviour), memiliki sisi kontrol sikap yang demokrat, memiliki sisi afeksi yang personal (personal behaviour).

DAFTAR PUSTAKA

Ali, Lukman. 1967. Bahasa dan Kesusastraan Indonesia Sebagai Cermin Manusia Indonesia Baru. Jakarta: Gunung Agung

Aminudin. 2001. Pengembangan Penelitian Kualitatif dalam Bidang Bahasa dan Sastra. Malang: Hiski Komisariat Malang

Anggraeny, Lisa  dan  Seriyawati. 2007. Menyemai Cinta di Negeri Sakura. Sukoharjo: Samudera.

Arifatun, Nisa. 2009.   Kandungan Nilai Pendidikan Dalam Novel Menyemai Cinta Di Negeri Sakura.

Arifin, Syamsir. 1991. Kamus Sastra Indonesia. Padang: Angkasa Raya.

Atmazaki. 1990. Ilmu Sastra: Teori dan Sastra. Padang: Angkasa Raya.

Diana Ayu Kartika.  2008.  Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Nayla Karya Djenar Maesa Ayu:Tinjauan Psikologi Sastra. Skripsi, Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta

Henry Guntur Tarigan. 1993. Prinsip-Prinsip Dasar Sastra. Jakarta: Angkasa.

Ida Rahmawati. 2008. Analisis Skripsi yang berjudul Tinjauan Psikologis Perwatakan Para Tokoh Utama Dalam Novel Kinanti Karya Margareth Widhy Pratiwi, Semi, M. Atar. 1988. Anatomi Sastra. Padang: Angkasa Raya

Rauftracal. 2009. Novel Populer dan Novel Serius. www.rauftracal.blogspot.com

Mutiaesfand. 2008. Konstruksi Karya Sastra Indonesia. www.penulislepas.com

M. Enri. 2004. Karena Anak Kandung. Novel. Jakarta: Balai Pustaka

Walgito, Bimo. 1997. Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta : Andi Offset

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan memesannya via telpon/sms ke No. HP. 085 641 016 472

SKRIPSI PENDIDIKAN (NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM NOVEL “MEKAR KARENA MEMAR” KARYA ALEX LUMBAN TOBING (ANALISIS SOSIOLOGI SASTRA))

NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM NOVEL “MEKAR KARENA MEMAR” KARYA ALEX LUMBAN TOBING (ANALISIS SOSIOLOGI SASTRA)

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Keterkaitan unsur-unsur intrinsik yang membentuk novel “Mekar Karena Memar” karya Alex Lumban Tobing, (2) Nilai-nilai pendidikan yang termuat dalam novel “Mekar Karena Memar” karya Alex Lumban Tobing.

Penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif dengan prosedur pembacaan heuristik dan hermeneutik. Objek penelitian ini adalah nilai-nilai pendidikan dalam novel Mekar Karena Memar karya Alex Lumban Tobingyang diterbitkan oleh Balai Pustaka edisi 2005. Data dalam penelitian ini adalah data yang berwujud kata, frase, ungkapan, dan kalimat yang terdapat dalam novel Mekar Karena Memar Karya Alex Lumban Tobing.

Hasil penelitian adalah: 1) Unsur unsur instrinsik dalam ceritera pertama yang berjudul “Perkenalan Dengan Harga Manusia” meliputi: (a) Tema ceritera adalah rendahnya harga jasad orang mati yang diperjual-belikan  (b) Tokoh utama adalah “Aku”, tokoh bawahan adalah Lita, dan sebagai tokoh tambahan adalah pengelola kamar rangka (tak disebut namanya), penjual rangka (tak disebut namanya), penjaga kamar mati. (c) Setting waktu: (1) Tokoh lulus tingkat satu fakultas kedokteran, (2) tokoh mulai berkenalan dengan pembantu dalam bangsal potong, (3) Tokoh berkenalan dan berhubungan dengan Lita, (4) Tokoh kehilangan Lita dan akhirnya menemukan cara untuk menghargai perkenalannya dengan  Lita sebagai manusia secara utuh dengan mengikuti jejaknya. (d) Setting tempat adalah bangsal potong, tempat perdagangan gelap organ tubuh mayat, jalan dari gereja menuju ruma Lita, jalan dari kampus ke rumah Lita, dan rumah sakit. (e) penokohan  digambarkan secara dramatik. Tokoh utama memiliki karakter humanis atau memiliki sisi kemanusiaan yang tinggi, lugu, dan kritis-logis. Tokoh Lita memiliki perwatakan tertarik pada hal-hal ilmiah dan belum tertarik pada hal-hal lain, (f) Alur utama adalah (1) Tokoh lulus tingakat 1, (2) Tokoh melakukan pencarian bahan praktikum dan berinteraksi dengan perdagangan organ tubuh orang mati, dan pada akhirnya tokoh merumuskan pandangannya tentang harga manusia yang telah mati, (3) Tokoh belajar di Bangsal potong, (4) Tokoh berkenalan dengan Lita dan terlibat hubungan lawan jenis dengan Lita, (5) Tokoh kehilangan orang yang menarik hatinya dan akhirnya merumuskan pandangan tentang harga perkenalan dengan manusia hidup (Lita), (6) Tokoh mengikuti jejak Lita menekuni Ilmu Urai sebagai bekal Ahli Bedah. Sebagai alur tambahan adalah: (1) Proses ujian yang dialami para mahasiswa kedokteran, termasuk Lita, (2) Tokoh mengejar Lita di Jalan dari kampus menuju rumah Lita, dan akhirnya Lita mengalami Kecelakaan, (3) Proses operasi Lita yang  akkhirnya meninggal. (g) Sudut pandang pengarang adalah pengarang sebagai tokoh utama “Aku”. Unsur-unsur intrinsik dalam ceritera ke dua adalah (a) Tema ceritera adalah sangat penting dan berharganya sebuah organ, dalam hal ini adalah mata sebagai panca indera, bagi manusia yang masih hidup, (b) Setting waktu ceritera adalah tokoh mengalami masa-masa manis dalam hubungan asmara lawan jenis, Herman dan Gloria mulai mengalami kemelut, yaitu dengan dipaparkannya kondisi Herman yang tak dapat melihat pada mata kanan, Gloria berhasil menemukan ahli yang sanggup melakukan pengobatan, dan akhirnya Herman dapat disembuhkan, (c) Setting tempat adalah Kolam renang, laboratorium (ruang praktikum), Telaga Warna, rumah Gloria, tempat dansa, rumah Herman, stasiun, HC Moffit Teaching Hospital, San francisco, (e) tokoh utama ceritera adalah Herman, dan tokoh bawahan adalah Gloria. Sementara itu, sebagai tokoh tambahan adalah ibu Gloria, sedang tokoh tambahan adalah Hamid, Trisno, dan Profesor Wilson, (f) Penokohan ceritera adalah tokoh Gloria digambarkan secara dramatis  dan secara langsung  oleh pengarang, yaitu memiliki karakter kuat pendirian, logis, ilmiah, dan romantis. Karakter Herman lebih digambarkan secara dramatis oleh pengarang, yaitu logis, ilmiah, dan romantis. Perbedaan keduanya adalah Gloria penuh semangat, sedang Herman tidak memiliki semangat sekuat Gloria, (g) Alur utama adalah (1) Masa indah Herman dan Gloria memupuk rasa cinta yang mendalam, (2) Herman menceriterakan kondisi kebutaannya, dan semakin seriusnya penyakit herman setelah beberapa waktu sehingga kedua matanya menjadi buta, (3) Konflik Gloria dengan orang tua Gloria yang menentang hubungan mereka dan konflik Gloria dengan Herman, (4) Herman tinggal di Amerika dan berpura-pura melakukan pengobatan (5) Gloria menemukan majalah tentang penyakit yang diderita Herman dan akhirnya mampu menumbuhkan kemauan Herman untuk sembuh, (6) Herman melakukan pengobatan di California dan akhirnya berhasil disembuhkan. Alur tambahan adalah: (1) Gloria dan Herman mendatangi undangan paman Gloria, (2) Herman mulai mengetahui semakin para penyakit yang dialaminya, Pertemuan Gloria dengan Profesor Wilson, (h) Sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang impersonal. 2) Unsur sosiologi sastra pendidikan ceritera pertama: Unsur kehidupan dunia kampus kedokteran yang ilmiah, unsur normatif sosial, unsur cara berfikir logis-sistematis yang kuat, unsur semangat hidup yang tinggi. Unsur sosiologi sastra pendidikan ceritera ke dua: Unsur membangun cara berfikir logis-sistematis, membangun prinsip berani mencoba (trial and error), ajakan bekerja keras untuk mencapai harapan, nilai religius yang memandang bahwa tindakan hubungan yang mengarah pada hubungan intim saat berpacaran merupakan bentuk penyimpangan dari kebenaran.

DAFTAR PUSTAKA

Ali Imron, Al-Ma’ruf. 2007. Nilai Pendidikan Multikultural dalam Novel Burung-Burung Rantau: Kajian Semiotik. Jakarta: Varia Pendidikan.

Arianto, Sam. 2008. Pemahaman Karya Sastra Novel. www.wordpress.com.

Bungin, Burhan. 2003. Ragam Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: Raja Graffindo

Kartika, Diana Ayu. 2008. Konflik Batin Tokoh Utama dalam Novel Nayla Karya Djenar Maesa Ayu:Tinjauan Psikologi Sastra. Skripsi S1. Surakarta: Universitas Muhammadiuah Surakarta.

Mulyasa, E. 2008. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bandung: Rosda

Setiawan, Bambang. 2007. Metode Penelitian Komunikasi. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Sofa, Mas. 2008. Metode Analisi Isi, Reliabilitas dan Validitas dalam Metode Penelitian Komunikasi. www.wordpress.com.

Sparkling, Chubby. 2008. Metode Analisis Isi. www.parklingchubby.blogspot.com

Sumedi, Pudjo AS dan Mustakim. 2007. Teori Nilai. www.wordpress.com

Tirtarahardja, Umar dan S.L. La Sulo. 2005. Pengantar Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta

Tobing, Alex L. 2005. Mekar Karena Memar. Novel. Jakarta: Balai Pustaka.

Wahyuni. Ari. 2008. Studi Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak Dalam Novel Langit-Langit Cinta Karya Najib Kailany. Skripsi S1. Yogyakarta: Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga

Bambang Kesowo. 2003. Undang-Undang  No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.  Jakarta: Sekretaris Negara RI

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan memesannya via telpon/sms ke No. HP. 085 641 016 472

PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH (PELAKSANAAN SUPERVISI KLINIS UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM MENGEMBANGKAN MODEL PEMBELAJARAN DI SEKOLAH INDONESIA JEDDAH (SIJ)) )

PELAKSANAAN SUPERVISI KLINIS UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM MENGEMBANGKAN MODEL PEMBELAJARAN DI SEKOLAH INDONESIA JEDDAH (SIJ) TAHUN PELAJARAN 2009/2010

ABSTRAK

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengethui (1) Deskripsi pelaksanaan supervisi klinis di SIJ untuk meningkatkan kompetensi guru di SIJ dalam kompetensi mengembangkan model pembelajaran; (2) Deskripsi peningkatan  kompetensi guru SIJ dalam menentukan model pembelajaran bermutu.

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah (PTS) yang dilaksanaka di Sekolah Indonesia-Jeddah (SIJ) pada semester gasal tahun pelajaran 2009/2010. Metode penelitian menggunakan metode kualititaif.

Berdasarkan atas hasil penelitian, dibuat simpulan sebagai berikut: a) Pelaksanaan supervisi klinis dikembangkan dengan cara: (1) Membangun kesepakatan untuk poin observasi secara langsung dalam proses pengembangan model pembelajaran baru oleh guru; (2) Pelaksanaan observasi kelas dengan lembar observasi berdasarkan poin-poin yang disepakati saat membangun kesepakatan guru-siswa, serta menggunakan rekaman recorder untuk merekam aktivitas penting; Melakukan observasi respon siswa terhadap guru dan respon balik dari guru saat dikembangkan model pembelajaran; Melakukan observasi hasil belajar siswa pre test dan post test; (3) Supervisor melakukan feed back langsung untuk bagian-bagian yang penting dan sulit dnegan memberikan contoh prosedur yang riil, dan tidak melakukannya untuk bagian yang tidak rumit; (4) Melakukan pertemuan feed back I untuk merespon temuan kepala sekolah, dengan: (a) Analisis perbedaan dan persamaan perilaku siswa dan guru terhadap harapan yang ditetapkan semula; (b) Analisis kesesuaian langkah-langkah guru dalam mengembangkan model pembelajaran pada tahap pembelajaran pendahuluan, inti pembelajaran, dan penutupan terhadap konsep kependidikan dan kondisi umum siswa-guru; (c) Analisis tentang permasalahan yang dialami guru dan siswa; (d) Analisis ketercapaian tujuan pembelajaran; (e) Analisis kemungkinan perbaikan yang diperlukan; (5) Melakukan pertemuan feed back II dengan: (a) Mendiskusikan bagaimana pertimbangan guru dalam menentukan langkah-langkah pembelajaran; (b) Mendiskusikan temuan-temuan supervisor terkait dengan pelaksanaan proses pembelajaran yang dikembangkan guru, serta memasukkan tujuan dan kehendak guru yang relevan dengan proses pembelajaran; (c) Mendiskusikan solusi dan langkah-langkah perbaikan yang diperlukan untuk meningkatkan tercapainya tujuan pendidikan; (e) Membangun motivasi guru; (f) Mendiskusikan inovasi yang mungkin dikembangkan guru; (g) Pelaksanaan Pembelajaran II; b) Pelaksanaan supervisi klinis mampu meningkatkan kompetensi guru mengembangkan model pembelajaran di SIJ.

DAFTAR PUSTAKA

Anwar, Moch. Idochi. (2004). Administrasi Pendidikan dan Manajemen Biaya Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Arikunto, Suharsimi (1993). Manajemen Pengajaran Secara Manusia. Jakarta: Rineka Cipta

Harahap, Baharuddin. (1983). Supervisi Pendidikan yang Dilaksanakan oleh Guru, Kepala Sekolah, Penilik dan Pengawas Sekolah. Jakarta: Damai Jaya.

Joni, T. Raka. (1984). Pedoman Umum Alat Penilaian Kemampuan Guru. Jakarta: Dirjen  Pendidikan Tinggi Depdikbud

Majid, Abdul. (2005). Perencanaan Pembelajaran: Mengembangkan Standar Kompetensi Guru. Bandung:  PT Remaja Rosdakarya.

Muhaimin (2004). Paradigma Pendidikan Islam. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Mulyasa, E., (2003). Kurikulum Berbasis Kompetensi: Konsep, Karakteristik, dan Implementasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Robbins, Stephen P., (2001), Organizational Behavior, New Jersey: Pearson Education International.

Robotham, David, (1996), Competences : Measuring The Immeasurable, Management Development Review, Vol. 9, No. 5, hal. 25-29.

Sofo. Francesco, (1999). Human Resource Development, Perspective, Roles and Practice Choice. Business  and Professional Publishing, Warriewood, NWS

Spencer, Lyle M., Jr. & Signe M., Spencer. (1993). Competence at Work: Models for Superior Performance. John Wiley & Sons. Inc.

Surya, Muhammad. (2003). Psikologi Pembelajaran dan Pengajaran. Bandung: Yayasan Bhakti Winaya.

Sutisna, Oteng. (1993). Administrasi Pendidikan Dasar Teoritis dan Praktis Profesional. Bandung: Angkasa

Syah, Muhibbin. (2000). Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Usman, Moh. Uzer. (1994). Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Wirawan. (2002). Profesi dan Standar Evaluasi. Jakarta: Yayasan Bangun Indonesia & UHAMKA Press.

Yutmini, Sri. (1992). Strategi Belajar Mengajar. Surakarta: FKIP UNS.

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan memesannya via telpon/sms ke No. HP. 085 641 016 472  / PIN : 2771D5FB

PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH (IMPLEMNETASI BIMBINGAN INDIVIDUAL UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KERJA GURU DI SEKOLAH INDONESIA JEDAH (SIJ))

IMPLEMNETASI BIMBINGAN INDIVIDUAL UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KERJA GURU DI SEKOLAH INDONESIA JEDAH (SIJ) TAHUN PELAJARAN 2010/2011

ABSTRAK

Tujaun dari pelaksanaan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Langkah-langkah pelaksanaan bimbingan individual oleh kepala sekolah kepada guru untuk meningkatkan produktivitas kerja guru di SIJ, dan (2) Besarnya peningkatan produktivitas kerja guru setelah pelaksanaan bimbingan individual dikembangkan oleh kepala sekolah.

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang dianalisis dengan pendekatan kualitatif. Penelitian dilaksanakan di SIJ pada semester gasal tahun pelajaran 2010/2011..

Hasil penelitian yang diperoleh adalah: (1) Pelaksanaan bimbingan individual dapat dikembangkan dengan mendasarkan langkah-langkah: (1) Bimbingan pengembangan model pembelajaran melalui studi banding dan perencanaan tindak lanjut, diikuti dengan bimbingan analisis SWOT; (2) Bimbingan penyelenggaraan administrasi pendidikan, diikuti dengan pemberian feed beack secara langsung atas hasil kerja guru; (3) Bimbingan lanjutan menetapkan target yang handal, dikembangkan dengan evaluasi bersama atas target program guru lain yang juga mengalami masalah yang sama; (4) Bimbingan cara melaksanakan kerja sama dengan guru lain secara secara lebih dalam, sampai pada kemampuan menunjukkan bahan-bahan yang dibutuhkan guru lain; (5) Bimbingan strategi kerja yang efektif dan efisien, yang dkembangkan dengan pelatihan menetapkan angka kauntitas yang optimal dan cara pengukurannya yaitu melalui teknik scoring; (6) Mengembangkan bimbingan motivatif; (7) Membangun kemandirian sehingga guru terhindar dari aktivitas berbasis plagiasi, dan bimbingan membuat perencanaan yang efektif; (8) Bimbingan membuat perencanaan kerja yang efektif ditambah dengan aspek inovatif; (9) Mendorong guru melaksanakan program-program peningkatan kompetensi guru melalui seminar dan workshop dilanjutkan dengan implementasi hasil pengalaman baru dari kegiatan guru; (2) Pelaksanaan bimbingan individual mampu meningkatkan produktivitas kerja guru di sekolah oleh karena terselesaikannya permasalahan-permasalahan guru dalam pengembangan maupun pelaksanaan program-program pembelajaran di skeolah.

DAFTAR PUSTAKA

Umam, Khaerul. 2010. Perilaku Organisasi. Bandung: Pustaka Setia

Yusron Dahlan. 2009. Faktor–Faktor yang Mempengaruhi Produktivitas.http://dahlanforum.wordpress.com/2009/06/27/faktor-faktor-yang-dapat-mempengaruhi-produktivitas/. Diakses pada 25 Juli 2009

Soripada. 2007. Konsep Sekolah Model dan Intrumen Verifikasi Sekolah Model SMA. www.psb-psma.org diakses pada 25 Juli 2009.

Blumberg, Hansen. 1974. The Human Side Of Relationships Between Supervisors And Teachers To Understand Their Interactions. Human Resource Journal Vol 11. January, 1974

Vincent Gaspersz. 2000. Manajemen Produktivitas Total. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Kusnan. 2009. Urgensi Supervisi Akademik Bagi Dosen Di Institusi Pendidikan Tinggi. http://pendidikantinggi.hostei.com/produk/1-kusnan.pdf

Igneel. 2009. Supervisi Pendidikan. http://dikot.blogspot.com/2009/11/supervisi-pendidikan.html. Diakses pada 25 Juli 2009

Sahertian, Piet A. Konsep Dasar dan Teknik Supervisi Pendidikan : Dalam Rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta, 2000.

Syaiful Sagala. 2010. Supervisi Pembelajaran dalam Profesi Pendidikan. Bandung: Alfabeta

Ngalim Purwanto. 2009. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya

H.A. Syamsudin Makmun. 2005. Psikologi Kependidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya

Suharsimi Arikunto. 1997. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta

Budiyono. 2007. Motede Statistik untuk Penelitian. Surakarta: Universitas Sebelas Maret

Sudjana. 2002. Metoda Statistika. Bandung: Tarsito

Herman R. Soetisna. 2007. Pengukuran Produktivitas. Bandung: Laboratorium PSK&E TI-ITB

Komarudin. 2004. Manajemen Pengawasan Kualitas Terpadu. Jakarta: Rajawali,

Gomes, Faustino Cardoso. 2002. Manajemen Sumberdaya Manusia. Yogyakarta: Andi offset.

Puslitjaknov, 2008. MetodePenelitian Pengembangan. Jakarta: Depdiknas

Sinungan, Muchdarsyah. 2003. Produktivitas, Apa dan Bagaimana. Jakarta: Bumi Aksara.

H.A.R Tilaar. 1999. ParadigmaBaru Pendidikan Nasional. Jakarta: Rineka Cipta

Bogdan, R..C. & Biklen, S.K. 1982. Qualitative Research for Education. Boston:Allyn & Bacon Inc.

Danim, Sudarwan. 2002. Inovasi Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia.

Danim, Sudarwan. 2010. Kepemimpinan Pendidikan. Bandung: Alfabeta

Depdiknas. 2001. Kurikulum Sekolah Dasar. Jakarta: Depdiknas.

Dediknas. 2003. Undang-Undang R I Nomor 20 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Bandung: Citra Umbara.

Supriadi, D. 2000. Reformasi Pendidikan Dalam Konteks Otonomi Daerah. Yogyakarta: Adicita.

Depdiknas. 2004. Pola Pembinaan Sistem Pendidikan Tenaga Kependidikan PGSD. Jakarta: Depdiknas.

Depdiknas. 2005. Undang-Undang RI Nomor 14 Tentang Guru Dan Dosen. Jakarta: Depdiknas.

Depdiknas. 2006. Standar Kompetensi Guru Kelas SD/MI Lulusan S 1 PGSD. Jakarta: Depdiknas.

Depdiknas.2008. StanPembangunan Pendidkan Nasional. Jakarta: Depdiknas.

Goetz, J.P. & Comte, LMD. 1984. Ethnography and Qualitative Design And Educational Research. New York: Academy Press Inc.

Hasan, S.H. 2004. Kurikulum dan Tujuan Pendidikan. Bandung: Pasca Sarjana UPI.

Hatten, K.J. & Rosenthal, S.R. 2001. Reaching for the Knowledge Edge. New York: Amrican Management Association.

Manisera, Marica., Dusseldrp, E., and Kooij, A.J. Van. 2005. Component Structure of Job Satisfaction Based on Herzberg’s Theory. Italy: Leiden University

Slade, L.A. and Rush, M. 1991.Achievement Motivation and Dynamics of Task Difficulty Choices. Journal of Personality and Society Psychology Vol 6 No 1, 165-172.

Sukmadinata, Nana Saodih,2009. Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya

Williams, J.K. 2003. Maslow’s Hierarchy of Needs and Alderfer’s ERG Theory. London: SLC

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan memesannya via telpon/sms ke No. HP. 085 641 016 472

PTK SMA BAHASA INDONESIA (PENGEMBANGAN PENDEKATAN KOMUNIKATIF UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BAHASA INDONESIA PADA SISWA KELAS X)

PENGEMBANGAN PENDEKATAN KOMUNIKATIF UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BAHASA INDONESIA PADA SISWA KELAS X-B DI SMA … PELAJARAN 2010/2011

BAB I
PENDAHULUAN

 A.  Latar Belakang Masalah

Selama ini dalam pembelajaran bahasa secara situasional, bahasa diajarkan dengan cara mempraktikkan dan melatihkan struktur-struktur dasar dalam berbagai kegiatan berdasarkan situasi yang bermakna. Namun, dalam perkembangan selanjutnya, seperti halnya teori linguistik yang mendasari audiolingualisme, ditolak oleh para pakar linguistik terapan karena mulai mempermasalahkan asumsi-asumsi yang mendasari pengajaran bahasa situasional. Menurut para ahli, tidak ada harapan/masa depan untuk meneruskan mengajar gagasan yang tidak masuk akal terhadap peramalan bahasa berdasarkan peristiwa-peristiwa situasional. Apa yang dibutuhkan adalah suatu studi yang lebih cermat mengenai bahasa itu sendiri dan kembali kepada konsep tradisional bahwa ucapan-ucapan mengandung makna dalam dirinya dan mengekspresikan makna serta maksud-maksud pembicara dan penulis yang menciptakannya (Howatt, 1984:280, dalam Tarigan, 1989:270).

Untuk mengembalikan pengajaran bahasa Indonesia pada fungsi komunikatif, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menganjurkan penerapan pendekatan komunikatif dalam pengajaran bahasa Indonesia. Pendekatan komunikatif adalah pendekatan yang berorientasi pada kemampuan berkomunikasi melalui bahasa. Tujuan belajar bahasa diharapkan bukan sekedar belajar tentang bagaimana kaidah-kaidah gramatik, tetapi lebih dari itu, belajar bahasa berarti belajar kaidah gramatikal untuk komunikasi. Dengan kata lain, bahwa belajar bahasa dengan menerapkan pendekatan komunikatif mempunyai tujuan ganda, yaitu (1) kesamaan bahasa yang dipergunakan, dan (2) bahasanya mudah dimengerti maknanya (Effendy, 2006: 9).

Pembelajaran bahasa Indonesia berdasarkan KTSP menganut pendekatan komunikatif. Artinya, pembelajaran bahasa Indonesia harus mampu membawa peserta didik menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa komunikasi yang komunkatif dalam pergaulan sehari-hari. Komunikasi yang komunikatif mengandung arti bahwa komunikasi harus menumbuhkan saling pengertian dan pemahaman antara komunikan dan komunikator. Meskipun demikian, bukan berarti unsur kebahasaan tidak diajarkan melainkan disajikan secara terintegrasi ke dalam empat keterampilan berbahasa (Idris, 2008: 2).

Hasil yang diharapkan dari penerapan pendekatan komunikatif adalah mengarah pada keterampilan pragmatik atau kemampuan komunikatif. Salah satu usaha untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan dengan memasukkan suatu komponen silabus khusus yang disebut pragmatik, yang terdiri dari bahan siswaan, bagaimana orang lain bersedia menerima suatu paham atau keyakinan, melakukan suatu perbuatan atau kegiatan (Effendy, 2006: 9). Pendekatan komunikatif diharapkan peserta didik memiliki kemampuan berbahasa secara pragmatik yaitu kemampuan menggunakan bahasa dalam berbagai ragam dan bentuk dalam kaitannya dengan faktor-faktor penentu atau faktor-faktor sosiolinguistik.

Pendekatan komunikatif dalam pengajaran bahasa Indonesia tersebut menuntut kesiapan guru dan membekali diri dengan pengetahuan tentang pendekatan komunikatif, sehingga guru dapat memahami sekaligus juga mampu menerapkan pendekatan komunikatif itu dalam pengajaran bahasa Indonesia. Selain kesiapan dari guru, peserta didik juga dituntut untuk ikut serta berperan aktif dalam proses belajar mengajar, serta diperlukan bimbingan belajar dari orang tua secara aktif di rumah. Dengan demikian, apabila terjadi kekurangsiapan guru, lemahnya peserta didik dalam merespon pelaksanaan pendekatan komunikatif ini, dan kekurangmampuan orang tua dalam memberikan bimbingan belajar di rumah, kemungkinan justru akan memunculkan berbagai kendala yang merugikan bagi proses belajar siswa.

Dalam rangka meningkatkan efektivitas pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia, diperlukan metode pembelajaran yang sesuai dengan kondisi guru dan siswa (Yuliana, 2006: 64). Dengan demikian, maka perlu adanya pengembangan format-format atau prosedur-prosedur pembelajaran yang tepat dan mampu menyelesaikan masalah-masalah yang muncul di kelas sesuai dengan kondisi aktual siswa dan guru. Pembelajaran bahasa Indonesia pada siswa kelas X-B di SMA NEGERI … belum benar-benar disesuai dengan kondisi siswa dan guru, sehingga dianggap perlu adanya penelitian tindakan kelas. Prestasi belajar siswa selama ini belum banyak mengalami peningkatan, dimana nilai rata-rata siswa kelas X-B masih berkisar pada nilai 7,0 sedangkan target yang ditetapkan guru adalah 7,5. Ketuntasan belajar siswa masih sebesar 57,1% siswa yang tuntas belajar, sedangkan KKM yang ditetapkan guru adalah 75% siswa tuntas belajar.

Berdasarkan kondisi dan pemikiran-pemikiran tersebut, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul Pelaksanaan Pendekatan Komunikatif untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia pada Siswa Kelas X-B SMA NEGERI Tahun Pelajaran 2010/2011”.

B.  Identifikasi Masalah

Berdasarkan atas latar belakang masalah yang telah diuraikan, dapat diidentifikasi adanya masalah sebagai berikut:

  1. Prosedur pengembangan pendekatan komunikatif yang dikembangkan pada kelas X-B SMA NEGERI … belum benar-benar disesuai dengan kondisi siswa dan guru.
  2. Prestasi belajar siswa selama ini belum banyak mengalami peningkatan, dimana nilai rata-rata siswa kelas X-B masih berkisar pada nilai 7,0 sedangkan target yang ditetapkan guru adalah 7,5. Ketuntasan belajar siswa masih sebesar 72% siswa yang tuntas belajar, sedangkan KKM yang ditetapkan guru adalah 75% siswa tuntas belajar.

C.  Rumusan Masalah

Berdasarkan latarbelakang dan identifikasi masalah yang telah diuraikan, maka dapat dirumuskan masalah penelitian yaitu:

  1. Seberapa besarkah peningkatan pelaksanaan pendekatan komunikatif dalam pembelajaran bahasa Indonesia pada siswa kelas X-B SMA NEGERI …?
  2. Seberapa besarkah peningkatan prestasi bahasa Indonesia siswa kelas X-B SMA NEGERI … setelah dikembangkan pendekatan komunikatif yang disesuaikan dengan kondisi aktual siswa dan guru?

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto,  Suharsimi. 1997. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta

Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta

Azhar, Hertina Hansen. 2008. Pendekatan Komunikatif Sebagai Alternatif Pendekatan Pembelajaran Bahasa. www.UNC-indonesia.org

Barnadib, Sutari Imam. 1984. Pengantar Ilmu Pendidikan Sistematis. Yogyakarta: IKIP

Djajasudarma, T. Fatimah. 1994. Wancana (Pemahaman dan Hubungan Antar Unsur). Bandung: Eresco

Effendi, Uchjana, Onong. 2006. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Bandung: Remaja Rosdakarya

Makmun,  Abin Syamsuddin. 2003. Psikologi Pendidikan. Bandung: Rosda Karya Remaja.

Maryati, Hastini. 2007. Strategi Pembelajaran Bahasa Indonesia Tingkat Pendidikan Dasar. www.ilmubahasa.com

Mulyasa, Enco. 2007. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosda

Majid, Abdul. 2007. Perencanaan Pembelajaran (Mengembangkan Standar Kompetensi Guru). Bandung: Remaja Rosdakarya.

Prasetya Irawan. 1994. Teori Belajar, Motivasi, dan Ketrampilan Mengajar Bahan Ajar. Jakarta: Dikti Depdikbud.

Purwanto, M. Ngalim. 1998. Ilmu Pendidikan Teoretis dan Praktis. Bandung: Remaja Rosda

Ridwan, Rifai.1992. Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka

Senjaya, Wina. 2008. Strategi Pembelajaran; Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Supriawan, Dedi dan Surasega, A. Benyamin. 1990. Strategi Belajar Mengajar (Diktat Kuliah). Bandung: FPTK-IKIP Bandung.

Sudrajat, Achmad. 2008. Pengertian Pendekatan, Strategi, Metode, Teknik, Taktik, dan Model Pembelajaran. http://www.psb-psma.org

Suyitno. 1982. Pengantar Kemampuan Berbahasa. Surakarta: Fakultas Keguruan Universitas Sebelas Maret.

Suwito. 1985. Sosiolinguistik Pengantar Awal. Surakarta: Henary Offset.

Soetomo.1993. Dasar-dasar Interaksi Belajar Mengajar. Surabaya: Usaha Nasional.

Tilaar, H.A.R. 2004. Paradigma Baru Pendidikan Nasional. Jakarta: Rineka Cipta.

Winataputra, Udin S. 2003. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.

Wisnu, Murti. 2006. Konsep Pembelajaran Bahasa. Jakarta: Rineka Cipta

Yohanes, Martinus. 1991. Komunikasi Efektif. Jakarta: Panorama Pustaka

_________, 2008. Beda Strategi, Model, Pendekatan, Metode, dan Teknik Pembelajaran (http://smacepiring.wordpress.com/)

Untuk mendapatkan file lengkap silahkan memesannya via telpon/sms ke No. HP. 085 641 016 472 / PIN : 2771D5FB